Keajaiban Hati

Keajaiban Hati

   

   
    
   

Fungsi Hati

Hati
merupakan bagian yang paling esensial, yang paling penting di dalam
diri manusia. Ia adalah raja bagi seluruh diri manusia. Hatilah yang
bisa membuat manusia menjadi manusiawi, pusat dari kepribadian manusia.
Dan karena manusia terikat dengan Allah Ta’ala, pusat inilah tempat
mereka bertemu dengan Allah Ta’ala.

Rasulullah SAW bersabda.
“Dalam diri manusia itu ada segumpal darah, yang apabila baik maka baik
seluruhnya, tetapi apabnilaburuk makan buruk seluruhnya, itulah hati”.
[HR. Bukhari]

Dari
Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW bersabda:”Manusia, dua matanya itu
pemberi petunjuk. Kedua telinganya itu corong. Lidahnya itu juru
bahasa, kedua tangannya itu sayap.Kedua kakinya itu pos. Dan hatinya
itu raja. Apabila raja itu baik, niscaya baiklah tentara-tentaranya”
[HR. Abu Na’im dan Thabrani].

Karena hati merupakan pusat sejati dari seorang manusia, Allah Ta’ala menaruh perhatian khusus padanya.

Rasulullah
SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian
dan tidak pula rupa kalian, tetapi Dia memandang kepada HATI kalian ”.
[HR.Muslim]

Bahkan
karena demikian khusus posisinya, maka baik atau tidaknya suatu amal
bergantung sekali dengan hati. Untuk itulah dalam sebuah hadits
dikatakan, bahwa amal itu bergantung kepada niatnya. Sedangkan niat itu
bertempat di hati.

Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu.
[QS. Al-Ahzab 33:5].

Allah
tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang
disengaja oleh hatimu.
[QS. Al-Baqarah 2:225].

Dan tiada cara
bertaqarub (mendekatkan diri) dari seorang hamba yang lebih Aku sukai
melainkan melaksanakan hal-hal yang Kufardhukan. Namun hamba-Ku itu
senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan
hal-hal yang sunnah, sehinggapun Aku mencintainya. Maka apabila Aku
telah mencintainya, Aku menjadi alat pendengarannya yang dengannya dia
mendengar. Aku menjadi alat penglihatannya yang dengannya dia melihat.
Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang
dengannya dia berjalan. Jika ia memohon kepadaku sungguh Aku akan
kabulkan, dan jika ia memohon akan perlindungan-Ku, Aku akan
melindunginya.
[HR. Bukhari]

Dari Abi Said Al-Khudry,
Rasulullah SAW bersabda:”Hati orang mukmin itu bersih, padanya pelita
yang bercahaya gemilang [HR.Ahmad dan Thabrani].

Berkata Wahab
bin Munabbih, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda : Allah Ta’ala
telah berfirman:”Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi
sempit untuk merangkul Zat-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul
oleh hati seorang Mu’min”
[HR.Ahmad].

Hijab Hati

Fungsi yang demikian ajaib, bagi kebanyakan orang menjadi sirna. Hal ini dikarenakan hatinya terhijab dengan Allah Ta’ala.

Hati manusia dapat terhijab dari Allah Ta’ala disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:

Pertama,
selalu mempertuhankan atau merelakan dirinya untuk menjadi hamba dari
hawa nafsu, sehingga ia menjadi orang yang melampaui batas.

Mereka itulah yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.
[Qs.Muhammad 47:16]

Maka
pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah
telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas
penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah
Allah (membiarkan sesat) Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
[Qs. Al-Jatsiyaat 45:23]

Kedua,
karena selalu merelakan dirinya untuk diatur oleh hawa nafsu dan
syahwatnya, tanpa disadari ia lebih mencintai kehidupan dunia daripada
akhirat.

