Archive for January, 2006

Jalan itu….

Friday, January 27th, 2006

AssWw…
Sekarang mungkin o nulis tanpa ingin mengharapkan apa2…yah apa adanya deh…ga bisa merangkai kata2 dengan baik…
Hari ini..untuk sekian kalinya o bisa ngerasain betapa besarnya hikmah yg bisa didapat dalam hidup…mungkin kepekaan setiap org dalam menghadapi persoalan adalah berbeda2…apakah o terlalu peka…atau memang ini o adanya…taukah kita…setiap detik yg kita lakukan tak pernah lepas akan pertolongan dariNya..

Jujur…ketika kita ingat padaNya…Allah akan lebih dari yg kita lakukan…mungkin pertolongan2 kecil dariNya…merupakan suatu yg besar bagi olint…ketika dalam kesulitan adaaa aja jalan yg Dia berikan untuk kita…tapi itu semua tergantung dari seberapa besar kepekaan kita menanggapinNya…

Sungguh…ketika olint merasakan akan nikmatNya…betapa besar karuniaNya…tapi kenapa yah…?olint selalu berbuat dosa…sering lalai…bahkan dengan sadar ataupun tidak olint suka mengeluh…kenapa olint banyak dosa???padahal jawabannya ada didalam diri olint sendiri…
Akhir2 banyak kejadian2 yg olint jalanin n dapetin…mungkin dari dulu Allah always memanggil…tp dengan kotornya hati..o ga bisa merasakannya…olint terhijab denganNya…
Kesepian…kesendirian…kalo o jauh dariNya…bener2 kerasa banget yg namanya gelisah n ga nyaman…

Kemarin…olint sendiri…sepi..hening diantara keramaian…..tapi begitu nikmat…sungguh apa org yg jatuh cinta kepada Rabbnya bisa merasakan sesuatu yg indah?..yah mungkin…apalagi ketika Allah mencintainya…wah kayak suatu kebahagiaan yg tak terkira…Ya Allah…aku ingin dicintai olehMu…tapi aku begitu egois..ketika datang suatu ujian dariMu…apa olint sabar??apa olint ikhlas??karena setahu o…ketika Allah mencintai seseorang hambanya…Allah akan memberikan suatu ujian…apa dia sabar? apa dia ikhlas…Allahualam bis Shawab…

Kembali lagi akan suatu ampunan…20 tahun olint jalanin hidup…entah sampai kapan o bisa menghadapi sisa2 hidup olint…20 tahun yg sia2…malam memohon ampun, siang terlena…terus gitu, tp Allah tak pernah bosan mendengar hati, mendengar permintaan olint..Allah tak pernah bosan memberikan perhatian2 k olint.bukan k olint aja sih…tp kesemua org….Allah mengasihi semua org..walaupun org itu ingat atau gak…tp Allah always mengasihi..tapi yang namanya sifat Maha penyayang…Allah menyayangi org2 tertentu…org2 yg dikehendakiNya…:)…

Mungkin itulah hidup..sebuah pilihan…apa kita memilih A atau B…semua ada konsekuensinya…Setiap org punya argumen…setiap org pun punya pemikiran masing2 Ingin dicintai Allah apa gak…org bebas memilih itu…tp dengan pilihan mereka…mereka akan dapat resikonya kelak..olint ga berani untuk berbicara tentang kehidupan setelah ini…karena olint belum memiliki bahkan menguasai ilmu ttg itu…tp olint punya keyakinan akan hal itu….

sering olint bertanya dalam hati…kapan olint bisa sungguh2 berjalan dijalanNya…kapan olint bisa mengendalikan hawa nafsu olint layaknya sang pengendara kuda yg mengendalikan kudanya?kapan olint bisa mengenal diri olint sendiri?kapan olint bisa membersihkan hati yg penuh dengan prasangka2 dan kemunafikan??…TAUBAT NASUHA…kalo Allah mengizinkan….aku ingin..

