Archive for April, 2007

Nge-Post again!!

Wednesday, April 25th, 2007

Dah lama ga nge post lagi di FS, jd kangen…tapi yg jadi pertanyaan.."kenapa tulisannya semakin ke sini semakin urdu yah lint?"hehe….maklum ngopy dari blog yang satu lagi, tp gak ngopy semuanya banget..n ngopynya malah dari update-an baru ke yang lama…
semakin urdu…hehe walemp (wajah lempeng) aja…

nokia 7650…Haapeeee deeeh!! (appa sih…olint!!!)

Keajaiban Hati

Wednesday, April 25th, 2007

Keajaiban Hati

   

   
    
   

Fungsi Hati

Hati
merupakan bagian yang paling esensial, yang paling penting di dalam
diri manusia. Ia adalah raja bagi seluruh diri manusia. Hatilah yang
bisa membuat manusia menjadi manusiawi, pusat dari kepribadian manusia.
Dan karena manusia terikat dengan Allah Ta’ala, pusat inilah tempat
mereka bertemu dengan Allah Ta’ala.

Rasulullah SAW bersabda.
“Dalam diri manusia itu ada segumpal darah, yang apabila baik maka baik
seluruhnya, tetapi apabnilaburuk makan buruk seluruhnya, itulah hati”.
[HR. Bukhari]

Dari
Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda:”Manusia, dua matanya itu
pemberi petunjuk. Kedua telinganya itu corong. Lidahnya itu juru
bahasa, kedua tangannya itu sayap.Kedua kakinya itu pos. Dan hatinya
itu raja. Apabila raja itu baik, niscaya baiklah tentara-tentaranya”
[HR. Abu Na’im dan Thabrani].

Karena hati merupakan pusat sejati dari seorang manusia, Allah Ta’ala menaruh perhatian khusus padanya.

Rasulullah
SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian
dan tidak pula rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada HATI kalian ”.
[HR.Muslim]

Bahkan
karena demikian khusus posisinya, maka baik atau tidaknya suatu amal
bergantung sekali dengan hati. Untuk itulah dalam sebuah hadits
dikatakan, bahwa amal itu bergantung kepada niatnya. Sedangkan niat itu
bertempat di hati.

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu.
[QS. Al-Ahzab 33:5].

Allah
tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang
disengaja oleh hatimu.
[QS. Al-Baqarah 2:225].

Dan tiada cara
bertaqarub (mendekatkan diri) dari seorang hamba yang lebih Aku sukai
melainkan melaksanakan hal-hal yang Kufardhukan. Namun hamba-Ku itu
senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan
hal-hal yang sunnah, sehinggapun Aku mencintainya. Maka apabila Aku
telah mencintainya, Aku menjadi alat pendengarannya yang dengannya dia
mendengar. Aku menjadi alat penglihatannya yang dengannya dia melihat.
Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang
dengannya dia berjalan. Jika ia memohon kepadaku sungguh Aku akan
kabulkan, dan jika ia memohon akan perlindungan-Ku, Aku akan
melindunginya.
[HR. Bukhari]

Dari Abi Said Al-Khudry,
Rasulullah SAW bersabda:”Hati orang mukmin itu bersih, padanya pelita
yang bercahaya gemilang [HR.Ahmad dan Thabrani].

Berkata Wahab
bin Munabbih, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : Allah Ta’ala
telah berfirman:”Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi
sempit untuk merangkul Zat-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul
oleh hati seorang Mu’min”
[HR.Ahmad].

Hijab Hati

Fungsi yang demikian ajaib, bagi kebanyakan orang menjadi sirna. Hal ini dikarenakan hatinya terhijab dengan Allah Ta’ala.

Hati manusia dapat terhijab dari Allah Ta’ala disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

Pertama,
selalu mempertuhankan atau merelakan dirinya untuk menjadi hamba dari
hawa nafsu, sehingga ia menjadi orang yang melampaui batas.

Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
[Qs.Muhammad 47:16]

Maka
pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah
Allah (membiarkan sesat) Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
[Qs. Al-Jatsiyaat 45:23]

Kedua,
karena selalu merelakan dirinya untuk diatur oleh hawa nafsu dan
syahwatnya, tanpa disadari ia lebih mencintai kehidupan dunia daripada
akhirat.

Baik mempertuhankan hawa nafsu maupun terlalu mencintai
kehidupan duniawi, termasuk perkara-perkara yang paling dibenci Allah
Ta’ala. Dan segala sesuatu yang tidak disukai Allah SWT adalah dosa.
Jadi pada dasarnya, gelapnya hati seseorang tersebut disebabkan karena
dosa-dosanya.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa hal-hal tercela
(dosa), seperti asap yang menggelapkan, yang mengotori kaca hati. Dan
senantiasa bertambah tebal dengan terus menerus melakukan dosa.
Sehingga hati itu hitam dan gelap. Dan secara keseluruhan hati itu
menjadi terdinding dengan Allah Ta’ala.

Apabila hati seorang
manusia gelap gulita karena diliputi oleh dosa-dosa, didalamnya
dipenuhi oleh berhala-berhala, tuhan-tuhan manusia selain Allah Ta’ala
berupa syahwat dan hawa nafsu, maka hati tersebut menjadi mengeras
lebih keras dari batu. Sulit untuk berserah diri kepada Allah Ta’ala.
Dan jiwa seperti ini menjadi ajang permainan dan tipu daya syaithan
yang akan membawanya kepada kesesatan dan dosa.

Kecelakaan yang
besar bagi orang-orang yang dzalim. Orang-orang yang mendzalimi dirinya
sendiri,orang-orang yang tidak mau membersihkan diri dari dosa-dosanya
(berat maupun ringan). Orang –orang tidak mau bertaubat atas dosa-dosa
maka itulah orang-orang yang dzalim.

Apakah kamu tidak
memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan merekan tidak dianiaya
sdikitnpun
[QS.An-Nisaa 4:49]

Tidak ada jalan lain supaya hati kita menjadi bersih, kecuali kita harus berhijrah kembali kepada Allah Ta’ala.

Untuk meraih qalbu yang suci-bersih yaitu melalui beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Taubat. Taubat adalah pekerjaan full days, bukan pekerjaan sambilan
atau pekerjaan yang dilakukan secara setengah-setengah. Selesai yang
satu dilanjutkan yang lain, kita tidak boleh berhenti taubat,terus
menerus untuk menggosok qalbu agar semakin bersih dan mengkilap. Hal
ini disebut Tazkiyatun-Nafs.
Taubat merupakan salah satu tanda orang yang merindukan dan mencari Allah.
Dalam keputus-asaan yang sangat, orang memohon do’a pada-Nya.
Dalam keputus-asaan yang sangat, orang membutuhkan dan mencari-Nya.
Ciri-ciri orang yang rindu taubat antara lain:

  • Giat, gemar, haus pengetahuan
  • Tidak mengenal putus asa
  • Hidup dialui dengan gembira
  • Hidup penuh semangat dan gairah,dst.

2. Keterbukaan dengan Al-Quran
Semua
persoalan hidup dan akhirat harus dicarikan pemecahannya dari Al-Quran.
Misal sakit, apakah musibah, ujian atau kifarat, itu semua kita cari di
dalam Al-Quran. Apakah nikmat itu, cari dalam Al-Quran, Apakah Shiratal
al-Mustaqiim cari dalam Al-Quran, dst.

