Archive for September, 2006

Jiwa-Jiwa Mahsyar

Friday, September 22nd, 2006

Isrofil baru saja meniup sangkakala atas idzin-Nya namun suaranya
masih saja menggelegar dan menggetarkan setiap jiwa-jiwa yang mulai mendengar
dari tidurnya yang panjang. “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan
bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar)
berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Qs. Ibraahim(14):48)

Jiwa-jiwa mahsyar berpandangan, terpaku ketakutan.Menelan ludah yang tak berkesudahan.
  Berjalan seakan kehilangan ingatan. Tak terbayang kengerian diantara panasnya
  sengatan mentari yang jaraknya hanya sejengkal di atas ubun-ubun sendiri. Duhai
  Rabbi, inikah tempat yang kau janjikan ? tempat dimana engkau cabut syaraf
  malu dan iba kami. Ketika kami mengasihani diri sendiri diantara butiran-butiran
  keringat yang menenggelamkan tubuh kami. Mengapa ada diantara kami yang kau
  berikan payung penahan teriknya mentari sementara kami kau acuhkan ?

Jiwa-jiwa mahsyar membelalak tercekam. Ketika Tuhannya memberikan Al Qur’an
  di tangan kirinya. Wahai alangkah baik kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku
  ini. Dimana hartaku kini ? Dimana pangkat dan kekuasaanku ? Ah, belenggu di
  tangan dan leherku ini terasa mencekat. Tercekik. Sekiranya hidup hanyalah
  kehidupan kita di dunia saja dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Haus.
  Kering. Mengapa darah dan nanah yang engkau hidangkan ya Rabbi ?

Jiwa-jiwa mahsyar menatap kosong penuh kepucatan. Benarkah hari ini benar-benar
  terjadi ? benarkah kita telah dibangkitkan padahal dahulunya kita adalah tubuh
  yang telah hancur termakan tanah ? Ah, seandainya saja kudengarkan baik-baik
  sebait ayat yang dibacakan seorang teman sewaktu di dunia, “Betulkah
  apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi
  hidup kembali”…..

“Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Rabbnya
  (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: ‘Bukankah
  (kebangkitan) itu benar ‘Mereka menjawab: ‘Sungguh benar, demi Rabb kami’.
  Berfirman Allah: ‘Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari
  (nya).”

Jiwa-jiwa mahsyar menangis tersedu sedan. Ia meratap, terguguk, pilu, menyayat
  hati. Alam masyhar terang namun terasa gelap. Luasnya seluas mata memandang
  namun serasa sesak, menghimpit paru-paru berjejak asap jahannam dunia. Mengapa
  bentuk tubuhku tidak seperti tubuhku selama di dunia ? dan mengapa aku berbaris
  tidak pada barisan manusia-manusia berwajah cahaya ?

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: ‘Wahai
  Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: ‘Pada saat sangkakala
  ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.’ (QS An-Naba’:18)’

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata.
  Lalu menjawab: ‘Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat
  besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.’

Barisan pertama, digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan
  mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:
  ‘Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya,
  maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kedua, digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari
  sisi Yang Maha Pengasih: ‘Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan
  sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan ketiga, mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan
  ular dan kala jengking. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat,
  maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keempat, digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran
  keluar dari mulut mereka. ‘Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual
  beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kelima, digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika
  itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman
  di Padang Mahsyar. ‘Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka
  takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT,
  maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keenam, digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus
  dari badan. ‘Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya
  dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan ketujuh, digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut
  mereka mengalir keluar nanah dan darah. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan
  memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali
  mereka adalah neraka…’

Barisan kedelapan, digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala
  ke bawah dan kaki ke atas. ‘Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah
  balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesembilan, digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata
  biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ‘Mereka itu adalah
  orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah
  balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesepuluh, digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh
  dengan penyakit sopak dan kusta. ‘Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang
  tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesebelas, digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala,
  gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai
  ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar
  beraneka kotoran. ‘Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya
  dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keduabelas, mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar
  laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah
  suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: ‘Mereka adalah orang
  yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka,
  mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka
  sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga,
  mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…’

Jiwa-jiwa mahsyar mencakar wajahnya. Meratap menyesali kesia-sian hidup sebelumnya.
  Berharap waktu kan berbalik walau sedetik dan menjadikannya menjadi orang yang
  paling bertakwa. Atau bahkan menjadikannya seekor binatang atau makhluk lainnya.
  Tak ada pertanggung jawaban dan tak kan ada penyesalan.

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba
  terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah
  kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah
  orang-orang yang zalim. (Qs. 21:97)

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang
  dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya
  dan orang kafir berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah’.
  (Qs. 78:40)

Jiwa-jiwa mahsyar tersenyum penuh kemenangan. Menggenggam Al Qur’an
  di tangan kanan. Bertelekan permadani dan intan berlian. Meminum minuman yang
  menyegarkan dibawah naungan payung yang meneduhkan. Tak ada kesusahan dan kerisauan.
  Yang ada hanyalah keselamatan yang telah Allah janjikan.

Hadith Qudsi: “Pada hari Kiamat Allah berfirman: ‘Pada hari ini
  orang-orang yang berkumpul (di padang mahsyar) akan mengetahui siapa yang termasuk
  keluarga utama.’ Para sahabat bertanya: ‘Siapakah ahli (keluarga)
  utama itu, Ya Rasulullah?’ Nabi SAW menjawab: Mereka itu ialah keluarga-keluarga
  majlis zikir di masjid-masjid” (Hadith Riwayat Ahmad dari Abu Sa’id
  Al Khudri).

Wallohu a’alam.

Sumber :
Alhikmah.Com - Penulis: Abu Saifulhaq Asaduddin
http://www.hajiumroh.com/content.php?id_menu=220&id_submenu=60

 

Testimonial untuk sahabat

Thursday, September 21st, 2006

Assalamualaikum mb..

Ko pa bales-bales blog yah…serasa email yang di posting…pas bacanya O ngeluarin air mata, sedih juga…akhirnya cerita yang rencana kita bikin, mba duluan yg buat(walau di blog)…kalo untuk dibikin sinetron sepertinya jadi best seller, tapi best seller buat kita berdua kali yah…he2..laku buat kita aja mb…orang lain mana ngerti…pas nonton mereka pada komen “sinetron apaan tuh??”…dilakonin ama dua anak manusia yang polos n konyol…hehe…tapi Subhanallah, bener2 Allah menciptakan watak orang yang unik-unik, berbeda satu dengan yang lainnya…dan kebetulan kita dipertemukan…O bersyukur dengan hadirnya teman yang Allah pertemukan ke O…

 

Mungkin emang bener…kalo setiap kejadian yang kita alami, gak bakalan mampu memuat beratus2 halaman tulisan yang kita buat, setidaknya O pengen mendokumentasikan apa yang telah terjadi selama empat tahun pertemanan kita…walau O bukan seorang notulen yang paling baik dalam mencatat kejadian secara detil…

 

