M.R. Bawa Muhayyaddin
seorang penambang mencari emas, dia harus mengayak tanah untuk
menyaring logam yang berharga itu. Dia memungut yang berharga dan
membuang sisanya. Demikian pula, di mana pun Anda mencari, apakah itu
di timur, barat, utara, atau selatan, apakah itu umat Hindu, Zoroaster,
Kristen, Yahudi, atau Islam, Anda harus mencari dan memungut hanya
suatu yang bernilai, yaitu emas, khazanah Tuhan, yaitu kebenaran.
Selama Anda mencari melalui semua kitab suci, Anda harus menyisihkan
apa pun yang lainnya, seperti penambang emas membuang kotoran dan
batu-batu. Hanya kekayaan Tuhan yang Anda butuhkan untuk kehidupan Anda
dan untuk kecerahan jiwa Anda.
waktu Anda pernah mengira bahwa segala yang Anda pelajari dan cermati
adalah kebenaran. Tetapi kemudian Anda maju ke langkah berikutnya, dan
menemukan bahwa semua yang telah Anda pelajari bukanlah kebenaran. Dan
pada masa yang akan datang ketika Anda masih melangkah lebih berikutnya
dan memandang kembali semua yang sekarang Anda anggap benar,ternyata
Anda juga akan melihatnya sebagai kepalsuan. Dengan cara ini, setiap
kali Anda melangkah maju ke level yang baru,maka Anda akan menemukan
bahwa semua yang Anda pelajari pada masa lalu adalah kepalsuan (salah).
Akhirnya, ketika Anda mencapai maqam (keadaan) Tuhan dan maqam
kearifan-Nya, maka Anda akan menyadari bahwa semua pemikiran Anda
adalah keliru. Semuanya keliru. Hanya Dialah kebenaran. Kebijakan-Nya
adalah kebenaran sejati, dan sifat-sifat-Nya adalah emas kekayaan yang
sesungguhnya.
Apabila
Anda memahami hal ini, maka Anda akan memohon ampunan-Nya atas segala
kesalahan yang Anda lakukan pada masa yang lalu. Anda akan melihat
dengan jelas dan pasti bahwa hanya ada satu keluarga, satu doa dan satu
Tuhan. Kita harus memikirkan hal ini. Ini adalah kearifan yang
berharga, hikmah kebenaran.
M.R. Bawa Muhayyaddin