Pernah ga olint berfikir?ketika olint melakukan sesuatu…apakah Allah ridha dengan olint…ketika olint tertawa dan bersenda gurau..? apakah Allah ridha dengan olint?? Astagfirullah…seandainya olint tau…mungkin suatu saat olint memperoleh sesuatu yg ga bisa olint bayangkan sebelumnya…

Sering olint berfikir dengan sesuatu yg mengatasnamakan namaNya…ehmm…saya suka ini karena Allah…saya suka itu karena Allah…tapi kita menggunakan itu semua dengan melibatkan peranan hawa nafsu kita…saya suka ama dia karena Allah…ehmmm kadang olint tertawa kecil…ketika kita kehilangannya kita layaknya seseorang yg kehilangan harta yg begitu berharganya…ada yg salah dari itu semua???apakah karena mengatasnamakan Allah itu benar2 tulus karena Nya??atau kita masih mencintai dunia ini??…astagfirullah…baik sadar atau pun ga…olint jujur…olint belum bisa benar2 tulus…ehmmmm makanya olint butuh…olint ingin dicintaiNya…olint ingin tulus…

Tentang kesolehan…dalam hati kecil…kayaknya kita udah soleh deh…tp kalo untuk perempuan sih solehah…ya Allah menurut olint soleh tidaknya seseorang Allah lebih mengetahuinya dibandingkan penilaian seorang manusia…Dia baca Quran 5 juz  perhari…subhanallah…dia soleh donk…:)…hingga detik ini yg olint peroleh n pahami…itu semua tergantung dari niat masing2 pribadi…apa niatnya untuk mengejar target? apa niatnya untuk dibilang rajin? atau apapun niatnya…tapi balik lagi kepada makna didalamnya…olint pernah dapet kata2 dari seseorang..yg sungguh sampai saat ini olint masih teringat dan olint simpen di hati…intinya lihat esensinya…jangan sekedar mengutip dalil….baca tanpa tau arti..sesuatu yg baru olint dapet n ngebekas…n ada satu contoh lagi…dia pake bajunya tertutup sampai kebawah…berarti dia sholehah donk…ya itulah argumen setiap org…balik lagi terhadap penilaian masing2…tp yg olint tahu bahwa Allah melihat hati setiap org…bukan melihat cover…yaah seengganya mungkin cenderung kita melihat halaman luarnya aja…tp didalam banyak binatang peliharaan yang berkeliaran…tp intinya semua mendukung…bukan berati yg pake baju dalem2 g solehah…tp Allah lebih tau siapa yang dikehendakinya…balik lagi…perasaan merasa kita lebih sholeh/sholehah itu keluarin jauh2…"Saya sholeh ko".semoga Allah mengampuni olint…..

Mungkin suatu saat kalau Allah mengizinkan…olint bisa memilih hidup olint….jalan yang banyak…tapi olint butuh jalan yang benar2 untuk perjalanan olint menujuNya…karena setiap org bertanggung jawab dengan pilihanNya…mengapa ia memilih jalan ini…atau kenapa dia memilih jalan itu…dan saat ini…olint masih mencari…tuntunlah aku ya Allah…tunjukilah jalanMu yg paling benar..jalan yang disampaikan oleh Rasulullah saw dan para waliMu…dan ampuni aku ya Allah, atas tulisanku ini……
Allahualam bis shawab…

wasalam
dzihni firuz

Nasihat Imam Al-Ghazali

Wednesday, January 25th, 2006

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu sang Imam bertanya:


APA YANG PALING DEKAT DENGAN DIRI KITA DI DUNIA INI ?

Muridnya menjawab: Orang tua, Guru, kawan dan sahabatnya".
Imam Ghazali menjelaskan, semua jawaban itu benar. Tapi yang paling
dekat dengan kita adalah "MATI", sebab itu memang janji Allah SWT bahwa
setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali Imran 185)


APA YANG PALING JAUH DARI DIRI KITA DI DUNIA INI ?

Muridnya menjawab: "Negeri Cina, bulan, matahari dan bintang".
Imam Ghazali menjelaskan, semua jawaban itu benar. Tapi yang paling
benar adalah "MASA LALU", walau dengan cara apapun kita tidak dapat
kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan
hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran
Agama Islam.

Imam Al Ghazali bertanya pula pada muridnya:


APA YANG PALING BESAR DI DUNIA INI ?