Ini bukan surat Cinta antara dua insan yang sedang dimadu asmara (hehe…geli bacanya…) tapi ini sebuah tulisan sebagai ungkapan pribadi untuk sahabatnya.. semoga karena Allah… 

 

Di luar kita, memang rencana Allah itu indah mba…kadang kita melihatnya sebagai benang kusut dari pandangan kita sebagai manusia biasa…tapi di balik itu Who knows…apa yang yang akan terjadi dengan kita akan kehidupan2 selanjutnya…

 

Pertama kali ngeliat waktu kita sekelas pergi ke lembang, dengan wajah yang apa adanya dan ekspresi yang tak dapat ditutup2i…O liat mb sepertinya lagi gak nyaman…disitu O mulai nilik2….”oh itu teman sekelasku yang baru”…(dalem hati…sepertinya mb lg ada masalah) O ga mau nanya yg mcm2 karena kita belum kenal sama sekali, hanya basa basi hambar dengan kata2 seperti orang bertemu untuk pertama kali…

 

Selanjutnya ntah knp kita bisa kenalan dikampus karena ternyata kita sama2 punya teman yg inisialnya “Y”…dari cerita “Y”..obrolan kita bisa nyambung…semester awal yang diisi dengan hura2, keceng mengeceng, main bareng, cari tempat makan, nongkrong bareng di pinggir jalan (kadang kefikiran…mau2nya yah kita nongkrong di jalan yang kalo dulu banyak bus lewat…n knal potnya ngeluarin asep yang bikin NGEBUL….—yah itulah bedak gratisan buat muka kita)…

 

Dimulai dengan perkenalan grup yang kerennya dibilang genk or gap bareng sebanyak 6 orang…pendeklarasian seperti itu yg kita sendiri belum bisa menebak untuk apa manfaatnya…saat itu kita hanya berfikir…punya GAP bareng bikin kebersamaan dalam pertemanan lebih indah n rame (istilahnya—Ga ada lo ga rame—)…

 

Waktu terus berjalan, seiring dengan persoalan yg kita hadepin…anehnya O ngerasa knp O ama mb bs sering bareng…ngerasa aman kalo cerita, ngerasa sepemikiran n senasib…lama kelamaan pemikiran itu kita sadari..dan berusaha untuk berubah…

 

Dari keceng mengeceng, jadian ama lawan jenis yang berakhir tragis n udah di setting kalo pacaran bikin kita panas dingin n demam, pegangan tangan aja dah mikir berapa kali…mau ini salah mau itu salah…sampe ketawa waktu ngedenger mb juga kabur gara2 si doski (-alah-) maen kerumah…hehe… (gpp yah…nulis apa adanya)…-semoga aja itu cuman pas jadian—kalo udah kejenjang yang serius, jangan sampe kali yah…

 

Lama-lama kita ngerasa stuck dengan ini semua…ngerasa masalah yang hadir ga jauh2 dari masalah2 kebutuhan hawa nafsu n syahwatiah kita tentang lawan jenis…Akhirnya waktu itu datang…mb ikut DKM yang awalnya O ngerasa bhw mba dah jalan duluan untuk ke arah itu…beberapa waktu mb dengan wajah tanpa ekspresi menawarkan..”Lint DKM ada keputrian tuh…bisa masak2…Olint pasti suka kan ?”…jujur mb…waktu denger dulu…O
ngerasa kalo ada angin seger yang dateng ke O, walaupun O ngerasa…O
belum pantes untuk ikutan kegiatan2 rohis seperti itu…masih dengan
penampilan yang kayanya belum pantes aja…

 

Lama-lama…akhirnya dengan perasaan “Ga enakan”..(tapi sekarang lg berusaha untuk berkata jujur dengan hati)..akhirnya O masuk juga…dan disana hari2 kita mulai bareng, mulai kegiatan bareng, kalo ada rapat…yah rapat bareng..bla.bla..bla…

 

Inget waktu ospek bareng yang waktu jurit malem kita pernah satu kelompok n akhirnya O sempet nangis gak kuat ama jailan kakak kelas yang semuanya seperti meneriakkan “AYO GOYANG DOMPRET”—alah dalam hati O berkata “TIDAAAK!!!”…disidang ama mereka akhirnya ngebuat O ga nyelesain sampe garis finish..aku lebih memilih menangis GOGOAKKAN (-majas hiperbola-) dibandingkan dengan goyangan yang bikin pingsan kayak gitu…tapi akhirnya mba bisa lebih tegar ngehadepin kakak angkatan dibanding O…

 

Inget Ngospek maba,,,n ceritanya kita jadi panitia(cenah)…karena kita sama2 koordinator(Acara n Medik), kita ngerasa seneng aja dapet HATONG satu2…seenggaknya bisa cucurhatan lewat HATONG…hehe…jadi pengen ketawa..waktu kita cerita2 lewat hatong…panitia lain pada protes..yang akhirnya Mr.“J” negur kita ”HATONG BUKAN UNTUK MAIN2,,apalagi buat CURHAT!!”…hehe..bodor…..ngeliat mb..udah dalam posisi yang bener2 wajah tanpa ekspresi (jadi inget komik kungfu komang-)…waktu itu O teh khawatir ama mb cuman ngerasa aja gimana rasanya beban tugas yang mesti dikerjain, apalagi berhari2 dengan wajah2 kita yang kucel2 n gak pernah mandi selama beberapa hari…tapi dari  sana kita jadi punya slogan baru “NTAR
JUGA BERLALU”..slogan yang bikin kita lebih semangat…apalagi pas
laporan pertanggung jawaban panitia ospek ke alumni..(-semacem sidang
paripurna-)..yang bikin kita junk head abis-abisan…

 

Inget kemana-mana sering bareng, belanja bareng makan bareng…sampe kalo ngeliat makanan kita HOKCAY bareng deh…(syahwat banget…kuat ga bisa ngeliat laki2…tapi urusan makanan…alah itu muka sampe berpaling 90 derajat ke arah makanan..-yang kita bilang…kenapa kita mah malah bisa ngejaga pandangan ama laki2/ikhwan,,tapi ama makanan…eleuh meni susah, apalagi es campur oyen…ehmm)—astagfirullah

 

