Jilbab

12
April 2006

Kembali
soal jilbab…Kemarin kutemukan seorang ibu berparas cantik..beliau
mengeluhkan bahwa suaminya tak ingin beliau memakai jilbab…

Aku
bertanya “Kenapa yah bu..ko bisa???”…dengan spontan
beliau “ya dek kata suami, sholat saya aja masih “belang
betong” (–alias bolong-bolong).tapi menurut saya, walau shalat
saya masih bolong2 tapi saya masih berbuat kebaikan ko dek
”…

Dalam
hatiku bergumam “oh…”Yang ku fikirkan adalah ungkapannya
yang seolah-olah beliau berbicara dengan datar dan tanpa ekspresi
sama sekali…

Aku
bertanya kembali “Kenapa ibu ingin memakai jilbab??”…beliau
menjawab “yah soalnya ibu-ibu tetangga saya sudah banyak yang
pake jilbab…yah walaupun banyak tapi saya fikir ga terkesan
kampungan ko dek…soalnya ngikutin trend
… ”….ehmm……beliau
pun menambahkan dengan diiringi mimik muka yang terlihat kecewa “tapi
sayang sekali suamiku ga ngizinin aku make jilbab…katanya
kampungan…dia bilang kalo pake jilbab aku ini kaya udah tua…padahal
jilbab kan bisa nutupin kulit dan bikin kulit kita ga hitam kan
dek
”….entah ketika mendengar perkataan beliau,,,spontan aku
tersenyum dan ketawa sambil berucap ”Ibu tuh bodor
(–luchu)
”Dari percakapan aku dengan beliau…aku menyimpulkan
bahwa ternyata masih banyak orang-orang yang memaknai memakai jilbab
itu adalah suatu trend atau musiman…bahkan ada pula alasan
lain..yaitu “Ngapain pake jilbab…hatinya aja belum bersih
ko
”….ya perlu kita fikirkan kembali…Apakah seseorang
yang telah memakai jilbab hatinya sudah yakin bersih? Ataupun
apakah orang yang belum memakai jilbab juga merasa hatinya belum
bersih??menurutku bukan itu alasannya..

 

Berikut
ayat Al-Quran dalam QS [33.59]:

Hai
Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

[7.26]
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian
untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian
takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian
dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

[24.31]
Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke
dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra
mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki
mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak
yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan
kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung. 

Ayat
diatas berdasarkan dari Al-Quran…

Yang
menjadi alasan kuat seorang wanita belum memakai jilbab..Menurutku
adalah ketidaksiapan diri dalam menghadapi apa yang belum
terbayangkan sebelumnya…oiya dan satu lagi emang secara mendasar
semua datangnya dari Allah juga.

Ada
opini umum yang menyatakan…

*
orang yang memakai jilbab itu susah dapet jodohnya

*
orang yang memakai jilbab itu susah nyari kerja

*
orang yang memakai jilbab itu gak modis dan terlihat kayak emak2..

   Ntar
aja kalo udah tua atau udah punya suami baru pake…

Dan
bla..bla..bla…alasan lain yang sengaja dibuat2 untuk menghindari
manusia melakukan perintah Allah SWT..apakah dapat membuktikan bahwa
dengan memakai jilbab bisa mengurangi atau membatasi ruang gerak
kita…?

Kembali
lagi…mungkin kita harus yakin bahwa janji Allah itu benar…ketika
Allah memerintahkan sesuatu kepada kita…Allah tak akan pernah ingin
menjerumuskan kita..justru terdapat kebaikan2 yang kita peroleh…walau
kadang memang dalam menjalaninya kita merasakan tidak kuat atau belum
siap…

Yang
malah menjadi dilema bahkan masih ada suami yang membiarkan istri2nya
keluar dengan mempertontonkan aurat yang seharusnya dijaga…Aurat
yang seharusnya diperuntukkan oleh sang suami ternyata bebas
dipertontonkan untuk khalayak umum…

Aku
pun pernah mendengar celetuk dari seseorang yang sedang berdiskusi
dengan temannya…sang teman berkata “Lo ngapain sih di
jilbab…banyak ko orang di jilbab…tapi suka ngelakuin
maksiat…rambut aja ditutupin tapi aslinya munafik…sok suci..n sok
alim
”….temannya hanya berkata
Astagfirullahhaladziim…ampunilah kami ya Allah…”…entah
kenapa orang melihat atau menilai orang lain hanya dengan sebelah
mata dan melihat dari sudut negatifnya saja..apa yang sebenarnya
difikirkan…

Apakah
dengan dijilbab akan mengurangi fans atau sang pengagum karena
kecantikannya?