Muridnya menjawab: "gunung, bumi & matahari".
Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang
paling benar adalah "NAFSU" (Al A’raf 179). Maka kita harus
berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita
ke Neraka.


APA YANG PALING BERAT DI DUNIA INI ?

Muridnya menjawab: "Besi, Gajah & Onta".
Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG
AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan Malaikat
semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi
khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi Manusia dengan sombongnya
menyanggupi permintaan Allah tersebut, sehingga banyak dari manusia
masuk ke Neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.

Selanjutnya Imam Al Ghazali bertanya pada muridnya:


APAKAH YANG PALING RINGAN DI DUNIA ?

Muridnya ada yang menjawab: "kapas, debu, angin & dedaunan".
Semuanya itu benar, kata Imam Al Ghazali, tapi yang paling ringan di
dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita
meninggalkan sholat, gara-gara rapat kita meninggalkan sholat.

APAKAH YANG PALING TAJAM DI DUNIA ?
Murid-muridnya menjawab serentak: "Pedang".
Imam Al Ghazali membenarkan, tetapi yang paling tajam adalah "Lidah
Manusia", karena melalui lidahnya, manusia selalu melukai dan menyakiti
hati saudaranya sendiri.

psikopat??

Saturday, January 21st, 2006

AssWw…

Lagi pada adem…ga riweuh seperti biasanya…:)..sekarang gi jernih..ngomong2 ttg kemaren..ternyata org aneh itu adalah psikopat…kata t acie trus kata roby juga…ada org kaya gitu…tingkahnya aneh…misalnya gini deh…waktu kita di angkot…trus kita duduk…kebetulan duduknya tepat berhadapan ama laki2 separuh baya…itung umurnya Qra-Qra 29-30 an(sebagai contoh aja)…pas kita duduk…gak nyadar kita diliatin ama org….pandangannya tajem ke kita…seolah2 dia lg mikirin sesuatu yg lebih dari kita…dia ngeliatin n bermaen dgn imajinasinya yg engga2…dia puas kalo kita ngerasa takut atau terancam…semacam kepuasan batin….tapi jangan salah dia termasuk org yg penakut…btw…kemaren n udah 3 hari olint ngerasa diikutin perasaan takut karena org yg kaya gitu…iiih beneran baru ketemu ama org yg kaya gitu…apa itu semacam penyakit penyimpangan…??Allahualam…yg pasti emang ada org kaya gitu…Olint mesti kuat, tegas!!..marah!!teriak kalo ada org kaya gitu….udah kurang ajar!!…awas aja kalo dah nyentuh dikit pun…olint hajar deh!!..apalagi pas dia pengen scan fotonya yg… Astagfirullah…olint aja muak liatnya…apa gak ngerasa malu…apa ga ngerasa berdosa?? tapi yah mungkin ga ada kata dosa or pemikiran itu kali…buat org yg psikopat…yaah…gitu deh untung papah dateng kesini pas olint ngesms k beliau…baru sekarang olint ngerasa dikhawatirin…makasih pah…terharu euy (n_n’)…yah yg namanya org tua g mau atuh anaknya ngerasa terancem…tp pas pulang olint cerita ma keluarga…eh tumben a david ngerespon…"Lint…kalo ada org itu lg bilang ke AA…"…hehe cieeh.(Aa mana??? Aa Gym?….:p)..yaah intinya…ya doain aja lah biar org itu cepet sembuh n dibukain pintu hatinya….amiin…

Allahualam bis Shawab

wasalam

dzihni Firuz

help me….

