Archive for May, 2007

Kematian

Monday, May 28th, 2007

Sabtu, 26 Mei 2007

Entah
kenapa, beberapa hari ini aku diingatkan kembali dengan kematian
melalui beberapa temanku. Anehnya bukan seorang dalam minggu ini yang
berbicara kepadaku tentang kematian.

Kemarin2
aku berdiskusi dengan mba vk, membicarakan tentang kiamat Kebayang
kiamat itu seperti apa, Kota Aceh saja yang menelan hampir 200 ribu
orang membuat kita menjadi merinding melihat mayat yang berserakan di
mana-mana. Bahkan mba katanya membaca berita di suatu media cetak bahwa
Bandung bakalan terjadi gempa hebat, dan itu diprediksi oleh pengamat
BMG.

Dan
malam ini pun aku sedang mengetik sambil smsan dengan temanku Uti..Uti
sms, kalo ada temannya yang meninggal hari ini yang berumur 22 tahun
dan baru menikah 2 bulan yang lalu..Ehm, dan tak jauh kata-kata yang
saling berhubungan adalah kematian, dosa, dan ketakutan.

Dengan mereka aku berbicara soal alam barzah, soal dosa, taubat, dan lain-lain. Aku hanya bilang ke mba..”kalo memang terjadi gempa ataupun kiamat, kita siap2 aja mba dari sekarang”,, walau aku sendiri sadar betul, bahwa bekalku di sini pun sangat sedikit, bahkan mungkin tekor. astagfirullahaladziim.

Membicarakan dosa terhadap orang tua, membicarakan keadaan nanti di alam kubur..Uti bilang..”O, takut yah…kebayang kalo kita nanti ditanya malaikat di alam kubur, nanti kita jawab apa? Sedang di sana gelap gulita”…aku pun terdiam sambil merenung, aku hanya bisa menjawab secara teori, entah prakteknya nanti seperti apa..”iya
yah U..O juga sebenernya takut karena bekel O sangat minim, tapi kita
usaha aja dari sekarang, karena keadaan kita nanti di alam barzah
sangat tergantung dengan perbuatan kita di alam dunia ini
”…Huh..hanya
jawabanku…bisikku…sedang aku sendiri detik ini masih memikirkan hal
itu…Jangan takut kematian…karena jatah ajal tak dapat diajak
kompromi..ingin diperpanjang atau diperpendek sepertinya tak ada dalam
kamus kita untuk menawarnya…yang terpenting bagaimana kita berusaha
untuk mencariNya..mencari pengetahuanNya..menjadi hamba yang berserah
diri kepadaNya..

Jarang
sekali aku berdiskusi dengan mba vk seserius ini, semenjak kita sama2
berusaha belajar..mba menjadi lebih sering berdiskusi mengenai hal
itu..tentang hawa nafsu itu seperti apa?, syahwat itu seperti apa?,
mengapa kita diberi ujian?, mengapa kita harus mengembalakan hawa nafsu
dan syahwat? tentang iman, tentang taubat, blablabla..,bahkan tentang
kehidupan setelah ini..Aku sendiri senang selalu ada yang mengingatkan
soal itu..diskusi tentang segala sesuatu yang mengingatkan kita
kepadaNya..