Sempet ngekost 1 bulan, yang disana kita belajar untuk memahami masing2 karakter…mba yang ga suka bawang, suka pengen jajan kalo pengen makan,O yang pinginnya masak biar hemat, kita sempet berantem gara2 bawang…apalagi mb saking pengen halusnya ngerendos bawang ampe bawangnya item kena warna COET n MUTU, trus bawangnya cuman dikit lagi…hehe—tapi bodor sih mb…,inget mang yoghurt yang di jl. Plered, inget juga jam 12 malem orang lain pada niup terompet pergantian tahun di jalan2, kita dengan hening n sunyi malah nyuci baju n selimut pa peres2 selimut sambil bisik2 n ketawa2 tanpa suara takut ngeganggu tetangga kostan..hehe, masih inget kita sekostan ama ikhwan yang sering bikin kita cengar cengir sendiri..hehe…subuh bangun…kita mah udah dibangunin ama suara murotal kaset beliau…kita cuman bisa berkomen ria…sambil tersenyum2(semoga Allah memberi kebaikan kepada beliau)–inget ama cici, nur, dewi,adik2 disana…hik…hik…-yang kalo mereka maen ke kamar suka ngabring…siang2 panas2an…sampe mba “V” n “I” atau mba “N” yang maen ke kostan kita gak kuat akan aromanya- astagfirullah…yah kita mah pasrah aja…sambil O cari inisiatif ambil Trika (pewangi n pelembut pakaian) buat nyemprot ruangan, biar ga ada omongan panjang tentang aroma ruangan–astagfirullah)…jam tiga pagi masih seger dengan diskusi2 yang gak abis fikir…mb yang suka ngejailin, mb punya ide tukeran baju waktu pergi ke kampus..hehe O mah hayu aja…sampe temen kelas nyadar n nyeletuk…”perasaan bajunya tukeran yah?” hehe…(bener2 gak abis fikir^_^)

 

Sampai kerja praktek (inget k fino, k swear, k gia), kita yang suka malu-malu kambing kalo ada computer yang aneh2 dikit kita cuman bisa papelong2…dengan mengernyitkan mata dan senyum2 tanda cengo…ka fino yang mirip Miki AFI or Indra Bekti yang always sabar ama ke’cengo’an kita (ga tau lemot…ga tau apa…ka fino nerangin…angger kita mah tetep masih cengo tanda gak ngerti)…inget iindiaan n ujan2an bareng(-dulu kita anti bawa payung-), beli chiki bareng….inget ngerjain TA bareng…yang satu mikirin coding…yang satu design mulu…codingnya belakangan..hehe…Tugas Akhir yang bikin kita down n ketawa yang ga puguh…(sindrom TA)…akhirnya kita diingatkan kembali ama slogan ospek kita “ENTAR JUGA BERLALU”…

 

Inget juga kalo gak salah waktu kita dikantin abah…makan gorengan, trus ketemu teteh “S”, waktu teteh ngomong …trus kita ngomong “IYA TEH” tanda ngerti sambil senyum,,…pas teteh “S” pergi…kita sama2 bilang “Teteh ngomong apaan lint?”…eh dikira Olint mb ngerti apa yang teteh omongin…hehe dasar

 

Akhirnya waktu memang berlalu…n kita lulus n wisuda bareng…mb melanjutkan kehidupan mb…mb kerja…. n O nerusin kuliah2 lagi…ngerasa kita masih muda…padahal tanpa kita sadari, kita sedang mengalami saat transisi…

 

Makasih Ya Allah….Allah telah memberikan aku sahabat, sahabat yang menemani, mendengar, mengkritik, memberi masukkan, dan sahabat dalam mengisi perjalanan pencarianku…

 

Mba…makasih udah mengisi hari2 kita dengan diskusi tentang hidup, agama, tentang permasalahan, tentang hal apapun…dari  sana kita bisa belajar…n bukan belajar mengubah
penampilan luar, tapi kita semakin belajar untuk menata qalb ini…(yang
masih diisi oleh GONGGONGAN yang menggelapkannya)..ada senyuman,
candaan dalam kebersamaan kita,,,namun kadang kita menangis bersama…dan
mb tau?…semua percakapan kita,,ada Yang Maha Menatap….semoga kita
bisa menemukan apa yang kita cari…

 

Dan O sempet nangis pas ngebaca blog mb…Maafin O juga yang sering bikin mb kesel, sabar nunggu atas jam karet O,,,O mau jujur ama mb… dulu banget O sempet kesel waktu kita ngerendos bawang(itu aja kesel O n sampe jadi pertanyaan di benak O ’ko bisa sih sampe mba ga suka bawang’—tapi akhir2nya O juga sadar dari omongan mb sendiri ‘kenapa O suka sambel?’..yah berarti kt mesti menghargai masing2- tapi sekarang gak kesel lagi ko…beneran)… maafin O yah…yang suka bikin pertanyaan di benak mb…”O tuh maksudnya apa sih?”, yang kadang suka bikin orang nebak-nebak maksud O apa, maafin O yang waktu dulu banget di jengsu O pernah ngebentak mba waktu mb becanda(pengaruh diri O sendiri yang gak bisa nahan amarah waktu itu)…maafin O atas prasangka2 n Gibah yang kadang O sadar or ga sadar melakukannya)…maafin yah mb…atas semuanya…

 

Dan suatu waktu kita akan dimintai pertanggungjawaban kita kepadaNya…kalo O punya hutang tagih aja atuh yah, kalo O nyakitin mb, jangan dipendem…O ga mau ada seseorang yang terluka tanpa O sadari…O ga ingin juga dituntut suatu hari kelak,mending di dunia ini mb ngomongnya…

 

Dan dalam kedekatan kita…ada yang lebih dekat lagi, yaitu kematian…kalo olint lebih dulu menghadapi itu…O hanya butuh doa dan ikhlasnya…karena O masih seseorang yang gelap mb…kita ga tau jatah usia kita, ajal kita udah ditentukan…saling mendoakan yah mb…semoga ketika meninggal kita dalam keadaan Khusnul Khotimah…amiin

 

Semoga jalan apa pun yang kita tempuh, gak menghalangi kita untuk saling mengisi..tentunya mengisi hidup sebagai bekal perjalanan kita menujuNya….

 

 

 

Terimakasi Ya Allah…^_^

Makasih Mba…(“”,)

 

Wasalam

dzihnifiruz

 

Tugas Wajib

Thursday, September 21st, 2006

Pernah kefikir ga lint (-justru lagi mikirin-), ketika kita lahir n menjadi bayi, kita dikasih makan n ASI, kita pernah mengalami fase balita, fase masuk sekolah pertama, semakin besar kita belajar menghadapi persoalan hidup, kuliah, udah kuliah cari kerja, trus dah cari kerja menikah, jadi istri, punya anak, jadi ibu, ngurus anak, pas ngurus anak besarin anak, anak dah besar mereka sekolah n menikah, waktu terus berjalan, ntar kita jadi tua, punya cucu, jadi nenek, lanjut usia, diurus anak, bla…bla…bla….itu kalo diantara kita mengalami fase seperti itu..mungkin ditengah-tengah kehidupan kita, salah satu dari kita ada yang menghadapi kematian dan belum mencapai fase kaya gitu.