Friday, January 20th, 2006

AssWw…Lagi sendiri yah lint? bentar lagi juga mo kekampus….setelah 8 jam kerja…fuiiiih gk boleh ngeluhkan? ya udah nikmatin aja…walau hari kemaren sempet bikin pengen marah tp jangan marah…mesti ditahan…ternyata di dunia ini tuh ada org yg ga jujur…ck.ck.ck…ada orang aneh.lebih aneh dari olint…anehnya juga jauh beda ama anehnya olint…bener2 aneh!!…ya Allah…org gila itu minta tolong scanin fotonya….tp gila….olint langsung pengen muntah..isi fotonya…astagfirullah…olint pengen nangis…tapi udah nangis…deg-degan yang ada…sungguh banyak yg olint dapet..dunia ini ada org yang baik n orang saiko…olint dapet pelajaran n hikmah….tapi beneran olint ga bermaksud pengen ngejelekin…baru sekarang 20 tahun olint hidup, olint ngerasa terancam…matanya tajem…olint berusaha nundukin pandangan.jaga jarak..seakan2 dia mau ngehipnotis…mupeng(muka pengen) n ngedeketin gitu sampai olint tersudut, mungkin kalo sedetik jarak dia ama olint  deket lagi olint dah mulai TERIAAAKKKK TOLOOOONG…Cuman Allah satu2nya penolong olint….ya Allah lindungi dari org2 yg berniat jahat…
wasalam
dzihni firuz

Ayah….

Thursday, January 19th, 2006

sumber : http://www.dudung.net

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang Foto113_1bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.                  

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya  membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?"               

Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban sang Ibu.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya                menjadi terbungkuk-bungkuk ?                  

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang                   terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari  bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan                  setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot  untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan  kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh                   keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya."

"Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."

"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali   menyerangnya."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk   berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.  Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan   perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur  lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan  kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu  anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling  mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun                seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya."                  

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa  Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya,   Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."                  

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi   bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup  keluarganya."             

"Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab  penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah   kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya   tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."               

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia   berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam hingga  menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang  sedang berdzikir, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu   merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.            

"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah."

Wuaaah…..!!!

Thursday, January 19th, 2006

from: http://www.dudung.net
Author: Abu Aufa

Rembulan masih bercanda dengan burung malam, enggan pulang ke peraduan. Suasana kampus pun semakin sepi, hanya tembok-tembok bisu menemani. Capek, tapi syukur banget, gak nyangka kerjaan kelar juga! Haus dan lapar, membuat ingin segera pulang. Membayangkan makanan lezat buatan istri tercinta, kaki pun semakin cepat melangkah.

"Assalaamu alaykum…," seraya membuka pintu. Tak ada balasan, gelap, lampu-lampu telah dimatikan. Aaah… istri sudah lelap, sambil tangan memeluk kedua buah hati tercinta dengan bias penat di wajah. Mau mandi takut reumatik, karena sekarang udah masuk musim dingin, brrr… Ya udah dilap basah aja deh, kemudian baju yang rapi jali kalo ke lab, diganti dengan baju kebesaran, sarung butut dan kaos buluk.

"Ummi…!!!" teriakan membuatnya kaget dan terbangun, lalu tergopoh-gopoh menghampiri. "Gimana sih, kok masak cuma segini! Lagian kok asin banget, masaknya sambil tidur ya!" "Yang benar dong kalo masak, kan saya capek, mesti belajar, ngumpulin jurnal, buat masakan yang benar gak bisa ya?" Yaa… langsung deh, mendung berarak di telaga mata.

Rasa kesal dan jengkel semakin membludak. Tak lupa sindiran, "Katanya dulu sering ikutan kursus masak, kursus ini kursus itu, mestinya tau dong cara melayani suami!"

Wah benar, tak lama hujan air mata pun tumpah. "Cengeng banget sih, katanya mau jadi istri sholehah, istri sholehah kan mesti patuh sama suami! Ya udah… sana buatin Indomie!" sembari duduk di depan TV.

Buyar rasanya nasehat yang pernah didengar tentang akhlak junjungan kepada istri-istrinya. Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya, demikian pesan Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam. Tapi beliau kan Rasul, berkata dalam hati, beda dong!

*****

Fuih… kerjaan emang gak pernah abis-abis, selesai yang satu, yang lain menyusul. "Kalo gak gini kamu gak bakal selesai, di Jepang sistem belajarnya memang seperti ini," kata sensei. Dalam hati cuma ngedumel, "Wah, ngerjain banget nih!" Lalu sibuk lagi, gak pernah berhenti, selalu dikejar deadline jurnal yang menatap angkuh di depan meja belajar.

