sedikit tentang potensi
Saturday 11:09 pm
Beberapa
hari yang lalu, aku sempet berkunjung ke blogs2 sahabat…selintas ku
baca isinya, wah..ternyata bagus2…isinya buat aku jadi
termotivasi..kalo yah nulis tuh jangan sekedar curhat basa basi..tapi
yang bisa bikin diri ini semakin belajar, tulisan yang membuat jiwa
menjadi bangkit (berat sekali konteksnya—belum kapasitasku)…yah
sebenernya sih dari dulu ingin banget nulis sesuatu tentang apa yg
telah diperoleh, entah itu ttg agama, kehidupan, atau yang
lain-lain…tapi pas difikir lagi…ketika aku nulis tentang itu, apa
aku bisa mempertanggungjawabkannya? apa yang ditulis sesuai dengan yang
diamalkan? itu sih pertanyaan yang saling tarik menarik. Akhirnya aku
hanya menulis segala sesuatu yang ringan aja…(tapi jangan salah loh
lint…apa yang aku tulis pun juga pasti harus dipertanggungjawabkan
kelak…dari yang terkecil sampai terbesar)
Aku
percaya bahwa setiap orang punya potensi masing2…ada yang pinter
nulis novel, ada yang pinter di jurnalis, bahkan yang pinter di bidang
lain…Apalagi pas aku denger kabar sahabat2, Segala Puji Bagi
Allah…ternyata banyak yang diberi kelebihan ilmu..dari berbagai
bidang. Terkadang sih sering merenungi diri…ketika kita diberi
kemudahan untuk melakukan sesuatu, kenapa kita tidak berbuat yang
terbaik?.. misalnya, seorang IT..jadilah ‘IT’ers terbaik di bidangnya,
Seorang Guru, jadilah guru yang terbaik..kebetulan tadi siang aku
nonton salah satu program di Metro TV..yang isinya tentang perkembangan
IT dengan sponsor dari PT.Telkom..ternyata ada profile Budi Raharjo nya
juga…yah aku sih sebenernya bukan ingin membicarakan beliaunya..tapi
apa yang menjadi motto hidupnya yang membuatku termotivasi…Apa yang
kita dalami, yah dalami itu..jika kita menjadi seorang petinju..jadilah
petinju yang terbaik…yah kalimat sederhana yang bikin aku
terngiang-ngiang…
Yang
menjadi persoalan, terkadang kita sendiri pun tidak mengetahui potensi
apa yang kita miliki. Bahkan aku sendiri masih bertanya-tanya tentang
potensi apa yang kumiliki, karena bisa jadi potensi itulah salah satu
elemen dari banyak elemen yang memudahkan kita dalam pencapaian misi
hidup kita (walau membicarakan misi hidup bukan kapasitasku juga) yang
jika itu terlaksana akan menjadi amal shaleh kita jika kita
melakukannya dengan baik dan atas dasar tautan dariNya.
Ketika
mendengar suatu kalimat dari seseorang bahwa potensi itu seperti energi
minimal kita, tapi dengan energi minimal itu akan menghasilkan sesuatu
yang maksimal (bukan berarti kerja sedikit ingin untung besar–komersil
banget kalo gt)…maksudnya..misalnya ketika seseorang mengikuti kursus
memasak dengan kursus menyanyi..ternyata orang tersebut dengan beberapa
kali pertemuan bisa menghasilkan masakan yang lezat, bahkan ketika
menciptakan suatu resep masakan,,makanan yang dibuatnya itu sangat
lezat bagi orang lain yang mencicipinya,,berbeda ketika dia ingin pula
kursus menyanyi…setelah mengikuti latihan vokal berkali-kali sampai
ke aturan2 strukturnya, ternyata suaranya ga bikin orang lain merinding
(emang hantu!…) maksudnya suaranya itu kayak air terjun.