Ketika iman seseorang
sedang turun bahkan diam tak beraktivitas menunjukkan bahwa kita sedang
berada dalam kefuturan. Kita tidak boleh menenggelamkan diri dalam
kefuturan tersebut. Sedangkan beberapa usaha yang dapat dilakukan dari
sekian macam usaha untuk meningkatkan kembali Rukhiyah kita dan
membersihkan kembali jiwa kita. Adalah sebagai berikut:

  1. Selalu beristighfar untuk meminta ampunan kepada Allah SWT,
  2. Selalu bermuhasabah
  3. Merenungkan kekhilafan apa yang telah dilakukan baik yang disadari ataupun yang tak disadari.
  4. Meminta tausyiah dari saudara-saudara seiman kita.
  5. Tak lupa selalu berkumpul dengan lingkungan orang-orang yang Shaleh.


“Maha
suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada
Tuhan Selain Allah,Aku mohon ampun dan bertaubat pada-Mu”

sumber: Buku Keajaiban Hati

High Level Self-Confident:

Wednesday, April 25th, 2007

12/11/2006

 
 
 
 

Ciri-ciri:

Merasa Diri Sholeh

Merasa Diri Baik

Merasa Diri Pintar

Merasa Diri Paling benar

Merasa Diri Kaya 

Merasa Diri Lebih bagus dibanding yang lain

etc…

Indikasi:

Ingin dilihat

Ingin diperhatikan

Ingin tampak lebih baik

Ingin Terlihat bagus

Senang Dipuji

Ga suka di kritik

Ingin dianggap 

Tak ingin diremehkan n disepelekan

etc

Penyebab:

Hawa Nafsu n Syahwat

Efek Samping:

Takabur 

Riya

Obat Ampuh:

Hidayah n Rahmat Allah

???? (ada masukkan??)

Lain-Lain:

No comment n maafin nulis kayak gini….buat ngingetin diri aja…

Referensi:

Pribadi…

wasalam

dzihni firuz

Wisma Kena Asma !!

Wednesday, April 25th, 2007

1/22/2007
   
    
   

AssWw…
Nah
soal pergi ke Tasik nih…Waktu itu temanku nikah, acie the queen
(ehm)…krn rumahnya di Tasik, otomatis aku n temen2 pada ikut ke
Tasik…kebetulan ira bawa mobil n ayahnya ira yang ngemudiin…si
penumpangnya itu gak jauh2 dari kita2 (vika, nur, ella, ira, nisa, n
olint) ..hari itu kita kuliah dulu…abis sholat isya di kampus kira2 jam
10 maleman, kita beranjak pergi ke Tasik…   

 

 

Singkat
kata, sampe ke Tasik jam 1 malem…eng-ing-eng..kita singgah sebentar ke
rumahnya acie tapi kita gak nginep di rumahnya acie…ya weiss, karena
ayahnya acie profesinya dibidang pendidikan ..akhirnya kita nemuin
tempat untuk singgah n tidur semalam..knp ga di rumah acie? Yah tau
sendiri lah…rumahnya acie kan banyak sodaranya yang nginep disana…

 

 

 

Malem itu ayahnya acie nganterin kita ke sebuah wisma guru…tepatnya berada ga jauh dari pusat kota atau alun-alun kota Tasik n berada di hadapan sebuah Rumah sakit…Karena malem itu orang2 banyak yg tertidur,.otomatis jalan2 bener2 sepi n senyap…yah tapi masih didukung ama cahaya lampu kota yang lumayan terang menyinari jalan…

 

 

 

Sesampai di wisma…JeDenG!! (diiringi backsound
instrument musik bethoven yang menyayat telinga)–(NGACO!!)…suasana
saat itu kayak di film ‘Susana’…rumah yang garasinya diterangi oleh
lampu yang redupnya kayak 5 watt..yang penuh lorong panjang…ketika
masuk pertigaan ruangan, terlihat etalase lemari yang berisi barang2
yang mungkin terlihat ga dipake lagi…n kita belok kiri bertemu dengan
anak2 tangga menuju ke atas…ayahnya acie terlihat berbincang2 dengan
penjaga or pegawai yang ada di wisma itu…beberapa saat kemudian, kita
diajak menuju lorong2 ruangan yang sama sekali tak ada lampu…(yah walau
kamar nya kira-kira 5 meter menuju koridor luar)..kamar dibagi dua ( 1
kamar untuk ira n papahnya, n 1 kamar lagi untuk sisanya),,,kamar ira
berada di paling ujung belakang wisma, sedangkan kamar kita2 berada
paling ujung luar wisma di lantai 2…teteep…ditemani oleh lampu yang
malu-malu…bisa dibilang suasana remang2…Setelah mendapat kamar,
akhirnya ayahnya acie pamit untuk pulang.

 

 

 

Pas
masuk wisma itu sih, entah kenapa aku ngerasa something different, ga
seperti biasanya…yah walau tetep keep silence.. tanpa sepengetahuan
masing2 dari kita ternyata temen2 yg lain juga ngerasa ko beda yah
suasananya…

 

Deskripsi ruangan kamar      yang kita singgahi sementara di wisma tersebut:

 

 

 

 

 

Pertama masuk ruangannya kira2 ada 4×4
meter,jumlah kasur ada 3 buah ukuran single bad (tapi bisa tidur untuk
2 org jg sih) n didalam kamar tersebut ada kamar mandi. dihadapan pintu
masuk ada kasur pertama. Sebelah kanan menjorok
kedalam ada kasur kedua, sedangkan kasur yang ketiga tepatnya
berhadapan dengan kamar mandi n kaca jendela samping kamar + Gorden
yang terlihat udah lama tak terjamah (yuu..)..

 


Gambar Zoomnya:

 

 

 

 

 

 

Pegawai
wisma ngajak kita masuk, n sekaligus dia ngecek air di dalam kamar
mandi, ternyata kerannya macet n kamar mandi tersebut sudah lama ga
kepakai..aku coba ikut ngecek n ngebuka si pintu kamar mandi, siapa tau
bisa di akal-in buat bisa dipakai esok paginya. Ternyata, pas ngebuka
pintu kamar mandi, Wuiiiih…NyerSet!!…Bauuuu! banget,,,,Nge Habekk!!
Kaya bau asam amoniak yang tajem di hidung…ya sudah, aku akhirnya
ngalah…si kamar mandi pun akhirnya nganggur n kita pake kamar mandi
di luar yang berhadapan dengan tangga naik di lantai dua krg lebih
berjumlah 6 kamar mandi yang saling berhadapan (3 buah vs 3 buah)…

 

 

 

Kasur
pertama dah dicarter ma nur,emang kebetulan di belakang pintu masuk
kamar tersebut ada sebuah cermin yang kusam n berhadapan dengan
kasurnya nur..karena kita berlima dalam 1 kamar n kasur ada 3 buah, yah
mau ga mau ada satu org yg tidur di 1 kasur…tadinya nur sendiri,
olint+vika di kasur 3 yg berhadapan dgn kamar mandi, ella+Nisa di kasur
2.

 

 

 

Malam pun teman2 pada beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu n kembali ke kamar melakukan sholat malem…dan sebagian ada yang membaca Al-Quran.