Kadang diantara kita punya keinginan bahkan angan-angan…mencari kerja, mencari relasi, meningkatkan karir, mencari uang, istri cantik or suami cakep, jabatan, bahkan kedudukan, ingin beli rumah sendiri (bukan ngontrak), dah beli rumah ingin ngehias rumah dengan perabotan, udah kepenuhin itu, baru cari mobil, belum cukup mobil, beli motor, kalo uang banyak berfikir lagi buat belanja, shooping, ngurus diri (salon, meni pedi, facial)…ngejabanin factory outlet (FO) satu2, bahkan temen atow tetangga beli alat/perabotan baru… kita jadi ingin ikut2an dengan alasan takut ketinggalan or kalah saing dengan mereka padahal barang tersebut bukan barang yg kita butuhkan, bla..bla..bla

HP baru keluar…ingin beli yang baru,,,sebulan dua bulan bosen…kalo ada uang pengen upgrade n beli dengan keluaran yang lebih baru lagi…keluar ipod pengen beli, Ada sale besar-besaran…ingin beli n ngeborong baju, sepatu, sandal, tas….gak cukup satu sepatu…beli satu jenis dengan berbagai warna-warna untuk dicocokkan dengan pakaian biar disebut Mr/Mrs Matching…(–ya biarin atuh lint kalo ada uang mah–**hawa nafsu yang ngomong mah pasti ngebela buat menuhin keinginan itu semua**)

Sederetan peristiwa yang kita alami itu merupakan suatu fase kehidupan…tapi kefikiran gak sih? Sekali lagi…kefikir ga?, apa kita hidup hanya untuk mengalami fase seperti itu?.Apa kita diciptakan ke dunia ini hanya untuk mengisi hidup dengan keinginan-keinginan yang setelah terpenuhi mencari sederetan keinginan-keinginan lain…yang menandakan rasa ketidakpuasan…terbukti bahwa manusia itu tak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya…(–wajarlah lint…namanya manusia–**alah yg ngomong siapa tuh??** ih kadang didalam hati tuh suka ada pembelaan untuk memenuhi syahwat n hawa nafsu kita)…

Apa manusia lahir ke bumi ini hanya untuk itu??..siapa gitu Yang Menciptakan manusia? trus kenapa manusia diciptakan ke dunia ini? Apa untuk memenuhin keinginan manusia itu sendiri?? Kalo gitu enak banget jadi manusia, bisa berbuat sesuai keinginannya sendiri…mau ini, mau itu bebas…emang bumi diciptakan oleh manusia? Hutan-hutan yang ada tinggal ditebang buat dijual kayunya untuk kepentingan manusia, sungai-sungai yang jernih sekarang keruh, bau n banyak sampah karena manusia…kalo bumi ini memang milik manusia, kenapa kita sendiri ga bisa menjaganya? (minimal banget buang bungkus permen gak dimana2,gak diangkot…), kalo bumi ini milik manusia, kenapa kita ga mampu menghadapi bencana alam?…(-loh ko jadi luas gini topiknya-)

Yah intinya…dibalik penciptaan kita ke dunia ini….pasti ada sesuatu…kenapa kita diciptakan? Untuk apa kita diciptakan?…bukan hanya sekedar untuk memenuhi segala keinginan2 kita aja…tapi diluar itu ada Kehendak lain…Dia lah yang Maha Pencipta…lagian bumi ini milik Nya kan ?….trus yang jadi pertanyaan “Sudahkah kita memenuhi keinginan Sang Pencipta??” (minimal olint aja…udah belum lint???)….

Tugas yang nyata tuh (cari kehendak Sang Pencipta)….PR kehidupan yang wajib dikerjain!!…tapi balik lagi…Rahmat Nya yang bisa menolong olint…olint mah gak bisa apa2…makhluk yang gak berdaya sedikitpun…

Ya Allah….kuatkanlah aku akan ketetapan Mu…Lapangkanlah dadaku dan buatlah aku tersenyum dan bersyukur atas apa yang Allah hadirkan kepadaku…

Semoga kita selamat sampai tujuan…..

Allahualam bis shawab…

Wasalam

Dzihnifiruz

Aku Dimakamkan Hari Ini

Tuesday, September 19th, 2006

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apakah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan …

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka …

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu …

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan …

(Sumber: CD Secercah Cahaya—Tausyiah dan Renungan)

Seribu Topeng

Tuesday, September 19th, 2006

            Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.

            Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya. Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong… jangan!

            Penampilan luar saya kelihatan halus, tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah saya yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktenteraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi saya sembunyikan di diri saya. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya. Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar. Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu saya berpura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina. Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, saya tak berani, saya takut.

            Saya takut pada pandangan kamu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Saya takut kamu memperkecilkan saya. Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya. Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya. Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu diluar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.

            Saya sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya. Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena kamu benar-benar memperhatikan diri saya, hati saya mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, saya dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.

            Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan disitulah harapan saya. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena didalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan saya adalah seorang kanak-kanak.

            Siapa saya, kamu mungkin heran? Saya adalah orang yang betul-betul kamu kenal. Saya adalah setiap laki-laki, setiap wanita, setiap kanak-kanak, setiap yang kamu temui.***

 

(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.5/September 2001)

Doa Yang Tawar untuk Ibu

Saturday, September 16th, 2006

Jam kini menunjukkan 23:53 malam…tujuh menit menuju pergantian hari…Tak terasa semua berjalan begitu cepatnya, beberapa menit tersisa menjelang harimu…

Entah…aku harus berbuat apa…persiapkan doa kah? Atau sekedar membangunkan ibu untuk mengucapkan beberapa kalimat selamat ulang tahun…

Kufikir…apalah artinya ucapan…hanya sekedar formalitas kata…Namun hatiku berkata lain…”Di hadapanmu adalah ibumu…” dan ibu sedang tertidur lelap…

Aku sama sekali tak mempersiapkan apapun….tak ada kado ataupun sepotong kue sedikitpun….anak macam apa aku?!….Ibu tahu? Aku sedang memikirkan ibu….kemarin hanya mengingatkan padamu…”jangan lupa bu…2 hari lagi ibu ulang tahun…”…dan aku hanya sibuk akan kegiatan2ku…..

Dan Jam 00.00 pun tiba….

Ibu…bu….”dan ibuku terbangun … ah kenapa aku membangunkannya??…”Ada apa?” tanya ibu….namun….kenapa aku terdiam??! Mulutku kaku tak berkutik…dan aku hanya menjawab “Banyak nyamuk…tadi kamar belum disemprot yah?…”…dan ibuku melanjutkan pembicaraan untuk menyuruhku memasang anti nyamuk listrik saja…

Ya Allah….kenapa aku tak berkutik sedikit pun…bahkan ibu tak menyadari bahwa hari ini ulang tahunnya….mengapa begitu berat untuk mengucapkannya, mengapa aku mudah memberi ucapan kepada sahabat-sahabat karibku dibandingkan dengan ibuku sendiri…. Sungguh….aku tak berdaya!!…bibirku tak bisa diajak kompromi…dan hatiku saling berbicara tak karuan….aku berhadapan dengan seorang wanita yang telah melahirkanku dengan susah payah…

Dan ibu melanjutkan tidurnya….

Bu…aku hanya bisa berdoa…meskipun dosaku padamu begitu banyak….aku hanya mampu berdoa untuk ibu…Malam ini dan malam-malam selanjutnya…–Semoga ibu….”kulanjutkan doaku…doa yang tawar….dari seorang anak yang banyak menyusahkan dan merepotkanmu….

Dan esok pun tiba….