Dari
dua contoh persoalan kursus yang diikuti orang tersebut, dia diberi
kemudahan dalam memasak,alhasil masakannya akan enak dibanding dengan
suaranya dalam bernyanyi.. begitu pun dengan kita..ketika kita diberi
berbagai pilihan, terkadang kita bisa merasakan di mana segi kenyamanan
kita dalam melakukan sesuatu…mungkin itulah yang akan memudahkan kita
untuk mengetahui potensi kita..contoh lain pernah suatu saat aku sedang
menghadapi sebuah ujian..ketika menghadapi ujian tentang mengarang, aku
bisa menghabiskan kertas sampai beberapa halaman, dengan tenang dan
santai tanpa keringat yang bercucuran, bahkan temanku melihatku dengan
geleng-geleng kepala..karena bagi temanku mengarang merupakan pelajaran
yang paling menakutkan baginya, sehingga dia stuck dibagian
mengarang..berbeda dengan ketika aku diberi ujian tentang sintak-sintak
pemrograman,, satu lembar kertas pun aku selesaikan dengan mengeluarkan
energi untuk berfikir..keringet bercucuran..dan bikin kepala
berat..alias pelajaran yang tidak enak bagiku, berbeda ketika aku
melihat temanku dengan santainya meminta kertas yang kedua untuk
mengisi jawaban sintak tersebut.
Nah itulah yang menandakan bahwa potensi si A mungkin bisa berbeda dengan si B,,Perlu kita ingat, tak ada potensi yang lebih unggul..maksudku
misalnya potensi yang dimiliki A lebih baik dibandingkan potensi yang
dimiliki B. Anehnya, dengan potensi yang dimiliki masing2 orang, kenapa
setiap orang merasa ada kebanggaan dengan apa yang dia miliki yah?
Jangankan orang..aku aja deh..misalnya gini, aku misalnya pinter
jahit…ternyata jahitanku bagus n rapi..orang-orang banyak yang memuji
keahlianku dalam menjahit…tiba-tiba dengan pujian langganan aku
itulah yang membuat kepalaku jadi besar ( nah loh…ALIEN donk…bukan
OLINT…hush!)…bukan kepala jadi besar, tapi jadi besar kepala alias
ada muncul rasa kebanggaan dalam hati…wah ternyata aku tuh pinter
jahit yah (dengan mata ke atas dan penuh senyum kesombongan trus di
atas kepala ada awan..awannya berkabut lagi, udah berkabut trus mendung
n mo turun hujan)…tapi yang lebih halusnya sih cuman ngomong di
dalam hati…biar orang lain gak tau…biar orang lain bilang aku
rendah hati…
Kufikir,
seorang IT terbaik pun masih membutuhkan penjahit untuk bajunya, bahkan
seorang penjahit pun masih membutuhkan mesin jahit untuk
jahitannya..dan mesin jahit sendiri bukan bikinan si penjahit..tapi
seorang pembuat mesin jahit yang bisa membuatnya…semua ada yang ahli
di bidangnya masing-masing. kalo diambil perbandingan seperti rantai
makanan, tapi tidak melihat perbedaan kasta.
Trus
kenapa kita merasa bangga dengan kelebihan yang kita miliki
dibandingkan dengan orang lain? Padahal orang lain pun mempunyai
kelebihan yang ternyata kita tak punya akan hal itu.
Tapi
itulah yang terkadang membuat kita sendiri seolah2 lupa akan potensi
atau bakat yang diberikanNya kepada kita…Potensi itu, bukan kita yang
menciptakan, kita hanya bisa mengasahnya lewat usaha kita, tapi malah
kita sering terjebak…bukannya mengasah bakat, malah cenderung
mengasah rasa bangga, ujub, n sombong dalam diri..tapi pinternya
terkadang kita bisa menutupi itu..
“manusia terlahir untuk apa dia diciptakan dan di mana dia dimudahkan”
Nb: Tulisan pengingat diri…kalo ternyata diri ini masih banyak sayyiahnya
Kesalahan seutuhnya milik olint…Kebenaran milik Allah
Aku mohon ampun…
Allahualam b.s
Wasalam
Dzihni firuz