 

 

 

Sebenernya
masing2 dari kita pada ngerasa ada yang berbeda dengan suasana di kamar
tersebut, umumnya di wisma tersebut…tapi karena ga ada 1 pun yang
mengeluarkan perkataan yang menjurus tentang perasaan ga enak
tersebut…hanya saat itu Nisa sempat bercanda akan pandangannya
terhadap gordin yang ada bercak merah (seperti cat)…Nisa bilang ”wah
gordin nya kenapa? Ko warnanya gitu, kaya darah ya?,serem juga
iiih”…kita sih ngomongnya ”woi…jgn sompral Sa”…sambil
mengingatkannya…belum lagi dengan komentar2 dari kami tentang seprei
dan kasur yang ternyata memang sudah lama tak pernah dicuci (coba
bayangin bau nya…)…bahkan vika pun yang lebih sensitif merasa
kulitnya gatal2…vika bilang sih itu sejenis ’tumbila’-alias binatang
kecil seperti kutu….vika pun yang satu kasur dgnku akhirnya mengalah
dan pindah bersama nur…beberapa saat kemudian, memang omongan vika
terbukti,,bahwa kakiku sempat gatal..n aku tak ada pilihan sama
sekali…

 

 

 

Ya
sudah tanpa ingin berbicara panjang, aku hanya bisa terduduk n mengajak
Nisa ngobrol…saat itu memang perasaanku benar2 tak enak…serasa ada
sesuatu dimensi yg sedang berada di ruangan tersebut.(entah mungkin
perasaanku)..nur dan ella sudah duluan tertidur, tinggal vika yang
berada disamping nur (kasur 1), Nisa disamping ella (kasur 2), dan aku
yg terjaga ’alone’ di kasur 3…fikirku, daripada suasana semakin sepi,
aku lebih memilih untuk tidak tidur, akhirnya Nisa pun sepakat dan
menemaniku bercerita untuk mencairkan suasana…dimulai dengan
ceritaku…aku bercerita yang benar2 membuat vika tak habis fikir
dengan apa yg aku ceritakan…fikirku ”dari pada aku bercerita yang
serius…mending cerita kancil dan harimau di hutan”-siapa tau kalo si
makhluk yg ada dikamar ngedenger, si ceceu or akang (panggilan makhluk
kasat mata itu) bisa ketawa n gak pengen nakut2in kita…emang sih
garinkkkk bgt!!…n cerita itu benar2 cerita yg kugunakan untuk
menidurkan keponakanku…tapi benar juga, akhirnya cerita itu membuat
vika tertawa->setengah sadar->dan tertidur…hehe…

 

 

 

Nisa
pun akhirnya pindah ke tempatku (kasur3)…tinggal kami yang
tersisa…yang lain sudah terlelap…Nisa dengan ceritanya dan suasana
aneh pun diisi dengan cerita2 yang membuat kami tdk berfikir aneh
kembali…kita bersepakat bahwa kita akan tidur sebentar ketika adzan
subuh pertama   berkumandang, dan saat itu pun tiba…kita harus tidur walau sebentar…

 

 

 

semua : ZzZzzzzZ….(Tertidur…)

 

 

ketika semua tertidur, adzan subuh kedua pun berkumandang, dan akhirnya giliran nur n ella terbangun…

 

 

 

Tiba-Tiba.!!! JrenK…JrenK!!

 

(ga
serem amat sih),,ketika nur n ella sedang berusaha menstabilkan
kesadarannya dari tidur…tiba-tiba terdengar suara nafas seseorang
wanita yang jelas terdengar di ruangan…suara seperti orang yang
sedang sesak nafas ( kayak asma )…nur bertanya kepada ella ”La suara
apa itu??”..nur mencari sumber suara itu, dia khawatir jika salah satu
dari kita ada yang sesak nafas..dan ternyata ella pun mendengar suara
itu..mereka ber-dua melihat kami yang sedang tidur, nur menyangka bahwa
itu suara Nisa, ternyata ketika melihat nisa, Nisa sedang terlelap,
giliran mereka melihat aku,, aku pun sedang tidur tenang, bahkan vika
disampingnya nur pun tidak sesak sama sekali.

 

 

 

Akhirnya
mereka beranjak pergi ke kamar mandi luar, dan giliran aku, nisa, dan
vika yang berada dikamar untuk menunggu giliran wudhu…

 

 

 

Pagi2 sekitar jam ½ 9:

 

Aku,
Ella, dan Nisa pergi mandi, dan saat itu yang berada di kamar hanya
vika dan nur…saat itu kasur nur dijadikan tumpuan kami sholat, karena
lantai cukup berdebu, maka kami memakai kasur 1 untuk dijadikan tempat
sholat…vika pun melakukan sholat dhuha…dan suasana kamar saat itu
begitu hening…Saat vika sholat menghadap kiblat (searah bantal
kasur1), nur pun sedang melihat cermin untuk membetulkan
jilbabnya…Tiba-tiba ketika menuju rakaat ke dua..vika dikagetkan
dengan suara sesak nafas kembali…suara yang begitu
keras dan dekat…vika pun menyangka bahwa terjadi sesuatu dengan nur,
dia khawatir jika nur mengalami asma atau sampai pingsan, bahkan
fikirannya pun menyangka khawatir nur kesurupan…Gerakan sholatnya pun
menjadi di percepat,,,karena di kamar saat itu tak ada siapa2…

 

 

 

Setelah
sholat selesai, vika kemudian beranjak melihat ke belakang untuk
memastikan keadaan yang sebenarnya…dan dia melihat nur dengan wajah
yang penuh tanya dan khawatir…melihat ekspresi vika, nur pun bertanya
dan heran ”kenapa vik?”…vika bertanya ”Nur ga apa-apa?..nur kenapa
tadi? Sesak nafas?”…nur pun meyakinkan bahwa nur semenjak vika sholat
tidak merasakan apa2…tak ada suara yang terdengar…dan setelah
mereka berdua berbicara, akhirnya nur pun menceritakan kejadian waktu
subuh…

 

 

 

Pengalaman Ira dikamar belakang:

 

Pagi
ketika packing menuju gedung pernikahan t aci, ayahnya ira sedang
berada di luar untuk memanaskan mobil, tinggal ira yang terakhir
membereskan kamar dan mengunci pintu ,tanpa menyadari sebelumnya, ira
mendengar bahwa di sebelah kamar belakang ada suara seseorang yang
sedang membuka pintu kamar,,,,selidik punya selidik, ketika ira keluar
dan melihat keadaan sekitar, ternyata di ruangan itu tak ada satu orang
pun….Jadi??!!! siapa atuh yang gratak grutuk di sebelah??–(kucing
kalee…’meeong’..positif thinking aja ^_^-red)

 

 

 

Wah..itu
baru sehari nginep…entah kalo 2 atau 3 hari nginep…kayaknya
tempatnya cocok untuk syuting ”Dunia lain versi wisma guru di Tasik”
deh…

 

 

 

Kesimpulannya:

 

ternyata
makhluk non fisik/imateri itu ada di ruangan itu…terlebih ruangan
yang sudah lama tak ada yang menghuninya…kita pun akhirnya tak segan
berbicara tentang topik itu di kamar tersebut….

 

 

 

Ngomongin
soal makhluk2 kayak gituan (hantu, kunti, genderowo, tuyul, casper,
pocong, pocong 2–emangnya film ;p– ,n apa pun istilahnya),, terkadang
kita selalu menyangka bahwa mereka itu berada di dunia lain sesuai
dengan acara di televisi yang berjudul ’dunia lain’…padahal aslinya
keberadaan mereka itu sama dengan kita yaitu berada di alam dunia/ alam
mulk ini,,,satu alam tapi yang membedakannya itu mereka berwujud
nonfisik / i-materi, sedangkan kita berwujud fisik dan bermateri..cuman
ada manusia yang diberi Izin oleh Allah untuk bisa merasakan bahkan
bisa melihat keberadaan mereka..

berani coba??-(apa sih??!-red)

 

 

 

 

Allahualam bis shawab..