Hanya untuk mengucapkan selamat saja aku tak bisa??….kenapa??…diri ini begitu sulitnya…..entah aku tak tahu dari mana aku harus memulai…dan ibu sedang melanjutkan pekerjaannya sehari-hari….ibu tahu??…jika aku mengucapkan kalimat itu…aku takut menangis dihadapanmu…aku takut air mataku terlihat olehmu….aku takut mengingat semua yang kulakukan padamu….aku sering membantah ucapanmu, sering tak mendengar perkataanmu, aku sering membuat ibu mengkhawatirkanku ….

Dan pagi hari telepon pun berdering….kudengar dari kejauhan ternyata itu kakakku…dia ingin mengucapkan kalimat itu….dan ibuku tersenyum, dan kecerahan wajahnya menutupi rasa lelahnya…”sekarang tanggal berapa?? Ya Allah….ibu aja lupa kalo hari ini hari ulang tahun ibu…makasih yah…ibu cuman minta doa aja”…kudengar perkataan itu….

Aku pun merasa begitu naifnya, kutemui ibu dengan segenap kekuatanku…”Ibu aku ingin mengucapkannya dari tadi malam….Bu…aku takut menangis, jika ibu lihat aku menangis…aku takut ibu sedih…aku tak ingin ibu melihat air mataku…–”– …Dan aku hanya bisa mengeluarkan kalimat “Ya ampuun….ibu ulang tahun?Selamat yah bu….ibu mau hadiah apa? Aku belum bisa kasih hari ini bu…insya Allah kalo ada rejeki…” kucium tangan yang indah itu dan kedua pipinya…dan ibu hanya berkata dengan senyuman.”Ibu gak minta apa-apa dari kalian….ibu hanya ingin anak-anak ibu jadi anak yang sholeh dan sholehah….yang mendoakan ibu waktu ibu ada dan ketika ibu udah gak ada lagi di dunia…biar ibu selamat di dunia dan di akhirat…doain ibu selalu yah”….dan aku hanya tersenyum..”Iya..bu insya Allah…doa yang terbaik dan kehidupan yang berkah untuk ibu”….aku pun pergi ke kamar, dan air mataku berlinang….

Hanya doa dari anak-anak yang soleh dan sholeha yang ibu minta…bukan materi ataupun harta sedikitpun….dan aku hanya menangis…”Bu….doakan aku…agar aku menjadi anak yang sholeha ya….yang bisa berbakti disisa-sisa usiamu….”…dan air mataku tak terbendung lagi….tanpa ibu tahu…aku hanya mampu memberikan doa yang tawar untuk ibu di setengah abad perjalananmu….

Maafkan aku ibu….

Qs Maryam 19:33

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali

“Walaupun seluruh harta beserta dunia aku persembahkan untuk ibu….itu semua tak mampu untuk membayar semua kasih sayang yang ibu berikan untukku”

Dari seorang anak yang selalu mengecewakanmu….

Wasalam

DzihniFiruz..

Sang Patriot

Friday, September 15th, 2006

Jika
sang patriot mampu menunggangi kuda pacuan …

Dan
jika Sang Raja pun mengizinkan…..

Mungkin
aku akan berusaha terus menjadi penunggang kuda yang berjalan dalam
arah…

Kalau
aku tahu akan lintasan perjalanan…

Aku
ingin selalu mengajaknya berjalan dalam lintasan yang penuh akan
lika-liku…

Walau
sulit aku akan terus berjalan dengannya atas sepenuh hati Sang
Raja,,,

Namun
aku harus tetap menjadi pengendali kudaku…

Dan
ketetapan Sang Raja adalah Absolut…

Tak
ada sedikitpun  yang mampu berspekulasi akan keputusan…

Bisakah
kita berjalan ??

Dan
aku yakin….

Semua
insan mampu berjalan jika memang seruan itu datang dalam setiap
kehidupannya…

Yakinlah….

Masing-masing
dari kita adalah penunggang kuda yang tak banyak tahu akan eksistensi
dirinya…

Dan
aku tak pernah memiliki apa pun…

Hanya
sebuah harapan….

Semoga
kita menjadi penunggang kuda yang sempurna,,,

Dan
masa kan menjawab ini semua…

Jika
benar kita berada dalam garis lintasan yang sama…

Aku
ingin menjadi seorang manusia yang utuh bersama sang patriot…

Namun,
jika lintasan itu berbeda, aku akan selalu mengisi semua itu dengan
doa…

semoga
sang patriot selamat sampai garis finish…

 

note:

kendaraanmu
membawaku untuk mengajakku ke suatu tempat yang membuatku nyaman dan
aman…

Wajah
sang patriot yang begitu ceria…

 

Segala
Puji Hanya Untuk Allah…..

 

Effect Rok MINI–buat Laki2 n Perempuan..URGENT

Friday, September 8th, 2006

Baru
kemarin denger cerita dari temen kampus…

Ceritanya
begini…. :

Itung
aja 5 sampe 6 orang mahasiswa satu angkatan ngekost bareng di sebuah
rumah milik salah satu dari mereka, pindahnya sih baru-baru
ini…mungkin karena masing2 ngerasa kesepian (sebelumnya beda
kostan) n butuh tatih tayang (kasih sayang)…akhirnya mereka sepakat
buat gabung di rumah salah satu dari mereka tsb…

Yah
sebenernya sih gak menyudutkan kaum laki-laki…tapi tau kan kalo
naluri laki-laki tuh kalo udah gabung seperti apa?? (–eit…tapi ini
gak semuanya laki2 loh…mungkin sebagian kecil or besar)…dari
cerita kemaren yang pengen olint ceritain, kalo ternyata cowok itu
kalo udah gabung…suka bikin kekonyolan2, apalagi kalo menyangkut
kaum hawa alias perempuan…(yah cukup mereka aja yang kayak
gitu….semoga gak untuk kaum adam yang lain)…

Kebetulan
kemarin hari kamis…salah satu dari mereka sebut aja namanya
“dadang” lagi saum sunnah yang biasa disebut saum
senin-kamis…sebenernya gak muji dadang sih (hehe—maaf dunk
^_^)…cuman jarang2 ada yang mau saum diantara temen2 yang gak pada
saum…

Ceritanya
belum selesai….

Sejam….dua
jam….tiga jam…..sampai menuju jam 3 sore…(bayangin…dari pagi
dadank dah ngelewatin berjam2 atas saumnya itu—sebenernya gak baik
ngitung jam sih)..Nah..kebetulan sore itu mereka pada niat untuk
pergi ke suatu tempat perbelanjaan,,itung2 ‘jalan-jalan’
istilahnya…yah konsepnya sih alesannya makan…tapi substansinya
itu…”-NGECENK-”…

Emang
sih cerita kayak gini dibilang wajar buat kita, soalnya kita dah
sering denger..kalo kaum laki2 bersatu…wuiihhh udah deh…(eit…sekali
lagi!! Ga semua laki2…tenang aja…ntar pada protes kalo olint
bilang semua laki2…percaya ko gak semua kayak gitu)….