Suntuk baca jurnal, baca koran online dulu aah… nyantai bentar. Eh, ada email masuk, balas dong, teman lama rupanya. Wah dibalas lagi, "Chatting aja yuk," langsung dibalas, "Ayo, siapa takut!" Lalu cekikikan depan komputer, mengenang masa-masa kuliah dulu. Lho, kerjaan dari sensei gimana? Ntar SKS lagi, orang Jepang aja sering lembur sampai pagi, membenarkan dalam hati.

Kring… dering telepon, kaget, karena tadi khusyu’ depan komputer. "Udah malam bang, kok belum pulang?" tanya istri. "Iya nih, tuh sensei nyuruh itu ini, datanya salah-lah, eksperimennya gak benar-lah, padahal udah capek-capek ngerjain dari tadi, gak tau maunya apa sih?" disambung bla… bla… bla…, seribu satu alasan penyucian diri.

"Pulang aja dulu, ntar bisa sambung besok lagi," bujuk istri, perhatian banget sama suami. "Malam ini masakannya ditanggung enak lho, spesial buat abang tersayang," sambung istri kembali. "Iya deh, ntar abang kerjain di rumah saja," luluh dengan kasih sayang istri, seraya jari mengirim pesan di layar komputer, "Besok ya chatting lagi."

"Gini nih, istri abang tersayang, masakannya enak banget," memuji masakan istri yang udah ludas, tak ada sisa. "Eh, kok dipuji, malah mesem-mesem sih?" tanya sang suami heran. "Iya, saya juga belum makan. Tadi niatnya mau barengan, tapi lihat abang kaya’nya lapar banget, ya udah makan aja duluan, lagian dipikir kan pasti ada sisanya." Gedubrag!!! "Kamu sih, gak bilang-bilang!!! Mestinya kasih tau, jadinya gak diabisin, jadi istri jangan cuma diam doang!!!" Duuh… yaa Allah, salah lagi.

*****

"Abi…," teriak si sulung, keluar menyambut dan minta digendong. Anak, kadang jadi pelepas lelah. Capek karena sepekan keluar kota, rasanya langsung hilang, terhapus karena kerinduan kepada darah daging tercinta. Duuh… bau apaan nih, "Belum mandi ya?" sambil mencium lagi sang buah hati. "Belum. Malah dari pagi, pe-de aja lagi."

Wah, nih ummi-nya gimana sih, punya anak kok gak diperhatiin! Jengkel muncul kembali.

"Abi, orang Jepang kok gak bau ya, padahal mereka kan jarang mandi?" iseng, tanya buah hati. "Iya kali’," acuh tak acuh menjawab. Namanya juga anak kecil, pingin tau segala hal, "Kok abi gak tau sih? Kan katanya sekolah tinggi." Yee… nih anak, emang abi-nya ngurusin orang Jepang yang jarang mandi. "Iya, kan mereka sibuk sekali, jadinya mungkin jarang mandi, lagian siapa bilang gak bau," jawab seenaknya. "Persis abi dong, kan abi mandinya juga cuma pagi," lugu, buah hati berujar. "Bandel ya!" seraya tangan menjewer. "Ummi…!!!" teriaknya berlari sambil nangis.

"Assalaamu alaykum…," astaghfirullah… nih rumah apa kapal pecah? Pakaian yang udah kering tapi belum disetrika menggunung disana-sini, mainan berserakan, belum lagi cucian kotor, wow… berember-ember. Istighfar… istighfar… sambil mengurut dada.

"Waalaykumussalam… afwan ya, belum sempat diberesi," seraya menggendong si kecil yang baru setahun lalu lahir, dan tangan satunya lagi membujuk si sulung yang masih menangis. Lalu kembali dengan kesibukannya, masak buat kekasih hati yang baru pulang presentasi

"Istri sholehah itu mestinya bisa mengatur rumah tangga. Pintar membagi waktu, kapan harus masak, kapan nyetrika, nyuci, beresin rumah, biar gak berantakan seperti tadi. Nyambut kedatangan suami juga kan mestinya bisa lebih rapi, masa’ sih nyambut suami penampilannya kucel banget, dandan dong, jadinya suami merasa dihargai, betah dirumah, kalo gak… siapa tahu tuh suami ntar kawin lagi, bla… bla… bla…," ceramah sang suami kepada istri, saat buah hati telah dibuai mimpi.