 

 

 

wasalam
dzihni firuz

M.R. Bawa Muhayyaddin

Wednesday, April 25th, 2007
Apabila
seorang penambang mencari emas, dia harus mengayak tanah untuk
menyaring logam yang berharga itu. Dia memungut yang berharga dan
membuang sisanya. Demikian pula, di mana pun Anda mencari, apakah itu
di timur, barat, utara, atau selatan, apakah itu umat Hindu, Zoroaster,
Kristen, Yahudi, atau Islam, Anda harus mencari dan memungut hanya
suatu yang bernilai, yaitu emas, khazanah Tuhan, yaitu kebenaran.
Selama Anda mencari melalui semua kitab suci, Anda harus menyisihkan
apa pun yang lainnya, seperti penambang emas membuang kotoran dan
batu-batu. Hanya kekayaan Tuhan yang Anda butuhkan untuk kehidupan Anda
dan untuk kecerahan jiwa Anda.
***********************************************************************************

Sekali
waktu Anda pernah mengira bahwa segala yang Anda pelajari dan cermati
adalah kebenaran. Tetapi kemudian Anda maju ke langkah berikutnya, dan
menemukan bahwa semua yang telah Anda pelajari bukanlah kebenaran. Dan
pada masa yang akan datang ketika Anda masih melangkah lebih berikutnya
dan memandang kembali semua yang sekarang Anda anggap benar,ternyata
Anda juga akan melihatnya sebagai kepalsuan. Dengan cara ini, setiap
kali Anda melangkah maju ke level yang baru,maka Anda akan menemukan
bahwa semua yang Anda pelajari pada masa lalu adalah kepalsuan (salah).
Akhirnya, ketika Anda mencapai maqam (keadaan) Tuhan dan maqam
kearifan-Nya, maka Anda akan menyadari bahwa semua pemikiran Anda
adalah keliru. Semuanya keliru. Hanya Dialah kebenaran. Kebijakan-Nya
adalah kebenaran sejati, dan sifat-sifat-Nya adalah emas kekayaan yang
sesungguhnya.

Apabila
Anda memahami hal ini, maka Anda akan memohon ampunan-Nya atas segala
kesalahan yang Anda lakukan pada masa yang lalu. Anda akan melihat
dengan jelas dan pasti bahwa hanya ada satu keluarga, satu doa dan satu
Tuhan. Kita harus memikirkan hal ini. Ini adalah kearifan yang
berharga, hikmah kebenaran.

M.R. Bawa Muhayyaddin

layar lebar…

Wednesday, April 25th, 2007

2/25/2007

   
    
   

Kini Anda memasuki kawasan hutan belantara…”..Papan
itu berisi kalimat yang membuat sekujur tubuhku merinding…Yah..aku kini
harus melewati kawasan ini dalam fase setengah perjalananku…Setelah
beberapa saat yang lalu di area perbukitan yang penuh padang ilalang
aku bertemu dengan kakek tua dengan kain jinjingan yang mungkin berisi
perbekalan dalam perjalanannya…

 

 

Dalam
pembicaraan sesaat itu, beliau memberi aku berita tentang keberadaan
hutan ini,,berita itu sempat membuatku menelan ludah tanda aku khawatir
akan keberadaanku selanjutnya..mau tak mau aku harus
melewatinya…”Nak..hati-hati di hutan itu…banyak binatang buas, picik,
dan bermuka masam..namun kamu jangan khawatir, jika suatu saat engkau
akan bertemu dengan beberapa sosok yang akan memberimu beberapa
informasi dalam perjalananmu itu”..sempat aku bernafas lega akan
perkataannya…beliau pun melanjutkan kalimat berikutnya “jika kau
sudah melangkah, jangan pernah berniat untuk kembali kebelakang,,
jangan pernah kau takut dan lari, semakin lama rasa takut itu
menyelimutimu,,maka kau akan kalah oleh ketakutan dirimu sendiri

 

 

Semua
tentaraku pergi meninggalkanku..mereka lari tak mau mendengarkan
perintahku…bahkan ajudan yang aku percayai pun seakan mengkhianatiku
dan menikamku dari belakang…ajudan yang bermulut manis namun mempunyai
niat untuk membuat kudeta dibelakangku…dan aku sangat tak berdaya saat
itu, seolah memiliki kekuatan yang dibungkus oleh ketidakberdayaanku..

 

 

Yah
ternyata perkataan kakek itu benar…dan aku pun seolah berhadapan dengan
layar besar yang mengerikan…dan kakiku mulai melangkah masuk kedalam
hutan…baru beberapa langkah kakiku berjalan,,,tiba-tiba kudengar suara
yang memekikkan telinga, seperti suara simpanse yang sedang berteriak
mengelegar, liar, dan menyayat hati…Aku mulai gelisah dan
ketakutan..telingaku sakit…namun aku harus melewati ini semua…aku
teringat akan perkataan kakek itu…aku tak boleh takut dan terpuruk…aku
harus terus melangkah..

 

 

Tiba-tiba
disisiku aku melihat ada sebuah sosok yang besar dan menakutkan…sosok
yang sangat menjijikan, hitam pekat, wajah dan sekujur tubuhnya penuh
lendir , sosok itu mulai menghampiriku dengan suara nafas yang membuat
adrenalinku menciut…keringatku mengucur deras…yang kumiliki hanya
tubuhku,, dan saat itu yang kufikirkan adalah lari…aku terus berlari
dan berlari dengan segenap kekuatanku… kuterobos semak2, sosok itu
terus mengejarku…aku berlari dan terus berlari…entah kemana aku
bergerak…aku tak sempat berfikir saat itu…dan tiba disuatu tempat…tanpa
kusadari ternyata suara2 dan sosok itu seakan semakin menjauh
dariku…mulai sayup terdengar…dan menghilang…lalu beberapa saat nafasku
terengah-engah, penglihatanku gelap dan aku pun jatuh pingsan…

 

 

 

“Welcome to the real world”…dunia yang nyata bagiku…Wow,,seru!!…kini
aku mengalami fase yang membuatku menyadari memang inilah yang
seharusnya setiap makhluk mengalaminya…jika kamu sungguh2 ingin mencari
Kesejatian…jangan engkau lari dari arena pertandingan…

 

 

Sungguh
luar biasa..ketika beberapa saat aku melangkah…aku pun mengalami
sesuatu yang menggores kelemahanku…di luar sana, mereka seperti
bayangan maya…dan kemarin aku berdiri dalam dunia kamuflase…dan saat
ini aku benar-benar sedang menghadapi kenyataan…bahwa hutan belantara
yang selalu disebutkan oleh beberapa orang memang benar adanya…

 

 

Aku
pun bertemu dengan beberapa sosok baru…yang akan menjadi media refleksi
eksistensiku..yah..ketika yang buruk itu terpendam dan dahulu aku tak
pernah menyadarinya…kini hal itu tergali sudah…dan aku pun
tersenyum…bumiku berkata “ini sangat menyakitkan..” yah, jika aku ingin
menghilangkan karat yang terpendam didalam sumbernya…maka aku harus
siap untuk menghadapi penggalian besi2 yang berkarat itu, tanahku harus
dikeruk…dan yang berkarat itu harus dilebur menjadi sesuatu yang
mungkin bisa dimanfaatkan…

 

 

Subhanallah…ketika
ternyata yang aku sangka bisa membantuku, namun pada kenyataannya tak
ada yang dapat menyelami keberadaanku…mereka hanya singgah dan mengelus
kulitku saja..namun kini yang kurasa, tak ada yang mampu menguak aku
lebih dalam…

 

 

Untuk
saat ini biarkan aku menghadapinya…proyek eksplorasi besar2an ini belum
selesai..mungkin sampai kontrakku di zona ini selesaipun, proyek ini
masih terus berjalan…dan aku sedang mencari dan haus..kadang aku heran,
mengapa setiap makhluk memiliki rute yang berbeda..namun, rasa heranku
akhirnya terjawab. Bahwa jika semua mengikuti rute yang sama. Mungkin
aku dan mereka takkan pernah menemui urusannya masing2.