Udah
deh mereka duduk… n pesen cakue beberapa
porsi…TIBA-TIBA…eng..ing…eng….(di situ cuman dadang yang lg
saum)…

Kalo
kaya disinetron sih…ada cewek….padahal disitu ga ada kipas angin
(–kan kalo disinetron ada cewe cantik lewat…pasti rambutnya kayak
seliwir2 terbang gitu…bak model yg lagi jalan di cat walk)…Nah
kebetulan si cewe itu gak lewat sih…cuman udah ada disana…dan
yang paling GUBRAK nya itu…tuh cewek pake ROK MINI…wah gimana ga
bulet mata2 para cowo…nambah aja ijo ngeliatnya…

Disitu
wowo perhatiin dadank…dalem hati nilik2 “wah dadang ngeliat si
cewe…
”…wowo terus aja perhatiin dadank…trus lama dadang
langsung merenung (ntah merenung apa..)…yah tiba2 aja wowo
ngegodain dadang…”eh dank…mikirin apa….ayo lagi puasa!!
Batal woyy!!”
…wowo terus aja ngegodain dadank…”dank…tuh
cewe…blablabla….”
semacam kalimat yang menggoda gitu…yang
akhirnya membuat dadank…..BATAL saumnya….yah sebenernya ga pantes
untuk menjadi bahan tertawaan…tapi pas denger ceritanya, kebanyakan
jadi pada ketawa….

Sangat
disayangkan…yah kalo aja dadang tau, kalo ngeliat itu dan berfikir
macem2 yah mungkin bisa mengurangi nilai saumnya,,,tapi gak sampe
ngebatalin saumnya kecuali ada berbagai alasan yg membatalkan
saumnya…

Trus
kemaren juga temen mereka yang lain….yah ceritanya mau cuci
mata…karena ada cewe lewat…dia ngomong ”eh…ada cewe tuh!!
dia liat terus tuh cewek n sampe mungkin lehernya berputer 90 derajat
ke arah tuh cewe….TiBa-TiBa…”TUUNNNKK”…Tiang listrik
ditabrak, yah kaya di iklan ‘Mizone-be hundred percent’..dah
deh fatal jadinya…(sebenernya gak boleh diketawain sih…cuman
denger cerita2 wowo, jadi pengen ketawa..hehe)…

Ada
lagi cerita, sebut aja namanya faher…hehe (nama yang aneh… :P,
namanya juga nama samaran)…kebetulan faher  tuh bawa
cewe…rencananya mo lari ke gazebo…yah tau lah…cowo..hehe…ga
pengen lemah dihadapan wanita…

Akhirnya
faher nekat lari 3 keliling gazebo (padahal sebelumnya ga biasa lari
/ olah raga)…tuh cewe nanya “aa masih kuat ga”….yah
faher jawab sambil ngos2an “Kuat-kuat…tenang aja neng…”….hehe
jadi pengen ketawa…trus ditanya lagi cwnya…(yah gak salah juga
cwnya faher nanya…abis mungkin mukanya faher dah diambang limit
kecapean)…tapi faher tetap aja bilang masih kuat
lari….puncak2nya…mereka lari ke arah museum geologi…wah itu
mah…hehe…akhirnya faher TUMBENK alias pingsan n kejedot lantai
beton sampe keningnya benjol n memar…

Ya
Allah….(pengen ketawa hehe…tapi da udah ketawa…hehe  ^_^).
bodor juga ceritanya…bangun2…faher cerita kayak yang disinetron
gitu…didampingin ama cwnya dengan samar2 “aa…aa…”…yah
mungkin faher langsung jawab “aa ada dimana neng?”….cewenya
jawab “aa tadi pingsan”…blablabla…hehe10x…

Ada-ada
aja ceritanya…coba kalo diterusin kalimatnya faher “asal neng
ada disamping aa…..aa mah rela neng kejedot juga…demi neng
tersayang
” hehe…aduh bodor banget…

Sebenernya
sih konyol juga ceritanya…n bodor banget…tapi sekarang kita bahas
soal cerita di atas

Yah
ini kesimpulannya…Serius….

Ternyata
kaum hawa memiliki dampak yang besar untuk kaum adam
…effect nya
aja bisa ngerubah segalanya…yah ambil contoh yang dadank
tadi…berjam2, dadank tahan untuk laper, tahan haus…padahal bisa
dibilang buka puasa tinggal beberapa jam lagi…karena ngeliat
cewe…akhirnya dadank batal…( siapa yah yang make rok mini
itu??…seandainya cewe itu tau…dengan kostumnya bikin efek yang
besar ke cowo yang ngeliatnya…)…yah mungkin bisa aja ngambil
alesan “cowoknya aja tuh yang gatel n ga tahan ngeliat yang
seksi…ya salah mereka lah..
”..yah sebenernya sih kita jangan
sampe nyari siapa yang salah…atau menghakimi orang…tapi sebelum
kesana kita belajar menjadi cermin untuk diri kita sendiri aja
dulu…apa yang kita lakukan akan mengakibatkan dampak yang baik atau
buruk ke orang…kalo kita cari siapa yang salah or bener
juga…mungkin masing2 akan membela dengan alasannya tersendiri…tapi
menurut olint sih orang melakukan sesuatu belum berarti dia
paham…contoh aja kalo cewe itu paham dengan pake rok mini dampaknya
bisa bikin orang lain batal saum…pasti cewe itu gak akan pernah
pake rok mini…atau kalo paham dengan landasan yang emang seharusnya
tidak diperbolehkan mempertontonkan aurat..pasti cewe itu bakalan
pake rok yang lebih tertutup…nah apa mungkin karena tanda seseorang
belum paham?…

Laki-laki
memang diberi kelebihan tanda kutip dalam hal yang bersangkutan
dengan kaum wanita (fantasi atau imajinasi sih??)
…misalnya kalo
laki2 ngeliat cewek cantik…kepalanya aja bisa berputer 180
derajat…mungkin 360 derajat (ngaco ah olint mah!!), imajinasinya
juga udah bermain…apalagi pernah denger baru ngeliat sepatu
aja…udah mikir yang aneh2 tentang perempuan itu (alah…masa??!!
Yang bener??!!—-eh asli ko…cerita ini olint denger temen…dan
kebetulan temen itu punya temennya lagi…hehe…dan ini pengakuan
dari seorang laki2 sendiri )..

So
What Must We Do? (For Kaum HAWA):

  • Belajar
    Jaga Diri Yuk
    …–emang kayak gimana sih jaga diri tuh?? Apa
    harus bawa pedang n  tameng ditambah berkostum baja kaya perang???
    Jadi kalo ada laki2 nakal kita siap
    perang…watchaaauuu….ciaaaat…!!—ups!! Ga gitu lah…yah
    minimal ga caper( cari  perhatian)…jaga sikap n tingkah laku…

  • Belajar
    Berbusana Sesuai Landasan Pedoman hidup Kita (Al-Quran)…
    Qs
    al-Ahzab 33:59

    Hai
    nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan
    istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
    ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih
    mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah
    Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

    Mending
    Rok Mini atau Karung Goni?? ga dua2nya kan…. yah mungkin dari
    berbusana yang tidak mengundang something yg kelepek2…siapa tau
    tanpa kita sadari dengan cara busana kita berdampak baik or buruk ke
    orang..tertutup juga ga rugi ko…malah banyak untungnya….