Gak lama, meledaklah tangis sang istri, kali ini terdengar lebih pilu. "Ah… wanita, gampang sekali menangis," berkata dalam hati. Ngurus dua anak aja kok sulit sih, gimana ntar mau bikin Rasul bangga nih kelak di akhirat nanti?

*****

Baru saja dengan anak-anak tiba kembali di rumah, setelah menghantar ummi-nya ke rumah sakit, kelelahan, harus bedrest kata dokter.

Masih teringat pesan sang istri, "Jagain anak-anak ya, afwan… disuruh dokter istirahat 3 hari di rumah sakit, badan lemes banget rasanya, nanti kalau mau makan, simpanan abon dan rendang masih ada di lemari, lalu kalo…," belum sempat istri menyelesaikan perkataannya, udah disela, "Udah… gak apa-apa kok, insya Allah suasana akan aman dan terkendali." Wuih… pe-de abis selaku suami, semua masalah gampang diatasi, maklum laki-laki, berat di gengsi.

Wuaaah…..!!!
Perasaan, baru saja anak tertua asyik main dengan mainannya, kok bisa langsung nangis? "Abi…..!!! Mau pipis," teriaknya. Kaget, ide baru untuk membuat jurnal jadi buyar, "Pipis sendiri gak bisa ya?" balas teriak, biar gak kalah wibawa dengan anak. "Temenin dong, wuaaah…..!!!"jeritnya lagi. Waduh, anak-anak kok gak ngerti ya, sambil tergopoh-gopoh mendatangi. "Abi kan lagi sibuk, lain kali pipis sendiri!" gak lupa mulut juga mengomel.

Belum juga sampai di toilet, "Abi…, udah pipis nih," sambil menunjuk celana dan lantai yang udah basah. Wuaaah…..!!! Kali ini gantian berteriak, sambil gak lupa tangan ikut menjewer. Nih, rasain!!!

Kaget dengan teriakan, yang bungsu mendadak bangun, "Cup… cup… sayang, kaget ya?" sambil digendong. Ke dapur, buatin susu botol, duuh… air panasnya abis, harus masak air dulu nih. Sementara tangis kedua buah hati semakin nyaring, wuaaah…..!!!

Alhamdulillah, lega… Kedua buah hati tersayang udah kalem, yang bungsu kembali tidur sambil tangannya memegang botol susu. Hm… abangnya pun tampak pulas disampingnya. Istirahat dulu aaah…, menghela nafas sambil meregangkan otot, jemari tangan diremas sampai bunyi plitak-plituk, kepala diputar kiri-kanan, tak lupa badan juga diplintir, alhamdulillah, suasana aman dan terkendali.

Kerja lagi, sambil mendengarkan nasyid yang diputar dari Winamp. Lagu Teman Sejati-nya Brothers yang kembali dipopulerkan Snada mengalun, …Selama ini kumencari-cari teman yang sejati / Buat menemani perjuangan suci / Bersyukur kini pada-Mu Ilahi / Teman yang dicari selama ini / Telah kutemui…

Aaah… Tiba-tiba terkenang saat dulu sebelum menikah. Sulitnya mencari teman sejati, belum lagi disindir sana-sini. "Sini deh dicariin, mau gak?" Iih, emangnya yang mau nikah situ! Sebel!!! Pake nyariin lagi, emang gue kagak laku!!! Biar gini-gini kuliahnya di Jepang boo…!!! Masa depan terjamin, nilai jual tinggi. Wuih… keren.

Emang, kadang seruntun pertanyaan silih berganti menelusup di hati, siap gak ya? Kan masih kuliah, ntar anak orang mau dikasih makan apa? Tapi, pernikahan begitu indah terdengar, ehm… Namun, benar juga sebuah kata-kata bijak, ‘Jika berani menyelam ke dasar laut mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan?’