Namun kembali lagi kepada dosa, lewat smsnya Uti bilang ‘kenapa yah kita kadang tau hal itu dosa, kadang kita nyesel eh tapi besoknya diulang lagi’,, yah aku bilang, namanya juga manusia..harus diingetin dulu baru nyadar, dah beberapa saat ngelakuin lagi (karena adanya hawa nafsu n syahwat itu)…terkadang
kita memang seperti itu…yang membuat aku tersenyum seolah-olah hari
ini kita sedang bercerita tentang pengakuan dosa, Uti bilang dosanya
seperti ini n itu, O bilang dosa O juga sama kaya U bahkan mungkin
lebih…tapi entah kenapa kita seolah2 sering dihadapkan dengan dosa
terhadap orang tua, terlebih dosa terhadap ibu. Uti cerita ke aku ’O justru U dosanya gini ,…….’ aku sendiri tak kalah ngakunya ’U,
olint justru belum bisa jadi anak yang berbakti ke ortu, belum bisa
jadi anak yang shaleh, anak yang bisa nyenengin ortu, malah selalu
bikin mereka kesel’
.. yah sama2 mengaku soal kesalahan masing2..namun itu masih sedikit dari sekian dosa yang udah diperbuat…’kapan yah bisa berubah,O?’..ehmm
aku sendiri seperti sedang berhadapan dengan cambukan, seperti
perkataan pengingat yang dilontarkan untukku dengan temanku sebagai
media..aku diingatkan kembali…”kalo kita udah usaha semaksimal
mungkin untuk berubah tapi tetep ga bisa, jalan terakhir hanya Allah
yang Bisa Merubah kita U, suatu saat kita bisa merasakan gimana untuk
menyayangi orang tua dengan tulus (tanpa ada kesal dalam hati, ikhlas),
tapi memang dosa umum anak seperti itu, suatu waktu kita bisa dihadapi
oleh perbuatan anak kita nanti seperti perlakuan kita terhadap ortu
”  astagfirullahaladziim…

Kemarin pun mba vk bilang “vika
baca buku dari O (Kupinang engkau dengan Hamdallah), kalo meninggal pas
bujangan itu dibanding meninggal pas nikah lebih baik meninggal setelah
menikah.
.”aku menanggapi “Terus?” mba vk jawab “Vika kapan nikahnya yah??”..aku pun tersenyum geli mendengarnya…hehe…”mba..mba..kalo udah waktunya, insya Allah terjadi..kalo belum saatnya yah ga akan terjadi..” vika bilang.”terus beneran gitu O…Bandung bakalan gempa besar?”. Aku jawab ”yah Olint sih bukan cenayang mba, O mah ga tau, cuman siap2 aja..kalau itu terjadi…Allahualam b s”..mba bilang “Aduh kebayang kalo mati, takut yah”..aku hanya tersenyum dan berkata “kalo seorang hamba rindu akan pertemuan denganNya,…insya Allah, Allah akan Rindu untuk berjumpa dengannya”…dalam
hatiku..hmmm..aku sendiri…bekalku sedikit sekali, dosaku banyak
sekali, apakah aku rindu ingin bertemu denganNya? Rindu yang terdalam
dan tulus dan bukan sekedar ucapanku belaka?..astagfirullahaladziim..

Ya Allah,

Ampuni dosa2ku…yang tersembunyi atau pun terang2an, yang mungkin maupun tidak mungkin, yang sadar ataupun tidak sadar…

Tumbuhkan rasa rinduku padaMu…

Beri aku kesempatan dan kemampuan untuk memahami KehendakMu..

Dari qalb dan jiwaku, bukan sekedar mulutku…

Lapangkanlah dadaku atas apa yang Engkau hadirkan ke dalam kehidupanku…

Astagfirullahaladziim AlladziiLaailaahaillallahu walHayyulQayyum WaatubuiIlaiH

Dan minggu ini ku diingatkan kembali…ingatanku pada kematian…

Tantang kematian

************************

QS Al-Araaf 7:34

Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang waktunya mereka
tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)
memajukannya.

Rasulullah saw. bersabda, "Kematian adalah suatu hadiah Tuhan yang diharap-harapkan oleh para mukminin."(Al-hadist)

Sabda
Rasul "Kematian adalah jembatan yang menyatukan sahabat dengan sahabat"
"dunia ini surga bagi orang kafir, dan penjara bagi orang-orang
mukmin." ."(Al-hadist)

Tentang dosa

********************

Dari
Abu Hurairah r.a.: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Jika seseorang
berbuat sebuah dosa dan kemudian berkata, ‘Ya Allah! Aku telah berbuat
dosa, ampunilah aku!’ kemudian, Rabb-nya berkata, ‘Hambaku mengetahui
bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi hukuman, oleh
karena itu Aku telah mengampuni hamba-Ku (dosa-dosanya).’ Kemudian ia
mencegah dirinya dari dosa untuk sementara waktu dan kemudian kembali
melakukan dosa dan berkata, ‘Ya Allah, aku telah melakukan dosa,
ampunilah aku,’ dan Allah berkata, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia
memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi hukuman atasnya, maka
Aku telah mengampuni hamba-Ku (dosanya).’ Kemudian ia mencegah dirinya
dari dosa untuk sementara dan kemudian kembali melakukan dosa (untuk
yang ketiga kalinya) dan berkata,’Ya Allah, aku telah melakukan sebuah
dosa, ampunilah aku,’ dan Allah berkata,’Hamba-Ku telah mengetahui
bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberikan hukuman
atasnya, maka Aku telah mengampuninya (dosanya), ia dapat melakukan
apapun yang ia inginkan.’”(Al-hadist)