  • Menjaga
    Pandangan

    Bukan
    berarti nunduk terus kerjaannya…ntar nabrak lagi…hehe
    (pengalaman) tapi fungsi     pandangan kita yang mesti dijaga…kalo
    buat laki-laki lebih dari itu…menundukkan pandangan…bukan
    memundukkan kepala…beda

  • Hijrah
    Yuk…

    Belum
    ada kata terlambat ko….pengen disayang Allah?? Sama kalo gitu….yah
    walau namanya hidayah itu bukan kita yang mengatur….tapi atas
    kehendak Allah…
    Belajar
    Menata Hati

          Qs
Al-Baqarah 2:284

 “….Dan
jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu
menyembunyikannya,      niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan
kamu tentang perbuatanmu itu……”

tidak
mengedepankan amarah…menjauhi prasangka…misalnya nih… kita pake
rok mini baju di    atas bujel…trus naek angkot…di depan ada
cowo….kerjaannya ngeliatin kita terus…sebelum kita marah ke cowo
itu…liat dulu…apa mungkin ada yang salah dengan kita??eh
ternyata difikir2 emang salah….ya udah turun aja dari angkot….cari
warung terdekat…siapa tau disana ada spanduk iklan….cabut aja ama
kita, eh tapi minta izin dulu ama ibu warungnya…yang sopan
mintanya…kalo kata ibu warung boleh…langsung tutup aja yg
kebuka2 itu…..kalo ga boleh…berdoa aja…semoga Allah ngasih
hidayah ke kita…buat besok ga pake rok mini lagi atau baju
singset or lekbong (kelek bolong) lagi ah…

  • Sebenernya
    masih banyak lagi sih…
    .

 

Note:

Afwan
(Serius!!)…kalo tulisan ini bisa buat tersungging temen2 yang
tersinggung…dan maaf juga kalo terlalu fulgar,, tapi yah…ini hanya mengulas fenomena yang terjadi di sekitar kita…sungguh…diri ini
juga masiihhh jauuuuh banget dari kesempurnaan….minimal mah ada
niat memperbaiki…
Astaghfirullahalladzii
laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiik

…Mohon ampun kepada Allah…kebenaran yang Haqq hanya milik
Allah…dan kekhilafan ada di diri pribadi….kalo ada yang lebih
tau…boleh donk sharing2 ke sini…jazakumullah…

Wasalam

Dzihni
firuz ^_^

 

 

Sang Mawar :)

Friday, September 8th, 2006

Tentang
setangkai mawar…

kukira mawar itu masih melekat wanginya…setelah
sekian lama ku tak melihatnya…kupandangi, dan mawar itu terlihat
layu…

Masih
ku ingat dahulu…waktu itu mawar yang berwarna pink muda yang segar
itu masih kokoh tertanam di sebuah taman yang penuh anak
ilalang…setiap harinya, tak pernah terlewat pun kumbang2 selalu
singgah di putiknya…

Aku
memang bukan pengagum bunga,,namun setelah teman2ku bercerita
berbagai hal tentang mawar itu, aku menjadi tertarik akannya…memang
tak salah…aku sendiri jadi menyukainya…karena walau tertanam
diantara ilalang pun, sang mawar masih menampakkan keindahannya…elok
dipandang, segar dihirup, dan membuat nyaman ketika kita berada
didekatnya…

Indah”…itulah
yang pantas untuk sebutan bagi sang mawar…dua tahun lalu, setiap
pagi bunga itu selalu merekah dan mengembang dengan bagusnya…mungkin
karena cukup sinar dan air yang menjadi supply makanannya…

ehmm…segar
ketika kuhirup wanginya…ku akui…memang bunga itu pantas untuk
disukai oleh banyak kumbang, bahkan orang2 yang melewati taman itu
pun sempat singgah untuk sekedar melihat bunga itu…mawar itu
sungguh beruntung karena eloknya…namun, tahun-tahun terlewati…dan
kemarin ku dikejutkan oleh layunya bunga itu….

Dimanakah
mawar yang berseri itu??
Satu persatu daunnya mulai mengering,
bahkan kelopak bunganya pun sudah hampir layu…aku pun tak bisa
menyelami, apa yang menjadi penyebabnya… bahkan setahun terakhir
ini, teman2ku yang selalu pergi ke taman tak bisa menjangkau si
mawar,,,karena taman itu telah terpagari oleh pemiliknya…tak
terurus…dan ilalang pun semakin menutupinya….

Teman2ku
yang lain pernah bertanya,, “siapakah yang memagari bunga itu?
Kalau memang dia pemiliknya,,,mengapa mawar itu dibiarkan
layu??…
”..baru saja kemarin aku pergi ke taman itu…untuk
mencoba menaiki pagar dan meloncat kedalamnya,,,ingin kulihat
keadaannya…penuh semak dan ilalang yang menghalangi, dan akhirnya
kutemui mawar itu…siapa tau aku bisa memindahkannya ke tempat lain
yang lebih aman…tapi,,,apa yang ku harapkan tak sesuai dengan
keinginan….dan hanya kata yang terucap “sudah terlambat….”…

Kini
aku hanya mengenangi mawar layu yang kini berada ditanganku….apa
yang kuharapkan…tak terjadi…mungkin suatu hari ada mawar
pengganti dirimu…atau mungkin dirimu akan ber-reinkarnasi
kembali…ah sudah lah….hanya rahmat Tuhan yang bisa merubahnya
kembali…dan aku akan menyimpan mawar layu itu ditanganku,,,namun
mawar yang elok itu akan selalu berada dihatiku….

For
: My pretty friend

Amazing!!…ketika
kutulis sang mawar,,,dan ternyata kamu menghubungiku….:) ko bisa
yah???

Semoga
Allah selalu memberikan kebaikan untukmu…temanku yang cantik dan
lugu

Wasalam

dzihnifriuz

Malsya Si Kecil

Tuesday, September 5th, 2006

Ate
yin….BAA!!
”…ketika dia hendak mengeluarkan kepalanya dari
baju yang dipakaikan setelah mandi…maksudnya ingin
mengagetkanku…dan aku hanya berusaha kaget “Duuh…kaka…bikin
kaget aja
” dan dia tertawa dengan renyahnya…

Keponakanku
yang satu ini memang lucu dan bikin gemas…

Arcylla
Malsya Tiffanie…

Setiap
ku Tanya…”namanya siapa?”dia langsung menjawab“Kaka…”..