 

 

Ada
yang beranggapan bahwa aku tak pernah berfikir realistis..namun jika
aku berada dalam posisiku…justru aku sedang berhadapan dengan dunia
yang begitu real saat ini yang disebut dunia mimpi…jika yang dicari
hanya sebuah keinginan diri,semua orang mungkin bisa melewatinya…mereka
memiliki otorisasi atas kehendak pribadinya..namun tanpa kita
sadari..bahwa diatas hak kita, selalu ada kewenangan
sejati..KebijakanNya yang jarang kita pahami..

 

 

Aku
sebenarnya tak membuat suatu analisis yang sulit. Karena aku sudah
mengeksplore ini dalam beberapa saat..dan ini suatu keputusan yang
sesungguhnya diluar kehendakku..walau berbagai referensi spekulasi yang
akan kuhadapi selanjutnya belum mampu kuprediksi, namun aku hanya
memiliki sebuah harapan..harapan yang terbaik..dan aku harus
mempercayakan sepenuhnya pada Konseptor Terbaik yang terkadang tanpa
kusadari selalu berada dalam keseharianku…

 

 

“Tercabik”..Ini
bukan salah siapa…justru ini adalah hadiah yang paling indah yang Dia
berikan untukku…hadiah yang seharusnya aku gembira karena ada lebih
Memahamiku dibanding siapa pun…aku sedang menghadapi cermin diriku…aku
harus belajar..

 

 

Disisi
lain, aku merasa kesat dengan sesuatu yang selalu digemborkan akan
sebuah kebenaran..mereka saat itu berkata “kita adalah yang terbaik”,
dan aku pun terbawa…namun ternyata ketika aku mulai menghadapi berbagai
alternative perjalanan..ternyata kita selalu terjebak dengan argumen2
yang dikeluarkan berdasarkan hasil nalar…entahlah…sekarang akupun tak
boleh beranggapan bahwa aku itu benar, karena kebenaran sesungguhnya
bukan aku yang memiliki seutuhnya…yang sedang aku bahas pada paragraph
ini adalah fenomena yang membuat kita selalu mengibarkan bendera yang
mengatas namakan kebenaran…sedangkan terkadang kita sendiri tidak
mengenal siapa pemilik Kebenaran sesungguhnya..

 

 

Dan
aku tak boleh kering, lemah, dan terpuruk..aku harus bangkit…karena
jika elemenku mati, mungkin aku takkan pernah mengalami perjalanan yang
mengejutkan ini, dan apakah aku harus bangkit untuk mencari siapa
diriku sebenarnya?..jawabannya merupakan hal yang misterius..yang harus
aku tekankan…”jika kita ingin MengenalNya, kita pun harus mengenal
siapa diri Kita.”

 

 

Luar Biasa…ketika kehadiranNya kini selalu ada didalam keseharianku…

 

“Ya Allah…bantu aku..berilah aku kekuatan, kemampuan, dan kemauan untuk memahami KehendakMu”

 

 

PS: 

 

 

Ya Allah …ternyata Bener2 “Super Zuper” asin, pedes, manis, keset, pait …^_^.. akhirnya….

 

 

welcome to the jungle” (GnR banget!!!)

 

 

wasalam
dzihni firuz

Film Nih

Wednesday, April 25th, 2007

2/27/2007

Kemaren2
olint dikasih 2 buah film dari temen..Judulnya ‘Les Miserables’ n ‘Joan
of Arc’…Sebenernya ini film lama juga…JoA juga sebelumnya olint dah
nonton..tapi karena dikasih, ya weiss aku nonton ulang filmnya, soalnya
dah lupa juga…

Olint sih ga bisa nulis suatu referensi filmnya kayak pengamat film dengan kalimat2 yang padat n bikin orang jadi pengen nonton…

Tapi minimal, ini ketikan bahasa olint deh…

Setelah
nonton dua judul film ini, yang olint rasain ada insight yang bisa
diingat n direnungkan…sebenernya penonton mesti sabar dengan
alurnya..ceritanya menarik juga kalo kita konsen…(Ya iyaalaah…kalo ga konsen, apa menariknya?)

Trus dua film ini cenderung menceritakan tentang perjuangan tokoh2nya untuk berbuat yang terbaik..

Joan of Arc :

Bayangin
aja..ada seorang gadis,,disuatu masa yang dikenal dengan jaman
kegelapan ketika berumur 10 tahun…dia sedang berdoa di sebuah
gereja..dan tiba2 dia melihat suatu sosok dan cahaya yang disebutkan
dalam cerita itu adalah sosok yang bernama St Catherine…Sosok itu
membawa suatu perintah atau amanah dari Tuhan kepada gadis yang bernama
Joan bahwa..Joan itu punya tugas untuk menyatukan rakyat perancis yang
terpecah untuk menjadi sebuah negara..

Petualangan
dimulai ketika Joan pergi dari rumahnya untuk menuju ke suatu instansi
pemerintahan wilayah untuk menyampaikan idenya itu…sebelumnya orang2
pada gak percaya dan menganggap sepele, masa ada anak kecil, perempuan
lagi,,,yang dengan idenya begitu berani..Joan yang diperankan oleh
aktris Leelee Sobieski itu disebut orang2 sebagai Maid of Loren yang
sebelumnya diramalkan oleh Nabi besar Merlin bahwa di masa yang akan
datang ada seorang Maid of Loren yang punya tugas tersebut…Gadis itu
berani untuk berperang melawan musuh sampai tujuan untuk memerdekakan
rakyat Perancis itu tercapai..

Yang
ngebuat olint terkesan itu…Joan itu dikasih tau kalo suatu waktu raja
yang memimpinnya akan menghianati dia…tapi yang bikin olint salutnya
(caelaah) itu kalo si Joan udah tau si raja bakalan menghianati
dia…tapi dia tetep dengan teguh untuk menjalankan perintah bahwa memang
si raja itu harus tetap jadi raja walau raja tersebut hanya sekedar
memanfaatkan Joan…kalo udah gak butuh baru ditinggalin or
didepak…kerennya, Joan yakin dan berusaha untuk menjalankan skenario
Tuhan.

 

Sebenernya
ini sebuah cerita yang diangkat dari kisah nyata abad ke 15..Gadis itu
meninggal pada usia ke 19 tahun dengan cara dibakar, bahkan sebelumnya
majelis gereja yang berada disebuah kerajaan juga sampai menganggap
bahwa Joan itu telah salah dan membuat pernyataan bahwa gadis itu telah
berbuat bid’ah…tanpa takut sedikit pun bahwa dia memang sudah diberi
tahukan sebelumnya…

Sekarang kita ambil insightnya deh:

Yang
mungkin bisa kita lihat dan ambil bahwa cerita ini memperlihatkan
keberserahdirian seorang gadis akan apa yang Tuhan kehendaki..dia yakin
akan peristiwa itu namun dengan perjuangannya, dia menjalankan apa yang
dimudahkan baginya dan untuk apa dia diciptakan..walaupun banyak
rintangan..tapi dia yakin dan teguh dalam menghadapinya.

Les Miserables:

Menceritakan
tentang seorang pencuri yang bernama Jean Valjean diperankan oleh Liam
Nelson, pencuri itu kabur dari suatu rumah tahanan..dia pergi kesuatu
rumah pendeta untuk bersembunyi..Tanpa sepengetahuan pendeta akan
status buronannya, pendeta itu menyambut baik..

Namun suatu malam, Jean itu ngegrusuk-grusuk (bahasa apa tuh?!) rumah sang pendeta n akhirnya ketahuan sama si pendeta tersebut..n si pendeta akhirnya dipukul sampe pingsan..

