layar lebar…

2/25/2007

   
    
   

Kini Anda memasuki kawasan hutan belantara…”..Papan
itu berisi kalimat yang membuat sekujur tubuhku merinding…Yah..aku kini
harus melewati kawasan ini dalam fase setengah perjalananku…Setelah
beberapa saat yang lalu di area perbukitan yang penuh padang ilalang
aku bertemu dengan kakek tua dengan kain jinjingan yang mungkin berisi
perbekalan dalam perjalanannya…

 

 

Dalam
pembicaraan sesaat itu, beliau memberi aku berita tentang keberadaan
hutan ini,,berita itu sempat membuatku menelan ludah tanda aku khawatir
akan keberadaanku selanjutnya..mau tak mau aku harus
melewatinya…”Nak..hati-hati di hutan itu…banyak binatang buas, picik,
dan bermuka masam..namun kamu jangan khawatir, jika suatu saat engkau
akan bertemu dengan beberapa sosok yang akan memberimu beberapa
informasi dalam perjalananmu itu”..sempat aku bernafas lega akan
perkataannya…beliau pun melanjutkan kalimat berikutnya “jika kau
sudah melangkah, jangan pernah berniat untuk kembali kebelakang,,
jangan pernah kau takut dan lari, semakin lama rasa takut itu
menyelimutimu,,maka kau akan kalah oleh ketakutan dirimu sendiri

 

 

Semua
tentaraku pergi meninggalkanku..mereka lari tak mau mendengarkan
perintahku…bahkan ajudan yang aku percayai pun seakan mengkhianatiku
dan menikamku dari belakang…ajudan yang bermulut manis namun mempunyai
niat untuk membuat kudeta dibelakangku…dan aku sangat tak berdaya saat
itu, seolah memiliki kekuatan yang dibungkus oleh ketidakberdayaanku..

 

 

Yah
ternyata perkataan kakek itu benar…dan aku pun seolah berhadapan dengan
layar besar yang mengerikan…dan kakiku mulai melangkah masuk kedalam
hutan…baru beberapa langkah kakiku berjalan,,,tiba-tiba kudengar suara
yang memekikkan telinga, seperti suara simpanse yang sedang berteriak
mengelegar, liar, dan menyayat hati…Aku mulai gelisah dan
ketakutan..telingaku sakit…namun aku harus melewati ini semua…aku
teringat akan perkataan kakek itu…aku tak boleh takut dan terpuruk…aku
harus terus melangkah..

 

 

Tiba-tiba
disisiku aku melihat ada sebuah sosok yang besar dan menakutkan…sosok
yang sangat menjijikan, hitam pekat, wajah dan sekujur tubuhnya penuh
lendir , sosok itu mulai menghampiriku dengan suara nafas yang membuat
adrenalinku menciut…keringatku mengucur deras…yang kumiliki hanya
tubuhku,, dan saat itu yang kufikirkan adalah lari…aku terus berlari
dan berlari dengan segenap kekuatanku… kuterobos semak2, sosok itu
terus mengejarku…aku berlari dan terus berlari…entah kemana aku
bergerak…aku tak sempat berfikir saat itu…dan tiba disuatu tempat…tanpa
kusadari ternyata suara2 dan sosok itu seakan semakin menjauh
dariku…mulai sayup terdengar…dan menghilang…lalu beberapa saat nafasku
terengah-engah, penglihatanku gelap dan aku pun jatuh pingsan…

 

 

 

“Welcome to the real world”…dunia yang nyata bagiku…Wow,,seru!!…kini
aku mengalami fase yang membuatku menyadari memang inilah yang
seharusnya setiap makhluk mengalaminya…jika kamu sungguh2 ingin mencari
Kesejatian…jangan engkau lari dari arena pertandingan…

 

 

Sungguh
luar biasa..ketika beberapa saat aku melangkah…aku pun mengalami
sesuatu yang menggores kelemahanku…di luar sana, mereka seperti
bayangan maya…dan kemarin aku berdiri dalam dunia kamuflase…dan saat
ini aku benar-benar sedang menghadapi kenyataan…bahwa hutan belantara
yang selalu disebutkan oleh beberapa orang memang benar adanya…

 

 

