Dinding yang Berlumut….

AssWw…

Beberapa
minggu ini aku tak lagi mengetik sesuatu…namun pagi ini aku
meniatkan diri untuk itu.

Bulan
yang sangat berbeda, kesempatan yang tak pernah kuperoleh sebelumnya
Memang aku kini semakin yakin,,bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan
kita itu adalah atas izinNya…semua hanya bisa memuji apa yang ada
dalam topengku…tapi tak seorang pun mengetahui apa yang berada
dibalik ini..Sungguh pengalaman yang tak akan aku lupakan…Carilah
orang yang mengetahui diri kita melebihi kita sendiri…

Dinding
yang Berlumut….

Sudah
21 tahun aku tinggal di daerah perkotaan, suatu komplek perumahan
yang cukup membuatku nyaman untuk aku tinggal-i… dikota ini lebih
maju, teknologi lebih mutakhir,bangunan kota pun berjejer di
mana-mana, mall-mall, tempat perbelanjaan, sehingga apa yang aku
butuhkan aku tinggal pergi ke tempat itu. Aku cenderung menyukainya,
karena fasilitas yang aku inginkan selalu tersedia…bisa dikatakan
aku lebih mengenal daerah perkotaan. Aku sama sekali tak mengenal
bagaimana suasana pedesaan yang apa kata buku yang kubaca,
menceritakan suasana yang tenang dan masih natural,,karena aku
sendiri sudah dicekoki semua yang berbau kota…


Kata
kakekku dulu sewaktu aku kecil, rumahku sangat bersih, cat temboknya
masih terlihat putih dan cerah, hingga semakin berjalan waktu dinding
tembok dihalaman rumah selalu kena hujan lama-lama tembok itu semakin
berlumut. Aku tak pernah menghiraukan sama sekali. Setiap aku pulang
ke rumah dari aktivitas2 perkotaanku, aku hanya menjumpai tembok itu
mulai ditumbuhi lumut..Sebenarnya aku menyadarinya namun sama sekali
aku tak menghiraukannya, tak ada inisiatif untuk membersihkan tembok
itu. Bagiku ini bukan suatu masalah yang serius…

Suatu
tahun, sekitar tahun 2003, teman-temanku berkunjung ke
rumahku..Mereka bilang rumahku cukup enak untuk menjadi tempat
tinggal, hanya saja mereka memberi saran kepadaku kalau halaman
rumahnya coba ditanami oleh rumput dan hiasan2 bunga agar terlihat
lebih hidup. Dan aku pun mengikuti saran dari mereka..Aku mulai
menanami rumput ke tanah yang masih kosong oleh sesuatu yang berwarna
hijau, dan pot2 bunga..Menurutku saran mereka adalah suatu ide yang
bagus. Dan tiap sore aku selalu menyiraminya…

Tahun-tahun
semakin berlalu, ketika orang2 berkunjung ke rumahku, mereka hanya
memuji akan halaman rumah yang telah ditumbuhi oleh bunga2 yang
berwarna-warni…bahkan aku pun semakin terbuai dan lebih bersemangat
untuk semakin memperindah halaman rumahku..Namun dalam hatiku
sepertinya hal itu tak perlu lagi, karena secara kasat mata halaman
rumahku sudah cukup enak dipandang,,setiap malam aku duduk di koridor
teras rumahku. Aku memandangi halaman yang diterangi oleh lampu
taman, sehingga terlihat indah dalam pandangan…Aku berkata dalam
hati “ternyata indah juga jika dihiasi dengan tumbuh2an”…aku
berfikir sepertinya ada yang kurang dari sekitar namun aku tak
menemukan solusi.

Hingga
keesokan haripun tiba, Seorang bapak tua datang mengunjungi rumahku,
aku tak mengenali beliau sebelumnya, hanya saja wajah sang bapak tua
terasa tak asing bagiku..Ketika ku duduk di koridor teras
rumah…Beliau hanya mampir dan berkata padaku

Bapak
tua
:
Assalamualaikum Dek,,,halaman rumahnya indah
sekali,,,,

Aku : Waalaikumsalam
wr wb,
Terimakasih pa…Silakan masuk (–dan
bapak tua pun masuk n duduk–) pa…menurut
saya malah sepertinya ada yang kurang pa…justru ada yang perlu saya perbaiki, tapi saya tak tau apa itu

Bapak
tua
  : Boleh bapak kasih saran dek?
Aku : dengan
senang hati pak..apa itu?

Bapak
tua
: Adek lihat…halaman ini sangat indah, rumput tekinya
hijau dan segar, terasa bau tanah yang selalu disiram..pot bunganya
berjejer dengan warna bunga yang bermacam2, ditambah sebuah
lampu taman  yang sederhana namun pas untuk disimpan di sana…

Aku 
 : Ya
pak…setiap hari memang saya menyempatkan diri untuk menyiramnya.

Bapak
tua
: Apakah adek lihat?…dinding itu?? (–bapak
tua pun menunjuk kepada dinding yang berada di daerah samping
koridor–)menurut
bapak dinding itu berlumut…dan sangat lembab..adek tau? Lumut itu jika dibiarkan akan merusak pori2 dinding, bahkan bisa merembes ke dalamnya…kalau adek biarkan selama bertahun-tahun..mungkin
dinding itu akan rapuh dan rusak.

Aku
  : Ehmm…benar
juga pak…ga enak dipandang,,,tapi kenapa saya tak penah menyadarinya yah pak…jadi apa yang harus saya perbuat?

Bapak
tua
 : bersihkan dinding itu dari lumut…kerik dan amplas
sampai halus, kalau bisa adek cat agar bersih,,sehingga jika
dinding itu bersih, bapak yakin, insya Allah rayap atau binatang
lain pun tak akan merusaknya.asal adek bisa menjaganya..

Aku : ehm…pa
terimakasih sarannya…sungguh sangat bermanfaat bagi saya…bertahun2 saya mencoba memperindah taman ini, namun karena
izin Allah telah mempertemukan saya dengan bapak…saya tersadari
oleh kalimat bapak…saya pun harus membersihkan dinding ini dari
lumut yang menutupinya…terimakasih pa :)

Dan
perbincangan pun berakhir,,Bapak tua pun pamit dan pergi entah
kemana…
Dialog
yang cukup singkat, namun atas izin Allah aku dipertemukan oleh bapak
tua itu…

Terimakasih
Ya Allah, atas kesempatan yang Allah berikan padaku…

Semua
melihat indah dengan kasat mata…tapi hanya orang yang DikehendakiNya yang dapat
melihat dengan penglihatan yang sesungguhnya…

 

Wasalam

dzihnifiruz

 

Leave a Reply