Tentang kiamat

QS Al-Araaf 7: 187


Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?"
Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada
sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu
kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi
makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang
kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu
seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya
pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui."

"
Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan (semakin
singkat), setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu
seperti sehari, sehari seperti sejam, sejam seperti semenit, dan
semenit terasa hanya sekejap "(Al-hadist)

|||||||||||||||||||||||||

Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah berkata, “Kiamat tidak akan terjadi hingga:

(1)
Dua kelompok besar saling berkelahi di mana akan terdapat sejumlah
besar korban dari kedua belah pihak sedangkan mereka mengikuti doktrin
agama yang sama,

(2) Akan muncul 30 Dajjal (pendusta), dan masing-masing dari mereka akan mengaku sebagai Nabi,

(3) Pengetahuan tentang agama akan menghilang seiring dengan wafatnya dari para ahli agama,

(4) Meningkatnya jumlah bencana gempa bumi,

(5) Waktu akan berlalu dengan cepat,

(6) Munculnya fitnah,

(7) Meningkatnya angka pembunuhan,

(8)
Kesejahteraan melimpah-begitu melimpahnya sampai orang-orang kaya
khawatir bahwa tidak akan ada orang yang dapat menerima sedekahnya, dan
setiap kali ia menawarkan hartanya untuk disedekahkan kepada seseorang,
seseorang tersebut akan berkata, ‘Aku tidak dalam keadaan
membutuhkannya’,

(9) Orang-orang saling berkompetisi untuk mendirikan bangunan-bangunan tinggi,

(10) Seseorang yang melewati sebuah makam akan berkata, ‘Bagaimana seandainya aku yang berada di tempatnya’,

(11)
Dan sampai matahari terbit dari barat. Maka ketika matahari terbit dan
semua orang melihatnya (terbit dari barat) mereka akan meyakini
(memeluk Islam) namun saat itu adalah waktu ketika Allah Ta’ala akan
berkata:

“…tidaklah
bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman
sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya
…” (Qs. 6:158)

“Dan
kiamat akan terjadi ketika dua orang laki-laki membentangkan selembar
kain di depan mereka namun mereka tidak sempat untuk menjualnya, tidak
pula melipatnya; dan kiamat akan terjadi seorang laki-laki memerah susu
dari unta betina miliknya dan membawa susu itu pergi namun ia tak
sempat meminumnya; dan kiamat akan terjadi sebelum seorang laki-laki
yang sedang memperbaiki tanki air (untuk kebutuhan sehari-harinya)
sempat memberi minum hewan peliharaannya; dan kiamat akan terjadi
ketika seorang laki-laki sedang akan memasukkan makanan ke dalam
mulutnya namun tak sempat memakannya.”

(Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD))

||||||||||||||||||||||||||||||

Rasulullah
S.A.W telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya
dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga
dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan
riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan,
orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar
lebih banyak menonjol dari ahli haq"

||||||||||||||||||||||||||||||

Berkata
Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya
akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur’an hanya
dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu
sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk
pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan
fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut
adalah tanda-tanda hari kiamat."

||||||||||||||||||||||||||||||

Sabda
Rasulullah S.A.W, "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa
perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti
harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada
agama, orang lelaki taat kepada isterinya, mendurhakai ibunya, lebih
rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam
masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan
karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan karena
takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat."(Al-hadist)

Ps:

Yang
menjadi bahan pemikiran…perasaan point tanda2 kiamat itu udah mulai
kejadian, coba deh check list satu2…tinggal saatnya kita menunggu
kapan tiba waktunya..trus search deh di index Al-Quran tentang kiamat,
takut yah…gak kebayang seperti apa terjadinya…Gunung bahkan planet
n galaksi hancur lebur luluh lantah berkeping2 bagaikan bulu ayam yang
berterbangan…entah keadaan kita seperti apa nanti, ketimpa tangga aja
udah benjol, ketusuk paku aja dah demam seharian…entah kalo ketimpa
gunung…apa kita akan menghadapi saat kiamat?..yang menjadi pertanyaan
untuk diri pribadi sih…udah siap perbekalannya belum? Kalo ternyata
dateng tiba2 gimana lint?