Cylla
paling senang dipanggil kaka…padahal tak ada seorang pun yang
mengajari dia untuk dipanggil “Kaka”

Ntah
kenapa sikecil ini membuat ayahku yang menjadi kakeknya selalu
menyayanginya, bahkan akupun kalah dekat dengan Cylla…

Tingkah
lakunya yang selalu menggemaskan…apalagi ketika ku berusaha untuk
mengajaknya tidur siang…dia yang bersemangat bercerita…bla…bla..bla
yang kadang kata-katanya sering ku tak mengerti…

Aku
bingung dan spontan “Kaka ngomong apa??…” dengan
perkataannya yang panjang dan bersemangat itu akhirnya ku potong
tanda tak mengerti…namun luchunya dia langsung menggerutu
“iiiih!!!” diiringi dengan bibir merahnya yang cemberut tanda
kesal…hehe…aku sih hanya ketawa aja…sempat suatu hari aku
pernah kebablasan tidur mendahului dia yang diajak tidur siang, dan
tiba-tiba dia menyubit pipiku dan seraya bilang “iiih!!…emmez!!
(–maksudnya Gemes)”..
langsung tiba2 aku dikagetkan dengan
cubitan sikecil yang gak kira-kira kerasnya…kaget sekaligus
ketawa…Cylla2…(yang gemes tuh tante olint ama Cylla)…

Mungkin
umur yang baru beranjak 2 tahun 3 bulan ini saatnya dimana sikecil
menyerap semua perkataan maupun tingkah laku dari sekitar…

Malam
ini tiba2 aku terinspirasi untuk menulis tentangnya…dan dia sedang
tidur di kamar sebelah…dengan posisi telungkup dan pipi yang chubby
dan bibir yang bikin gemes…

walaupun
lagi masa2nya hiperaktif…yang terkadang membuat orang2 yang
mengurusnya merasa kewalahan…namun kami sering terhibur dengan
ulahnya yang sangat konyol…

Pernah
suatu saat ketika Si kecil menatap cermin…dan Cylla langsung
tertawa terbahak2…”hahaha..cama (-maksudnya sama)” dia
menunjuk ke cermin bahwa ada sosoknya yang sama dengan
dirinya…–polosnya dirimu…

Banyak
sekali kejadian yang membuatku belajar dari si kecil…

Pengorbanan
seorang anak bila dibandingkan dengan pengorbanan seorang ibu tak
akan sanggup walaupun seluruh harta isi dunia ini kita berikan kepada
ibu…

Dari
Cylla…aku bisa merasakan…bahwa menjadi seorang ibu memang butuh
kesabaran, seorang ibu butuh keikhlasan, dan seorang ibu butuh
ketulusan untuk mengurus anaknya…walaupun sifat itu mungkin muncul
dengan sendirinya ketika kita kelak akan menjadi seorang
ibu…(–eit…bentar…Cylla itu bukan anakku, tapi gpp juga sih
dibilang gitu…) tapi ketika sang ibunya pergi kerja…dan Cylla
memang dititipkan di rumah bapak aki (panggilan sang kakek)…yah
dari sanalah Cylla memberiku pelajaran…

Kalo
sedang menangis, aku tak sungkan2 untuk bercerita apa saja untuk
mencari perhatiannya…”eh…kaka….tau ga..…ada cerita…ada
puteri raja…bla…bla…bla
”…yang kadang cerita itu tak
sama sekali dia gubris…dan lebih senang untuk menangis dan terus
menangis…dan akhirnya aku harus mengganti topik untuk mencari
perhatiannya…”kaka…mau liat bulan ga…ih diluar bulannya
bagus…bla..bla..bla
”…dan…alhamdulillah…akhirnya dia pun
mulai berhenti menangis dan tiba2 mengajakku berbicara seperti
normalnya “uwan intang…???”(-maksudnya bulan
bintang???)…dan akupun mengajak dia untuk melihat bulan di luar
rumah…dan cylla pun melupakan tangisannya…

Ketika
adzan tiba, Cylla pun bilang “Alloh…(–maksudnya menandakan
kalo tandanya mau sholat)
” dan cylla terkadang sangat semangat
ketika ku ajak untuk sholat…walaupun gerakkannya terkadang
membuatku menggeleng2 kepala sambil tersenyum….sebelum sholat dia
ingin dipakaikan mukena…dan akupun mengambil kerudung/jilbabku
untuk dipakaikan kepadanya…dan dia pun memulai kegiatan menurut
keinginannya…yaitu sholat….ketika berdiri langsung sujud sambil
kejeduk kepalanya ke lantai…tapi tak terasa sakit…setelah sujud
berdiri lagi, lalu ruku…dan begitulah yang dia kerjakan…walau aku
senang, cylla setidaknya mengikuti gerakan sholat walaupun belum
sempurna dalam gerakannya…

Setelah
kami sholat…dan dia pun diajarkan untuk berdoa…dan mengangkat
kedua tangan kita untuk berdoa…dan diapun sambil melirik2 ingin
mengikuti gerakan sambil dia menambahkan doanya..surat yang dibaca
untuknya adalah Al-fatihah, namun dia hanya menyuarakan dan mengikuti
bacaanya diakhir ayat….

Dibanding
aku, ayahku sangat akrab dengannya…karena terkadang ketika ayahku
pergi, beliau selalu mengajak cylla ikut, memberinya jajanan yang
memang anak kecil paling suka diberi jajan,,,dan malah ketika dalam
keadaan stuck n menangis setelah bangun pun tangisan cylla cepat reda
karena “bapa aki” nya…..yah sambil menangis,,,dia memanggil
kata “mamah”, kalau mamahnya sedang kerja alternative ke dua yah
kakeknya… “Bapaaaa akiii….hik…hik…hik…huaaaa…bapa
akiiii…
” dan ayahku pun beranjak untuk menenangkannya….emang
kalo sudah ampir tiap hari diajak bapa aki, itulah yang bikin cylla
dekat n akrab dengan ayahku…

Sedangkan
ibuku atau neneknya….paling senang mengajaknya keluar untuk
bersepeda dan menyuapkan makan pada sore hari…karena jujur, aku
paling susah keluar untuk mengajak cylla…soal urusan keluar rumah
dan bermain, yah mamahku yang paling senang mengajaknya…

Banyak
sekali kepolosan2 yang dia lakukan yang tak bisa kutulis satu
persatu…polos dan masih belum banyak dosa…tapi susah juga sih
ka…yang namanya dunia pasti nawarin yang bagus2 bikin
tergiur…makannya kaka mesti bisa jaga diri yah…terus berdoa sama
Allah minta diberi bimbingan….(eh olint teh!!…cylla kan baru umur 2 taun…dah diajak ngobrol seperti itu)…yah tapi luchunya cylla
dengan serius mendengarkan apa yang kukatakan…bahwa Allah itu Maha
besar,,,yang Menciptakan angin, yang Membuat Hujan…dan suatu saat
cylla pun terlelap tidur….walau aku mengira mungkin cylla tak
mengerti dengan apa yang aku ceritakan…

Cylla..moga2
Cylla jadi anak yang baik yah…anak yang sholeha….salam sayang
dari ate yin ^_^

ketika
para pendatang singgah kemari..kami berucap syukur atas
kedatangannya…’selamat datang’ orang baru…anda akan mengalami
berbagai macam rintangan…namun kami salut…Anda masih lebih dekat
denganNya…karena pada mulanya anda hanya sebuah kertas putih yang
kosong…maafkan kami atas semua pengisian yang telah mencemari
putihnya kertasmu”

 

Wasalam

dzihnifiruz