Bismillah…, niat untuk ibadah, maju tak gentar buat melamar. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, kalaupun ada pernik-pernik pertengkaran, emangnya ada yang anteng-anteng saja? Rezeki selalu saja ada, emang selalu benar janjinya Allah. Duuh… kala sepi begini, kok jadi kangen banget ya sama istri, adakah engkau pun memikirkan diriku, duhai kekasih hati? Gleg! Mendadak jadi sentimentil.

Wuaaah…..!!!
Kaget lagi, lamunan amblas. Ya Allah…, lama-lama jantungan juga nih.

"Abi…..!!!" teriak anak tertua. Duh… anak laki-laki kok jadi cengeng gini? Mungkin karena beda umur ama adiknya jauh sih. Gak lama bunyi gedebag-gedebug, wah… berantem. Rupanya kaki si kecil gak sengaja nendang abangnya waktu tidur, gak terima, abangnya balas juga. Pusying… pusying…!!! Ya udah, biar adil dua-duanya dicubit, "Nih rasain!!!" sambil nyubitnya pakai seni, diplintir. Wuaaah…..!!! Bukannya diam, tambah kencang menangis, malah saling sahut-sahutan. Yaa Allah… kok jadi begini? Gak tahan juga, akhirnya juga ikutan teriak dan lebih kencang, wuaaah………………….!!!!!

"Abi… Abi…, bangun dong, ditungguin nih sholat subuhnya! Kok ngigau teriak-teriak sih," buah hati membangunkan, seraya tangan kecilnya menggoyang-goyang tubuh abi-nya. Yaa Allah… alhamdulillah, cuma mimpi.

Bergegas ambil wudhu, segar rasanya bangun di subuh hari, jiwa pun jernih laksana seorang sufi. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah… senang rasanya saat mendengar si sulung melantunkan iqomat.

Kebahagiaan pun selalu berbungah-bungah, saat setiap selesai sholat buah hati selalu mencium tangan, dan tentu saja ciuman tangan dari seorang istri, tanda kepatuhan kepada suami. Tiada yang diharapkan, keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ganjaran surga karena baktinya kepada suami tercinta.

Sebagai suami yang baik, ciuman mesra di kening istri tak lupa sebagai balasan, muah… seraya berbisik perlahan, "Maafkan abang ya, selama ini udah bersikap gak adil, terlalu banyak meminta, ingin semuanya sempurna, tetapi diri sendiri ternyata…" hanya air mata yang menetes haru.

Tampak semburat merah di wajahnya dan mata yang berkaca-kaca, bahagia. Memang, dibalik kelembutan mereka, istri-istri kita adalah manusia perkasa. Kesabaran mereka begitu indah, dan kepatuhannya tiada sirna ditelan usia.

Sebagai suami kadang kita tidak pernah mau mengerti, apa yang kita lihat harus selalu bersih, apa yang dicium haruslah wangi, segala rasa hanyalah kelezatan, yang didengar pun haruslah kemerduan. Padahal hitam dan putih, khilaf dan salah pastilah ada, karena mereka pun hanyalah manusia.

Aaah… aku semakin cinta.
"Abang…," terdengar suaranya manja, namun selalu saja dirindukan. Sambil senyum-senyum, "Ada kejutan nih, sepertinya hamil lagi, dari 3 hari yang lalu muntah-muntah melulu, ntar siang beliin mangga muda ya."
Wuaaah…..!!!

Wallahua’lam bi showab.
*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,

mampir bentar

Wednesday, January 18th, 2006

Opp5_1 AssWw… siaang:)…sekarang gi jaga warnet…maklum sekarang jd kuli warnet nih…pengen nyari pengalaman aja..pengen nyoba segala hal…jadi ini atau itu…bener2 butuh perjuangan n tenaga..dah beberapa kali jaga…yaah banyak banget seneng keselnya…ya ampuun ternyata disisi luar…ga sebagus y olint fikir…untuk menjaga sebuah keistiqomahan aja butuh sesuatu yg serius…bener2…harga sebuah diri sekarang sulit ditemuin…org banyak berkeliaran…seolah2 menawarkan sebuah diskon bahkan gratis demi sebuah pengakuan…Astagfirullah…bantu o agar istiqomah dijalanMu…