Keesokan
harinya ada seorang petugas pemeriksaan dateng ke rumah pendeta
trsbt..dikira Jean..Jean bakalan ketangkep lagi..tapi tiba2..si pendeta
yang dipukul semalem tersebut malah nyelamatin Jean..Mungkin itu yang
ngebuat Jean Valjean luluh buat jadi orang baik..akan sifat pemaafnya
sang pendeta…

Beberapa
tahun kemudian (kalo gak salah 9 tahun kemudian), si Jean berubah
penampilan..dia jadi seorang walikota dan harta si pendeta tersebut
diserahkan ke si Jean..Jean itu jadi orang baik, suka nolongin orang…

Trus
ceritanya mulai seru pas si Jean nolongin seorang pelacur yang
sakit2an..dan ternyata Jean ketemu polisi yang pernah mukulin Jean
waktu ditahanan..karena status Jean buronan..jadi si polisi itu
berusaha untuk nyari bukti bahwa walikotanya adalah Jean Valjean yang
berubah nama…

Yang
seru itu tentang pengejaran Jean oleh polisi dan saat mencari anak dari
si pelacur setelah pelacur tersebut meninggal untuk diurus sama si
Jean..

Trus
yang terharunya juga tentang sifat pemaaf si Jean, kejujurannya,
perjuangan dalam ngurus anak pelacur..n hidup dalam pelarian dalam
status buronannya…

Kalo cerita mayan panjang…yang pasti sih membuat olint berkesan…Nonton deh..

Walau
belum tentu semua orang bilang ini cerita bagus…tapi buat olint, banyak
yang bisa diambil dari cerita tersebut…bahwa kasih sayang itu tidak
melihat status siapa yang harus kita tolong apakah itu pelacur atau
siapa pun, dan bahkan seorang pencuri pun punya hati yang baik…kadang
kita sering menilai beda pada setiap orang…tapi kalo kita liat, bahwa
kasih sayang Allah juga yang Ar-Rahman n Ar-Rahiim itu tidak melihat
status orang…

Allahualam 

Sekian….

Ps: 

kalo
referensi olint salah…mohon maaf…yang lebih afdol sih nonton
filmnya..(bukan bermaksud promosi, lagian olint juga gak kenal ama
produsernya ko..–??)…

wasalam
dzihni firuz

Saleh dan Malu

Wednesday, April 25th, 2007

Beruntung, saya pernah mengenal tiga orang saleh.
Ketiganya tinggal di daerah yang berbeda, sikap dan pandangan agamis
mereka berbeda, dan jenis kesalehan mereka pun berbeda.Saleh pertama di
Klender, orang Betawi campuran Arab. Ia saleh, semata karena namanya.
Orang menyukainya karena ia aktif siskamling meskipun bukan pada
malam-malam gilirannya.

Orang kedua, Haji Saleh Habib Farisi,
orang Jawa. Agak aneh memang, Habib Farisi sebuah nama Jawa. Tapi ia
saleh dalam arti sebenarnya. Minimal kata para anggota jamaah masjid
kampung itu.Jenggotnya panjang. Pici putihnya tak pernah lepas. Begitu
juga sarung plekat abu-abu itu. Tutur katanya lembut,seperti Mas
Danarto. Ia cekatan memberi senyum kepada orang lain. Alasannya:
"senyum itu sedekah". Kepada anak kecil, ia sayang. Hobinya mengusap
kepala bocah-bocah yang selalu berisik pada saat salat jamaah
berlangsung. Usapan itu dimaksudkan agar anak-anak tak lagi bikin
gaduh. Tapi bocah tetap bocah. Biar seribu kali kepala diusap, ribut
tetap jalan. Seolah mereka khusus dilahirkan buat bikin ribut di masjid.

"Ramai
itu baik saja," katanya sabar, (ketika orang-orang lain pada marah),
"karena ramai tanda kehidupan," katanya lagi. "Lagi pula, kita harus
bisa salat khusyuk dalam keramaian itu." Mungkin ia benar. Buktinya ia
betah berjam-jam zikir di masjid. Sering salatnya sambung-menyambung
tanpa terputus kegiatan lain. Selesai magrib, ia tetap berzikir sambil
kepalanya terangguk-angguk hingga isya tiba.

Jauh malam, ketika
semua orang masih lelap dalam mimpi masing-masing, ia sudah mulai salat
malam. Kemudian zikir panjang sampai subuh tiba. Selesai subuh, ia
zikir lagi, mengulang-ulang asmaul husna dan beberapa ayat pilihan
sampai terbit matahari, ketika salat duha kemudian ia lakukan.
Pendeknya, ia penghuni masjid.

Tidurnya cuma sedikit. Sehabis
isya, ia tidur sekitar dua jam. Kemudian, selesai salat duha, tidur
lagi satu jam. Selebihnya zikir, zikir, zikir…. Pas betul dengan
nama-nama yang disandangnya. Dasar sudah saleh, plus Habib (nama sufi
besar), ditambah Farisi (salah seorang sahabat Nabi).

Kalau kita
sulit menemui pejabat karena banyak acara, kita sulit menemui orang
Jawa ini karena ibadahnya di masjid begitu padat.Para tetangga menaruh
hormat padanya. Banyak pula yang menjadikannya semacam idola. Namun, ia
pun punya kekurangan.Ada dua macam cacat utamanya. Pertama, kalau dalam
salat jamaah tak ditunjuk jadi imam, ia tersinggung. Kedua, kalau orang
tak sering "sowan" ke rumahnya, ia tidak suka karena ia menganggap
orang itu telah mengingkari eksistensinya sebagai orang yang ada di
"depan".

"Apakah ia dengan demikian aktif di masjid karena inginmenjadi tokoh?" Hanya Tuhan dan ia yang tahu.

Pernah
saya berdialog dengannya, setelah begitu gigih menanti zikirnya yang
panjang itu selesai. Saya katakan bahwa kelak bila punya waktu banyak,
saya ingin selalu zikir di masjid seperti dia. Saya tahu, kalau sudah
pensiun, saya akan punya waktu macam itu.

"Ya kalau sempat pensiun," komentarnya.

"Maksud Pak Haji?"

"Memangnya kita tahu berapa panjang usia kita? Memangnya

kita tahu kita bakal mencapai usia pensiun?"

"Ya, ya. Benar, Pak Haji," saya merasa terpojok

"Untuk
mendapat sedikit bagian dunia, kita rela menghabiskan seluruh waktu
kita. Mengapa kita keberatan menggunakan beberapa jam sehari buat hidup
kekal abadi di surga?"

"Benar, Pak Haji. Orang memang sibuk mengejar dunia."

"Itulah. Cari neraka saja mereka. Maka, tak bosan-bosan saya ulang nasihat bahwa orang harus salat sebelum disalatkan."

Mungkin
tak ada yang salah dalam sikap Pak Haji Saleh. Tapi kalau saya takut,
sebabnya kira-kira karena ia terlalu menggarisbawahi "ancaman".

Saya
membandingkannya dengan orang saleh ketiga. Ia juga haji, pedagang
kecil, petani kecil, dan imam di sebuah masjid kecil. Namanya bukan
Saleh melainkan Sanip. Haji Sanip, orang Betawi asli. Meskipun
ibadahnya (di masjid) tak seperti Haji Saleh, kita bisa merasakan
kehangatan imannya. Waktu saya tanya, mengapa salatnya sebentar, dan
doanya begitu pendek, cuma melulu istighfar (mohon ampun), ia bilang
bahwa ia tak ingin minta aneh-aneh. Ia malu kepada Allah.

"Bukankah Allah sendiri menyuruh kita meminta dan bukankah Ia berjanji akan mengabulkannya?"

"Itu
betul. Tapi minta atau tidak, kondisi kita sudah dengan sendirinya
memalukan. Kita ini cuma sekeping jiwa telanjang,dari hari ke hari
nyadong berkah-Nya, tanpa pernah memberi.Allah memang mahapemberi,
termasuk memberi kita rasa malu.Kalau rezeki-Nya kita makan, mengapa
rasa malu-Nya tak kita gunakan?" katanya lagi.