Baik mempertuhankan hawa nafsu maupun terlalu mencintai
kehidupan duniawi, termasuk perkara-perkara yang paling dibenci Allah
Ta’ala. Dan segala sesuatu yang tidak disukai Allah SWT adalah dosa.
Jadi pada dasarnya, gelapnya hati seseorang tersebut disebabkan karena
dosa-dosanya.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa hal-hal tercela
(dosa), seperti asap yang menggelapkan, yang mengotori kaca hati. Dan
senantiasa bertambah tebal dengan terus menerus melakukan dosa.
Sehingga hati itu hitam dan gelap. Dan secara keseluruhan hati itu
menjadi terdinding dengan Allah Ta’ala.

Apabila hati seorang
manusia gelap gulita karena diliputi oleh dosa-dosa, didalamnya
dipenuhi oleh berhala-berhala, tuhan-tuhan manusia selain Allah Ta’ala
berupa syahwat dan hawa nafsu, maka hati tersebut menjadi mengeras
lebih keras dari batu. Sulit untuk berserah diri kepada Allah Ta’ala.
Dan jiwa seperti ini menjadi ajang permainan dan tipu daya syaithan
yang akan membawanya kepada kesesatan dan dosa.

Kecelakaan yang
besar bagi orang-orang yang dzalim. Orang-orang yang mendzalimi dirinya
sendiri,orang-orang yang tidak mau membersihkan diri dari dosa-dosanya
(berat maupun ringan). Orang –orang tidak mau bertaubat atas dosa-dosa
maka itulah orang-orang yang dzalim.

Apakah kamu tidak
memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan merekan tidak dianiaya
sdikitnpun
[QS.An-Nisaa 4:49]

Tidak ada jalan lain supaya hati kita menjadi bersih, kecuali kita harus berhijrah kembali kepada Allah Ta’ala.

Untuk meraih qalbu yang suci-bersih yaitu melalui beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Taubat. Taubat adalah pekerjaan full days, bukan pekerjaan sambilan
atau pekerjaan yang dilakukan secara setengah-setengah. Selesai yang
satu dilanjutkan yang lain, kita tidak boleh berhenti taubat,terus
menerus untuk menggosok qalbu agar semakin bersih dan mengkilap. Hal
ini disebut Tazkiyatun-Nafs.
Taubat merupakan salah satu tanda orang yang merindukan dan mencari Allah.
Dalam keputus-asaan yang sangat, orang memohon do’a pada-Nya.
Dalam keputus-asaan yang sangat, orang membutuhkan dan mencari-Nya.
Ciri-ciri orang yang rindu taubat antara lain:

  • Giat, gemar, haus pengetahuan
  • Tidak mengenal putus asa
  • Hidup dialui dengan gembira
  • Hidup penuh semangat dan gairah,dst.

2. Keterbukaan dengan Al-Quran
Semua
persoalan hidup dan akhirat harus dicarikan pemecahannya dari Al-Quran.
Misal sakit, apakah musibah, ujian atau kifarat, itu semua kita cari di
dalam Al-Quran. Apakah nikmat itu, cari dalam Al-Quran, Apakah Shiratal
al-Mustaqiim cari dalam Al-Quran, dst.

Ketika iman seseorang
sedang turun bahkan diam tak beraktivitas menunjukkan bahwa kita sedang
berada dalam kefuturan. Kita tidak boleh menenggelamkan diri dalam
kefuturan tersebut. Sedangkan beberapa usaha yang dapat dilakukan dari
sekian macam usaha untuk meningkatkan kembali Rukhiyah kita dan
membersihkan kembali jiwa kita. Adalah sebagai berikut:

  1. Selalu beristighfar untuk meminta ampunan kepada Allah SWT,
  2. Selalu bermuhasabah
  3. Merenungkan kekhilafan apa yang telah dilakukan baik yang disadari ataupun yang tak disadari.
  4. Meminta tausyiah dari saudara-saudara seiman kita.
  5. Tak lupa selalu berkumpul dengan lingkungan orang-orang yang Shaleh.


“Maha
suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tiada
Tuhan Selain Allah,Aku mohon ampun dan bertaubat pada-Mu”

sumber: Buku Keajaiban Hati

Leave a Reply