Allahualam bis shawab…

Dialog Dua Arah

Wednesday, May 16th, 2007

Dialog Dua Arah

   

   
    
   

Di
suatu siang sehabis shalat dzuhur berjamaah, ada perbincangan antara
seorang anak laki-laki dengan sang ibu, dikarenakan ayahnya sedang
pergi ke kantor..dialog itu dilakukan dua arah, begini dialognya:

Seorang anak bertanya kepada seorang Ibunya:

(n_n)’           : “Umi…kalo Rasulullah berdakwah, dibayar gak Umi?”..

(^_^)
: ”Anakku…Rasulullah berdakwah tidak dibayar..Beliau seseorang yang
memang ditugaskan Allah untuk menyampaikan ayat-ayatNya, tanpa suatu
imbalan apa pun, walaupun banyak kaum yang menentangnya, beliau tanpa
sedikit pun goyah untuk terus berdakwah”…

(n_n)’           : berarti itu namanya ikhlas yah Umi?

(^_^)            : Untuk seorang yang berkedudukan Rasul..Insya Allah beliau dijamin  keikhlasannya..

(n_n)’           : Umi..kalau begitu Ridwan mau ketemu Rasulullah di dalam mimpi Mi.. Ridwan mau cerita sama Rasulullah…

Sang ibu terhenyak dengan pernyataan anaknya itu..
(^_^)            : Memangnya Ridwan mau cerita apa??

(n_n)’
: Umi..Ridwan kan nonton ceramah Ustad XX di TV..terus kata TV, Ustad
XX kalau berdakwah dibayar, dan dibayarnya juga mahal ..berarti kan gak
ikhlas…kan Rasul aja gak dibayar…kenapa Ustad itu dibayar?

Sang ibu bingung untuk menjawab pertanyaan anaknya..dengan berfikir sejenak ibu mengutarakan alternative alasannya

(^_^)
: Mungkin bisa saja bisa jadi ustad tersebut tidak mengharapkan
dibayar, tapi ada orang yang memberi uang karena ceramahnya…jadi
ustad tersebut tidak memaksa orang untuk membayarnya berdakwah…

(n_n)’           : Terus kalau memang dibayar, uangnya dipakai untuk apa?

(^_^)
: kita berusaha berkhusnudzon saja yah nak…bisa jadi uangnya dipakai
untuk diinfaqkan, atau untuk bayar biaya ongkos transportasinya atau
mungkin untuk biaya kehidupan anak istrinya.

(n_n)’           : tapi Ridwan gak setuju Mi..

(^_^)            : gak setuju kenapa Ridwan??

(n_n)’
: Kalau umi cerita..umi selalu bilang..kalau kita harus mengikuti
Rasulullah sebagai teladan…sedangkan rasulullah kan mendapat uang
dengan cara usaha berdagang kan Umi?

(^_^)            : Benar Ridwan…

(n_n)’
: Lalu kenapa ustad-ustad itu dapat uang lewat berdakwah? Tidak lewat
usaha lainnya? Kan kalau ceramah mereka menggunakan ayat2
Al-Quran?..berarti orang membayar ayat-ayat Al-quran itu dong Mi?

Ibu
tersebut tiba-tiba kaget dengan pertanyaan dari seorang anak yang
berumur 8 tahun tersebut..pertanyaan yang polos namun bermakna tajam…

(^_^)            : Yah…namanya manusia…Ustad juga manusia Anakku…

(n_n)’           : Rasulullah kan manusia juga Umi..Terus apa bedanya Rasulullah dengan ustad sekarang?? Kan sama-sama manusia?