Aku
pun bertemu dengan beberapa sosok baru…yang akan menjadi media refleksi
eksistensiku..yah..ketika yang buruk itu terpendam dan dahulu aku tak
pernah menyadarinya…kini hal itu tergali sudah…dan aku pun
tersenyum…bumiku berkata “ini sangat menyakitkan..” yah, jika aku ingin
menghilangkan karat yang terpendam didalam sumbernya…maka aku harus
siap untuk menghadapi penggalian besi2 yang berkarat itu, tanahku harus
dikeruk…dan yang berkarat itu harus dilebur menjadi sesuatu yang
mungkin bisa dimanfaatkan…

 

 

Subhanallah…ketika
ternyata yang aku sangka bisa membantuku, namun pada kenyataannya tak
ada yang dapat menyelami keberadaanku…mereka hanya singgah dan mengelus
kulitku saja..namun kini yang kurasa, tak ada yang mampu menguak aku
lebih dalam…

 

 

Untuk
saat ini biarkan aku menghadapinya…proyek eksplorasi besar2an ini belum
selesai..mungkin sampai kontrakku di zona ini selesaipun, proyek ini
masih terus berjalan…dan aku sedang mencari dan haus..kadang aku heran,
mengapa setiap makhluk memiliki rute yang berbeda..namun, rasa heranku
akhirnya terjawab. Bahwa jika semua mengikuti rute yang sama. Mungkin
aku dan mereka takkan pernah menemui urusannya masing2.

 

 

Ada
yang beranggapan bahwa aku tak pernah berfikir realistis..namun jika
aku berada dalam posisiku…justru aku sedang berhadapan dengan dunia
yang begitu real saat ini yang disebut dunia mimpi…jika yang dicari
hanya sebuah keinginan diri,semua orang mungkin bisa melewatinya…mereka
memiliki otorisasi atas kehendak pribadinya..namun tanpa kita
sadari..bahwa diatas hak kita, selalu ada kewenangan
sejati..KebijakanNya yang jarang kita pahami..

 

 

Aku
sebenarnya tak membuat suatu analisis yang sulit. Karena aku sudah
mengeksplore ini dalam beberapa saat..dan ini suatu keputusan yang
sesungguhnya diluar kehendakku..walau berbagai referensi spekulasi yang
akan kuhadapi selanjutnya belum mampu kuprediksi, namun aku hanya
memiliki sebuah harapan..harapan yang terbaik..dan aku harus
mempercayakan sepenuhnya pada Konseptor Terbaik yang terkadang tanpa
kusadari selalu berada dalam keseharianku…

 

 

“Tercabik”..Ini
bukan salah siapa…justru ini adalah hadiah yang paling indah yang Dia
berikan untukku…hadiah yang seharusnya aku gembira karena ada lebih
Memahamiku dibanding siapa pun…aku sedang menghadapi cermin diriku…aku
harus belajar..

 

 

Disisi
lain, aku merasa kesat dengan sesuatu yang selalu digemborkan akan
sebuah kebenaran..mereka saat itu berkata “kita adalah yang terbaik”,
dan aku pun terbawa…namun ternyata ketika aku mulai menghadapi berbagai
alternative perjalanan..ternyata kita selalu terjebak dengan argumen2
yang dikeluarkan berdasarkan hasil nalar…entahlah…sekarang akupun tak
boleh beranggapan bahwa aku itu benar, karena kebenaran sesungguhnya
bukan aku yang memiliki seutuhnya…yang sedang aku bahas pada paragraph
ini adalah fenomena yang membuat kita selalu mengibarkan bendera yang
mengatas namakan kebenaran…sedangkan terkadang kita sendiri tidak
mengenal siapa pemilik Kebenaran sesungguhnya..

 

 

Dan
aku tak boleh kering, lemah, dan terpuruk..aku harus bangkit…karena
jika elemenku mati, mungkin aku takkan pernah mengalami perjalanan yang
mengejutkan ini, dan apakah aku harus bangkit untuk mencari siapa
diriku sebenarnya?..jawabannya merupakan hal yang misterius..yang harus
aku tekankan…”jika kita ingin MengenalNya, kita pun harus mengenal
siapa diri Kita.”

 

 

Luar Biasa…ketika kehadiranNya kini selalu ada didalam keseharianku…

 

“Ya Allah…bantu aku..berilah aku kekuatan, kemampuan, dan kemauan untuk memahami KehendakMu”

 

 

PS: 

 

 

Ya Allah …ternyata Bener2 “Super Zuper” asin, pedes, manis, keset, pait …^_^.. akhirnya….

 

 

welcome to the jungle” (GnR banget!!!)

 

 

wasalam
dzihni firuz

Leave a Reply