Bergetar saya.
Untuk pertama kalinya saya merasa malu hari itu. Seribu malaikat,
nabi-nabi, para wali, dan orang-orang suci –langsung di bawah komando
Allah– seperti serentak mengamini ucapan orang Betawi ini.

"Perhatikan
di masjid-masjid, jamaah yang minta kepada Allah kekayaan, tambahan
rezeki, naik gaji, naik pangkat. Mereka pikir Allah itu kepala bagian
kepegawaian di kantor kita.Allah kita puji-puji karena akan kita mintai
sesuatu. Ini bukan ibadah, tapi dagang. Mungkin bahkan pemerasan yang
tak tahu malu. Allah kita sembah, lalu kita perah rezeki dan
berkah-Nya, bukannya kita sembah karena kita memang harus menyembah,
seperti tekad Al Adawiah itu," katanya lagi.

Napas saya sesak.
Saya tatap wajah orang ini baik-baik.Selain keluhuran batin, di wajah
yang mulai menampakkan tanda ketuaan itu terpancar ketulusan iman.
Kepada saya,Kong Haji itu jadinya menyodorkan sebuah cermin. Tampak di
sana, wajah saya retak-retak. Saya malu melihat diri sendiri. Betapa
banyak saya telah meminta selama ini, tapi betapa sedikit saya memberi.
Mental korup dalam ibadah itu, ternyata, bagian hangat dari hidup
pribadi saya juga.

—————

dikutip dari:

Mohammad Sobary, Tempo 16 Maret 1991

Doa Kang Suto

Wednesday, April 25th, 2007

Pernah
saya tinggal di Perumnas Klender. Rumah itu dekat mesjid yang sibuk.
Siang malam orang pada ngaji. Saya tak selalu bisa ikut. Saya sibuk
ngaji yang lain.

 

Lingkungan
sesak itu saya amati. Tak cuma di mesjid. Di rumah-rumah pun setiap
habis magrib saya temui kelompok orang belajar membaca Al Quran.
Anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak, di tiap gang giat mengaji. Ustad
pun diundang.

 

Di
jalan Malaka bahkan ada kelompok serius bicara sufisme. Mereka cabang
sebuah tarekat yang inti ajarannya berserah pada Tuhan. Mereka banyak
zikir. Solidaritas mereka kuat. Semangat agamis, pendeknya, menyebar di
mana-mana.

 

Dua
puluh tahun lebih di Jakarta, tak saya temukan corak hidup macam itu
sebelumnya. Saya bertanya: gejala apa ini? Saya tidak heran Rendra
dibayar dua belas juta untuk membaca sajak di Senayan. Tapi, melihat
Ustad Zainuddin tiba-tiba jadi superstar pengajian (ceramahnya
melibatkan panitia, stadion, puluhan ribu jemaah dan honor besar),
sekali lagi

saya
dibuat bertanya: jawaban sosiologis apa yang harus diberikan buat
menjelaskan gairah Islam, termasuk di kampus-kampus sekular kita?
Benarkah ini wujud santrinisasi?

 

Di
Klender yang banyak mesjid itu saya mencoba menghayati keadaan. Sering
ustad menasihati, "Hiasi dengan bacaan Quran, biar rumahmu teduh."

 

Para "Unyil" ke mesjid, berpici dan ngaji. Pendeknya,  orang seperti kemarok terhadap agama.

 

Dalam
suasana ketika tiap orang yakin tentang Tuhan, muncul Kang Suto, sopir
bajaj, dengan jiwa gelisah. Sudah lama ia ingin salat. Tapi salat ada
bacaan dan doanya. Dan dia tidak tahu. Dia pun menemui pak ustad untuk
minta bimbingan, setapak demi setapak.

 

Ustad
Betawi itu memuji Kang Suto sebagai teladan. Karena,biarpun sudah tua,
ia masih bersemangat belajar. Katanya, "Menuntut ilmu wajib hukumnya,
karena amal tanpa ilmu tak diterima. Repotnya, malaikat yang mencatat
amal kita Cuma tahu bahasa Arab. Jadi wajib kita paham Quran agar amal
kita tak sia-sia."

 

Setelah
pendahuluan yang bertele-tele, ngaji pun dimulai. Alip, ba, ta, dan
seterusnya. Tapi di tingkat awal ini Kang Suto sudah keringat dingin.
Digebuk pun tak bakal ia bisa menirukan pak ustad. Di Sruweng,
kampungnya, ‘ain itu tidak ada. Adanya cuma ngain. Pokoknya, kurang
lebih, ngain.

 

"Ain, Pak Suto," kata Ustad Bentong bin H. Sabit.

 

"Ngain," kata Kang Suto.

 

"Ya kaga bisa nyang begini mah," pikir ustad.

 

Itulah
hari pertama dan terakhir pertemuan mereka yang runyem itu. Tapi Kang
Suto tak putus asa. Dia cari guru ngaji lain. Nah, ketemu anak PGA.
Langsung Kang Suto diajarinya baca Al-Fatihah.

 

"Al-kham-du …," tuntun guru barunya.

 

"Al-kam-ndu  …,"  Kang  Suto  menirukan.  Gurunya  bilang, "Salah."

 

"Alkhamdulillah …," panjang sekalian, pikir gurunya itu.

 

"Lha
kam ndu lilah …," Guru itu menarik napas. Dia merasa wajib
meluruskan. Dia bilang, bahasa Arab tidak sembarangan. Salah bunyi lain
arti. Bisa-bisa kita dosa karena mengubah arti Quran.

 

Kang Suto takut. "Mau belajar malah cari dosa," gerutunya.

 

Ia tahu, saya tak paham soal kitab. Tapi ia datang ke rumah, minta pandangan keagamaan saya.

 

"Begini
Kang," akhirnya saya menjawab. "Kalau ada ustad yang bisa menerima
ngain, teruskan ngaji. Kalau tidak, apa boleh buat. Salat saja
sebisanya. Soal diterima tidaknya, urusan Tuhan. Lagi pula bukan bunyi
yang penting. Kalau Tuhan mengutamakan ain, menolak ngain, orang
Sruweng masuk neraka

semua, dan surga isinya cuma Arab melulu."

 

Kang Suto mengangguk-angguk.

 

Saya
ceritakan kisah ketika Nabi Musa marah pada orang yang tak fasih
berdoa. Beliau langsung ditegur Tuhan. "Biarkan, Musa. Yang penting
ketulusan hati, bukan kefasihan lidahnya."

 

"Sira guru nyong," (kau guruku) katanya, gembira.

 

Sering
kami lalu bicara agama dengan sudut pandang Jawa. Kami menggunakan
sikap semeleh, berserah, pada Dia yang Mahawelas dan Asih. Dan saya pun
tak berkeberatan ia zikir, "Arokmanirokim," (Yang Pemurah, Pengasih).

 

Suatu
malam, ketika Klender sudah lelap dalam tidurnya, kami salat di teras
mesjid yang sudah tutup, gelap dan sunyi. Ia membisikkan kegelisahannya
pada Tuhan.