(^_^)
: Yang membedakannya…Rasulullah sudah dijamin masuk surga
anakku…dan setiap jiwa manusia itu berbeda-beda…dan jiwa Rasulullah
itu berada di kedudukan yang paling tinggi derajatnya..

(n_n)’
: Apa karena Rasulullah dakwahnya tidak dibayar yah Mi…jadi sudah
dijamin masuk surga sedangkan ustad-ustad dibayar jadi gak dijamin
masuk surga?

Sang ibu terhenyak untuk beberapa kalinya atas pernyataan yang dilontarkan anaknya

(^_^)
:Ridwan…persoalan masuk surga itu hanya urusan Allah…kita tidak
berhak untuk mengurusi itu…hanya Rahmat Allah lah yang bisa membantu
kita…begitu pun Rasulullah dalam hadistnya pernah bersabda bahwa amal
ibadah yang banyak kita lakukan pun belum tentu menjamin kita
selamat..bahkan Rasul pun bersabda “Aku pun tidak dapat selamat jika
bukan rahmat dari Allah”..yang pasti kita berusaha yang terbaik untuk
menjadi hambanya Allah, agar kita memperoleh rahmatNya…

(n_n)’           : Oh gitu yah Umi…

(^_^)            : (Ridwan anakku…untuk anak seusiamu…engkau begitu matang dan kritis)

*********************************
Yah
mungkin saja ada dialog yang terjadi seperti di atas..Jujur…itu yang
sempat terlintas dalam fikiranku sendiri…maklum…setiap pemikiran
orang pasti berbeda2..dan kita juga tidak bisa untuk menyeragamkan
orang untuk berfikir seperti yang kita fikirkan…

Cuman emang
sempet terfikir juga…untuk memperoleh suatu tausyiah ayat-ayat
Al-Quran pun kita harus sms untuk ikutan registrasi..biar dapet
pencerahan…kalo untuk usaha n dapet penghasilan, ada yang ngadain
seminar blablabla dengan tema islami, ikutan workshop tentang nikah
dengan pendaftaran sekian puluh ribu, ikutan metode sholat khusyu dalam
tiga hari jadi khusyu sholatnya, blablabla…Metode yang semuanya
mengatasnamakan Islam…

Anehnya aku malah
berfikir…penghasilan diperoleh atas nama Islam…dengan mempatok
biaya-biaya, yang alesannya untuk ladang pengangguran, ladang amal,
blablabla..tapi dibalik itu esensinya apa?…dengan mengutip setiap
ayat Al-Quran yang akhirnya menjadi objek bisnis.

Alhamdulillah
kalo memang niatnya tidak mengambil untung sepeser pun, bahkan kalau
ngambil untung, bisa saja keuntungan itu seluruhnya diberikan kepada
orang yang sangat membutuhkan..Hanya yang menjadi pemikiran…ketika
bisnis mengatasnamakan dakwah..

Banyak fenomena yang
membudaya..yang itu sendiri sekarang dianggap sebagai strategi
dakwah…Toh Ridwan si anak kecil itu pun berkata bahwa dakwah itu
tidak mematok harga, Dakwah itu Real dikarenakan atas keberserahdirian
kita sebagai abdi /hambaNya..Islam adalah berserah diri.

Mungkin
alasan yang bisa diterima oleh kita…adalah karena biaya
operasional…atau untuk kehidupan anak istri..blablabla, namun memang
itu yang dinamakan dinamika kehidupan…yang menjadi fenomena langka
adalah seorang pencermah yang tidak mengharapkan bayaran atas
ceramahnya..bahkan ketika dibayar pun beliau menolak menerimanya…

Adakah seorang seperti itu? Menyampaikan ayat-ayat Al-Quran..tanpa ingin diberi imbalan?

Dan mungkin hanya segolongan orang yang sedikit…Allahualam b s

Kutipan ayat Al-Quran untuk bahan perenungan kita :

QS  Al An’aam 6:90
Mereka
itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah
petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam
menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan
untuk seluruh ummat”.

QS Yaasiin 36:21
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu,  dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk

QS Al Mu’minuun 23:72
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik.