Bukan…bukan
itu…

Kembali
kepada esensi hidup….Apabila kita memiliki tujuan…dan tujuan itu
semata2 untuk mengharapkan pertemuan dengan Allah semata dan diiringi
doa dan pengharapan untuk bertemuNya…janganlah takut untuk
melaksanakan perintahNya…

Taukah
kita dengan sahabat2 Rasulullah yang selalu membela dan
mempertaruhkan nyawanya demi berada dijalan Allah? Seperti bilal bin
rabah, Sumayah (seorang wanita yang syahid ditusukkan kemaluannya
dengan pedang panas oleh abu jahal)?dan lain sebagainya??…(yaa
itukan sahabatnya rasul….kita kan manusia biasa….—jangan pernah
berfikir seperti itu,bukankah kita memang harus mengikuti teladan2
dari mereka..yang memang suri teladan yang patut kita contoh adalah
Rasulullah saw…yang perlu kita lihat…bagaimana besarnya
pengorbanan mereka yang berserah diri kepada Allah…)…tantangan
karena suami belum mengizinkan kita memakai jilbab adalah tidak
seberapa dengan pengorbanan nyawa yang mereka pertaruhkan…

Sahabat…Hidup
di sini hanya sebentar….sekedar mampir…dan selanjutnya kita akan
melakukan perjalanan yang sebenarnya….perjalanan yang panjang…

Hanya
ada dua pilihan di akhir perjalanan…yaitu surga atau neraka…

Kita
tinggal pilih…dan itu bebas…jika kita ingin memilih surga…ikuti
apa perintah Allah…namun jika kita memilih neraka…ikuti hawa
nafsu dan godaan syetan untuk mencintai dunia….dan kita tinggal
menerima resikonya kelak…

Memakai
jilbab bukanlah suatu keinginan atau tidak…namun suatu
kewajiban….tak ada alasan yang harus dicari untuk tidak berjilbab.

Banyak
seseorang yang mengalami perubahan dalam hidupnya setelah
berjilbab…jilbab bukanlah hambatan…justru diri kitalah yang
menghambat itu semua…

Renungkanlah…Allah
tidak pernah akan menjerumuskan kita…justru kita sendirilah yang
selalu menjerumuskannya…

Apakah
pilihan Anda???

Nb:
Aduh mohon maaf atas tulisannya…sama sekali ga bermaksud untuk
menjudge atau istilahnya menghakimi…tapi justru ini juga sebagai
bahan perenungan untuk diri pribadi…kalo misalnya bawa pake ayat2
Al-Quran..olint sendiri masih terbatas dalam mengerti esensi
kandungannya secara mendalam…apa maksud dari ayat2 tersebut…cuman
yah mungkin olint cuman nampilin beberapa ayat2nya aja, sambil pengen
belajar juga makna bathin yang terkandung di dalamnya…Memang
bener…gak menjamin juga bahwa seseorang yang berjilbab belum tentu
didalamnya baik/ dipancari keimanan(cahaya yang terpancar di dalam
qalb), dan belum tentu juga seseorang yang jilbabnya panjang udah
pasti disebut sholeh..malah terkadang seseorang yang tidak kita
sangka2 mempunyai hati yang baik n gak penuh prasangka buruk atau
mungkin sudah memiliki ketaqwaan (-iman dan amal
shaleh–,sebaik-baiknya pakaian)….tapi kebayang juga…apa kita
berani mempertaruhkan nyawa kita untuk menjalankan perintahNya??
Astagfirullah….Aduh…maaf banget…diri pribadi ini masih jauh,
masih harus banyak taubat…cuman tulisan ini sebagai cambukan
juga…Setiap manusia pasti punya kekurangan…”Ya Allah ampuni
aku atas tulisan ini”…
maaf juga…ga bermaksud apa-apa
ko…kalo ada masukan olint terima dengan terbuka…mohon dibenarkan
jika ada kesalahan…

Wasalam

Dzihni
firuz

Leave a Reply