 

"Ya  Tuhan,  adakah  gunanya  doa  hamba yang tak fasih ini. Salahkah hamba, duh Gusti, yang hati-Nya  luas  tanpa  batas …"

 

Air
matanya lalu bercucuran. Tiba-tiba dalam penglihatannya, mesjid gelap
itu seperti mandi cahaya. Terang-benderang. Dan kang Suto tak mau
pulang. Ia sujud, sampai pagi …

 

—————

Mohammad Sobary, Editor, No.21/Thn.IV/2 Februari 1991

sedikit tentang potensi

Wednesday, April 25th, 2007

Saturday 11:09 pm

Beberapa
hari yang lalu, aku sempet berkunjung ke blogs2 sahabat…selintas ku
baca isinya, wah..ternyata bagus2…isinya buat aku jadi
termotivasi..kalo yah nulis tuh jangan sekedar curhat basa basi..tapi
yang bisa bikin diri ini semakin belajar, tulisan yang membuat jiwa
menjadi bangkit (berat sekali konteksnya—belum kapasitasku)…yah
sebenernya sih dari dulu ingin banget nulis sesuatu tentang apa yg
telah diperoleh, entah itu ttg agama, kehidupan, atau yang
lain-lain…tapi pas difikir lagi…ketika aku nulis tentang itu, apa
aku bisa mempertanggungjawabkannya? apa yang ditulis sesuai dengan yang
diamalkan? itu sih pertanyaan yang saling tarik menarik. Akhirnya aku
hanya menulis segala sesuatu yang ringan aja…(tapi jangan salah loh
lint…apa yang aku tulis pun juga pasti harus dipertanggungjawabkan
kelak…dari yang terkecil sampai terbesar)

Aku
percaya bahwa setiap orang punya potensi masing2…ada yang pinter
nulis novel, ada yang pinter di jurnalis, bahkan yang pinter di bidang
lain…Apalagi pas aku denger kabar sahabat2, Segala Puji Bagi
Allah…ternyata banyak yang diberi kelebihan ilmu..dari berbagai
bidang. Terkadang sih sering merenungi diri…ketika kita diberi
kemudahan untuk melakukan sesuatu, kenapa kita tidak berbuat yang
terbaik?.. misalnya, seorang IT..jadilah ‘IT’ers terbaik di bidangnya,
Seorang Guru, jadilah guru yang terbaik..kebetulan tadi siang aku
nonton salah satu program di Metro TV..yang isinya tentang perkembangan
IT dengan sponsor dari PT.Telkom..ternyata ada profile Budi Raharjo nya
juga…yah aku sih sebenernya bukan ingin membicarakan beliaunya..tapi
apa yang menjadi motto hidupnya yang membuatku termotivasi…Apa yang
kita dalami, yah dalami itu..jika kita menjadi seorang petinju..jadilah
petinju yang terbaik…yah kalimat sederhana yang bikin aku
terngiang-ngiang…

Yang
menjadi persoalan, terkadang kita sendiri pun tidak mengetahui potensi
apa yang kita miliki. Bahkan aku sendiri masih bertanya-tanya tentang
potensi apa yang kumiliki, karena bisa jadi potensi itulah salah satu
elemen dari banyak elemen yang memudahkan kita dalam pencapaian misi
hidup kita (walau membicarakan misi hidup bukan kapasitasku juga) yang
jika itu terlaksana akan menjadi amal shaleh kita jika kita
melakukannya dengan baik dan atas dasar tautan dariNya.

Ketika
mendengar suatu kalimat dari seseorang bahwa potensi itu seperti energi
minimal kita, tapi dengan energi minimal itu akan menghasilkan sesuatu
yang maksimal (bukan berarti kerja sedikit ingin untung besar–komersil
banget kalo gt)…maksudnya..misalnya ketika seseorang mengikuti kursus
memasak dengan kursus menyanyi..ternyata orang tersebut dengan beberapa
kali pertemuan bisa menghasilkan masakan yang lezat, bahkan ketika
menciptakan suatu resep masakan,,makanan yang dibuatnya itu sangat
lezat bagi orang lain yang mencicipinya,,berbeda ketika dia ingin pula
kursus menyanyi…setelah mengikuti latihan vokal berkali-kali sampai
ke aturan2 strukturnya, ternyata suaranya ga bikin orang lain merinding
(emang hantu!…) maksudnya suaranya itu kayak air terjun.

Dari
dua contoh persoalan kursus yang diikuti orang tersebut, dia diberi
kemudahan dalam memasak,alhasil masakannya akan enak dibanding dengan
suaranya dalam bernyanyi.. begitu pun dengan kita..ketika kita diberi
berbagai pilihan, terkadang kita bisa merasakan di mana segi kenyamanan
kita dalam melakukan sesuatu…mungkin itulah yang akan memudahkan kita
untuk mengetahui potensi kita..contoh lain pernah suatu saat aku sedang
menghadapi sebuah ujian..ketika menghadapi ujian tentang mengarang, aku
bisa menghabiskan kertas sampai beberapa halaman, dengan tenang dan
santai tanpa keringat yang bercucuran, bahkan temanku melihatku dengan
geleng-geleng kepala..karena bagi temanku mengarang merupakan pelajaran
yang paling menakutkan baginya, sehingga dia stuck dibagian
mengarang..berbeda dengan ketika aku diberi ujian tentang sintak-sintak
pemrograman,, satu lembar kertas pun aku selesaikan dengan mengeluarkan
energi untuk berfikir..keringet bercucuran..dan bikin kepala
berat..alias pelajaran yang tidak enak bagiku, berbeda ketika aku
melihat temanku dengan santainya meminta kertas yang kedua untuk
mengisi jawaban sintak tersebut.

Nah itulah yang menandakan bahwa potensi si A mungkin bisa berbeda dengan si B,,Perlu kita ingat, tak ada potensi yang lebih unggul..maksudku
misalnya potensi yang dimiliki A lebih baik dibandingkan potensi yang
dimiliki B. Anehnya, dengan potensi yang dimiliki masing2 orang, kenapa
setiap orang merasa ada kebanggaan dengan apa yang dia miliki yah?
Jangankan orang..aku aja deh..misalnya gini, aku misalnya pinter
jahit…ternyata jahitanku bagus n rapi..orang-orang banyak yang memuji
keahlianku dalam menjahit…tiba-tiba dengan pujian langganan aku
itulah yang membuat kepalaku jadi besar ( nah loh…ALIEN donk…bukan
OLINT…hush!)…bukan kepala jadi besar, tapi jadi besar kepala alias
ada muncul rasa kebanggaan dalam hati…wah ternyata aku tuh pinter
jahit yah (dengan mata ke atas dan penuh senyum kesombongan trus di
atas kepala ada awan..awannya berkabut lagi, udah berkabut trus mendung
n mo turun hujan
)…tapi yang lebih halusnya sih cuman ngomong di
dalam hati…biar orang lain gak tau…biar orang lain bilang aku
rendah hati…

Kufikir,
seorang IT terbaik pun masih membutuhkan penjahit untuk bajunya, bahkan
seorang penjahit pun masih membutuhkan mesin jahit untuk
jahitannya..dan mesin jahit sendiri bukan bikinan si penjahit..tapi
seorang pembuat mesin jahit yang bisa membuatnya…semua ada yang ahli
di bidangnya masing-masing. kalo diambil perbandingan seperti rantai
makanan, tapi tidak melihat perbedaan kasta.

Trus
kenapa kita merasa bangga dengan kelebihan yang kita miliki
dibandingkan dengan orang lain? Padahal orang lain pun mempunyai
kelebihan yang ternyata kita tak punya akan hal itu.

Tapi
itulah yang terkadang membuat kita sendiri seolah2 lupa akan potensi
atau bakat yang diberikanNya kepada kita…Potensi itu, bukan kita yang
menciptakan, kita hanya bisa mengasahnya lewat usaha kita, tapi malah
kita sering terjebak…bukannya mengasah bakat, malah cenderung
mengasah rasa bangga, ujub, n sombong dalam diri..tapi pinternya
terkadang kita bisa menutupi itu..

manusia terlahir untuk apa dia diciptakan dan di mana dia dimudahkan

Nb: Tulisan pengingat diri…kalo ternyata diri ini masih banyak sayyiahnya

Kesalahan seutuhnya milik olint…Kebenaran milik Allah

Aku mohon ampun…

Allahualam b.s

Wasalam 

Dzihni firuz