QS Saba’ 34.:47.
Katakanlah:
“Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku
hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

QS Ath Thuur 52:40.
Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?

QS Shaad 38:86.
Katakanlah
(hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku
dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. QS Asy
Syu’araa’ 26:180, 164
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

QS Al Furqaan 25.:57.
Katakanlah:
"Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan
risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau
mengambil jalan kepada Tuhan nya”.

QS Yunus 10:72.
Jika
kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun
dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku
disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri
(kepada-Nya)."

QS Huud 11: 51.
Hai
kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak
lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu
memikirkan(nya)?"

QS Huud 11: 29.
Dan
(dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu
(sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku
sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman.
Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku
memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui."

Sebuah Wahyu Langsung untuk Ali

Wednesday, May 16th, 2007

Suatu hari ketika ‘Ali sedang berada dalam pertempuran, pedang musuhnya patah dan orangnya terjatuh. ‘Ali berdiri di atas musuhnya itu, meletakkan pedangnya ke arah dada orang itu, dia berkata, "Jika pedangmu berada di tanganmu, maka aku akan lanjutkan pertempuran ini, tetapi karena pedangmu patah, maka aku tidak boleh menyerangmu." "Kalau aku punya pedang saat ini, aku akan memutuskan tangan-tanganmu dan kaki-kakimu," orang itu berteriak balik. "Baiklah kalau begitu," jawab ‘Ali, dan dia menyerahkan pedangnya ke tangan orang itu. "Apa yang sedang kamu lakukan", tanya orang itu kebingungan. "Bukankah saya ini musuhmu?" Ali memandang tepat di matanya dan berkata, "Kamu bersumpah kalau memiliki sebuah pedang di tanganmu, maka kamu akan membunuhku. Sekarang kamu telah memiliki pedangku, karena itu majulah dan seranglah aku". Tetapi orang itu tidak mampu. "Itulah kebodohanmu dan kesombongan berkata-kata," jelas ‘Ali. "Di dalam agama Allah tidak ada perkelahian atau permusuhan antara kamu dan aku. Kita bersaudara. Perang yang sebenarnya adalah antara kebenaran dan kekurangan kebijakanmu. Yaitu antara kebenaran dan dusta. Engkau dan aku sedang menyaksikan pertempuran itu. Engkau adalah saudaraku. Jika aku menyakitimu dalam keadaan seperti ini, maka aku harus mempertanggungjawabkannya pada hari kiamat. Allah akan mempertanyakan hal ini kepadaku." "Inikah cara Islam?" Orang itu bertanya. "Ya," jawab ‘Ali, "Ini adalah firman Allah, yang Mahakuasa,dan Sang Unik." Dengan segera, orang itu bersujud di kaki ‘Ali dan memohon,"Ajarkan aku syahadat." Dan ‘Ali pun mengajarkannya, "Tiada tuhan melainkan Allah.Tiada yang ada selain Engkau, ya Allah." Hal yang sama terjadi pada pertempuran berikutnya. ‘Ali menjatuhkan lawannya, meletakkan kakinya di atas dada orang itu dan menempelkan pedangnya ke leher orang itu. Tetapi sekali lagi dia tidak membunuh orang itu. "Mengapa kamu tidak membunuh aku?" Orang itu berteriak dengan marah. "Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?,’ Dan dia meludahi muka ‘Ali. Mulanya ‘Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik pedangnya. "Aku bukan musuhmu", Ali menjawab. "Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu." "Kalau begitu tidak ada pertempuran antara kau dan aku?" orang itu bertanya. "Tidak. Pertempuran adalah antara kearifan dan kesombongan. Antara kebenaran dan kepalsuan". ‘Ali menjelaskan kepadanya. "Meskipun engkau telah meludahiku, dan mendesakku untuk membunuhmu, aku tak boleh." "Dari mana datangnya ketentuan semacam itu?" "Itulah ketentuan Allah. Itulah Islam." Dengan segera orang itu tersungkur di kaki ‘Ali dan dia jugadiajari dua kalimat syahadat.
————————-
dari :
secercah cahaya
TASAWUF MENDAMAIKAN DUNIA
(Islam & World Peace: Explanation of A Sufi)