1/22/2007

AssWw…
Nah
soal pergi ke Tasik nih…Waktu itu temanku nikah, acie the queen
(ehm)…krn rumahnya di Tasik, otomatis aku n temen2 pada ikut ke
Tasik…kebetulan ira bawa mobil n ayahnya ira yang ngemudiin…si
penumpangnya itu gak jauh2 dari kita2 (vika, nur, ella, ira, nisa, n
olint) ..hari itu kita kuliah dulu…abis sholat isya di kampus kira2 jam
10 maleman, kita beranjak pergi ke Tasik…
Singkat
kata, sampe ke Tasik jam 1 malem…eng-ing-eng..kita singgah sebentar ke
rumahnya acie tapi kita gak nginep di rumahnya acie…ya weiss, karena
ayahnya acie profesinya dibidang pendidikan ..akhirnya kita nemuin
tempat untuk singgah n tidur semalam..knp ga di rumah acie? Yah tau
sendiri lah…rumahnya acie kan banyak sodaranya yang nginep disana…
Malem itu ayahnya acie nganterin kita ke sebuah wisma guru…tepatnya berada ga jauh dari pusat kota atau alun-alun kota Tasik n berada di hadapan sebuah Rumah sakit…Karena malem itu orang2 banyak yg tertidur,.otomatis jalan2 bener2 sepi n senyap…yah tapi masih didukung ama cahaya lampu kota yang lumayan terang menyinari jalan…
Sesampai di wisma…JeDenG!! (diiringi backsound
instrument musik bethoven yang menyayat telinga)–(NGACO!!)…suasana
saat itu kayak di film ‘Susana’…rumah yang garasinya diterangi oleh
lampu yang redupnya kayak 5 watt..yang penuh lorong panjang…ketika
masuk pertigaan ruangan, terlihat etalase lemari yang berisi barang2
yang mungkin terlihat ga dipake lagi…n kita belok kiri bertemu dengan
anak2 tangga menuju ke atas…ayahnya acie terlihat berbincang2 dengan
penjaga or pegawai yang ada di wisma itu…beberapa saat kemudian, kita
diajak menuju lorong2 ruangan yang sama sekali tak ada lampu…(yah walau
kamar nya kira-kira 5 meter menuju koridor luar)..kamar dibagi dua ( 1
kamar untuk ira n papahnya, n 1 kamar lagi untuk sisanya),,,kamar ira
berada di paling ujung belakang wisma, sedangkan kamar kita2 berada
paling ujung luar wisma di lantai 2…teteep…ditemani oleh lampu yang
malu-malu…bisa dibilang suasana remang2…Setelah mendapat kamar,
akhirnya ayahnya acie pamit untuk pulang.
Pas
masuk wisma itu sih, entah kenapa aku ngerasa something different, ga
seperti biasanya…yah walau tetep keep silence.. tanpa sepengetahuan
masing2 dari kita ternyata temen2 yg lain juga ngerasa ko beda yah
suasananya…
Deskripsi ruangan kamar yang kita singgahi sementara di wisma tersebut:
Pertama masuk ruangannya kira2 ada 4×4
meter,jumlah kasur ada 3 buah ukuran single bad (tapi bisa tidur untuk
2 org jg sih) n didalam kamar tersebut ada kamar mandi. dihadapan pintu
masuk ada kasur pertama. Sebelah kanan menjorok
kedalam ada kasur kedua, sedangkan kasur yang ketiga tepatnya
berhadapan dengan kamar mandi n kaca jendela samping kamar + Gorden
yang terlihat udah lama tak terjamah (yuu..)..

Gambar Zoomnya:

Pegawai
wisma ngajak kita masuk, n sekaligus dia ngecek air di dalam kamar
mandi, ternyata kerannya macet n kamar mandi tersebut sudah lama ga
kepakai..aku coba ikut ngecek n ngebuka si pintu kamar mandi, siapa tau
bisa di akal-in buat bisa dipakai esok paginya. Ternyata, pas ngebuka
pintu kamar mandi, Wuiiiih…NyerSet!!…Bauuuu! banget,,,,Nge Habekk!!
Kaya bau asam amoniak yang tajem di hidung…ya sudah, aku akhirnya
ngalah…si kamar mandi pun akhirnya nganggur n kita pake kamar mandi
di luar yang berhadapan dengan tangga naik di lantai dua krg lebih
berjumlah 6 kamar mandi yang saling berhadapan (3 buah vs 3 buah)…
Kasur
pertama dah dicarter ma nur,emang kebetulan di belakang pintu masuk
kamar tersebut ada sebuah cermin yang kusam n berhadapan dengan
kasurnya nur..karena kita berlima dalam 1 kamar n kasur ada 3 buah, yah
mau ga mau ada satu org yg tidur di 1 kasur…tadinya nur sendiri,
olint+vika di kasur 3 yg berhadapan dgn kamar mandi, ella+Nisa di kasur
2.
Malam pun teman2 pada beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu n kembali ke kamar melakukan sholat malem…dan sebagian ada yang membaca Al-Quran.
Sebenernya
masing2 dari kita pada ngerasa ada yang berbeda dengan suasana di kamar
tersebut, umumnya di wisma tersebut…tapi karena ga ada 1 pun yang
mengeluarkan perkataan yang menjurus tentang perasaan ga enak
tersebut…hanya saat itu Nisa sempat bercanda akan pandangannya
terhadap gordin yang ada bercak merah (seperti cat)…Nisa bilang ”wah
gordin nya kenapa? Ko warnanya gitu, kaya darah ya?,serem juga
iiih”…kita sih ngomongnya ”woi…jgn sompral Sa”…sambil
mengingatkannya…belum lagi dengan komentar2 dari kami tentang seprei
dan kasur yang ternyata memang sudah lama tak pernah dicuci (coba
bayangin bau nya…)…bahkan vika pun yang lebih sensitif merasa
kulitnya gatal2…vika bilang sih itu sejenis ’tumbila’-alias binatang
kecil seperti kutu….vika pun yang satu kasur dgnku akhirnya mengalah
dan pindah bersama nur…beberapa saat kemudian, memang omongan vika
terbukti,,bahwa kakiku sempat gatal..n aku tak ada pilihan sama
sekali…
Ya
sudah tanpa ingin berbicara panjang, aku hanya bisa terduduk n mengajak
Nisa ngobrol…saat itu memang perasaanku benar2 tak enak…serasa ada
sesuatu dimensi yg sedang berada di ruangan tersebut.(entah mungkin
perasaanku)..nur dan ella sudah duluan tertidur, tinggal vika yang
berada disamping nur (kasur 1), Nisa disamping ella (kasur 2), dan aku
yg terjaga ’alone’ di kasur 3…fikirku, daripada suasana semakin sepi,
aku lebih memilih untuk tidak tidur, akhirnya Nisa pun sepakat dan
menemaniku bercerita untuk mencairkan suasana…dimulai dengan
ceritaku…aku bercerita yang benar2 membuat vika tak habis fikir
dengan apa yg aku ceritakan…fikirku ”dari pada aku bercerita yang
serius…mending cerita kancil dan harimau di hutan”-siapa tau kalo si
makhluk yg ada dikamar ngedenger, si ceceu or akang (panggilan makhluk
kasat mata itu) bisa ketawa n gak pengen nakut2in kita…emang sih
garinkkkk bgt!!…n cerita itu benar2 cerita yg kugunakan untuk
menidurkan keponakanku…tapi benar juga, akhirnya cerita itu membuat
vika tertawa->setengah sadar->dan tertidur…hehe…
Nisa
pun akhirnya pindah ke tempatku (kasur3)…tinggal kami yang
tersisa…yang lain sudah terlelap…Nisa dengan ceritanya dan suasana
aneh pun diisi dengan cerita2 yang membuat kami tdk berfikir aneh
kembali…kita bersepakat bahwa kita akan tidur sebentar ketika adzan
subuh pertama berkumandang, dan saat itu pun tiba…kita harus tidur walau sebentar…
semua : ZzZzzzzZ….(Tertidur…)
ketika semua tertidur, adzan subuh kedua pun berkumandang, dan akhirnya giliran nur n ella terbangun…
Tiba-Tiba.!!! JrenK…JrenK!!
(ga
serem amat sih),,ketika nur n ella sedang berusaha menstabilkan
kesadarannya dari tidur…tiba-tiba terdengar suara nafas seseorang
wanita yang jelas terdengar di ruangan…suara seperti orang yang
sedang sesak nafas ( kayak asma )…nur bertanya kepada ella ”La suara
apa itu??”..nur mencari sumber suara itu, dia khawatir jika salah satu
dari kita ada yang sesak nafas..dan ternyata ella pun mendengar suara
itu..mereka ber-dua melihat kami yang sedang tidur, nur menyangka bahwa
itu suara Nisa, ternyata ketika melihat nisa, Nisa sedang terlelap,
giliran mereka melihat aku,, aku pun sedang tidur tenang, bahkan vika
disampingnya nur pun tidak sesak sama sekali.
Akhirnya
mereka beranjak pergi ke kamar mandi luar, dan giliran aku, nisa, dan
vika yang berada dikamar untuk menunggu giliran wudhu…
Pagi2 sekitar jam ½ 9:
Aku,
Ella, dan Nisa pergi mandi, dan saat itu yang berada di kamar hanya
vika dan nur…saat itu kasur nur dijadikan tumpuan kami sholat, karena
lantai cukup berdebu, maka kami memakai kasur 1 untuk dijadikan tempat
sholat…vika pun melakukan sholat dhuha…dan suasana kamar saat itu
begitu hening…Saat vika sholat menghadap kiblat (searah bantal
kasur1), nur pun sedang melihat cermin untuk membetulkan
jilbabnya…Tiba-tiba ketika menuju rakaat ke dua..vika dikagetkan
dengan suara sesak nafas kembali…suara yang begitu
keras dan dekat…vika pun menyangka bahwa terjadi sesuatu dengan nur,
dia khawatir jika nur mengalami asma atau sampai pingsan, bahkan
fikirannya pun menyangka khawatir nur kesurupan…Gerakan sholatnya pun
menjadi di percepat,,,karena di kamar saat itu tak ada siapa2…
Setelah
sholat selesai, vika kemudian beranjak melihat ke belakang untuk
memastikan keadaan yang sebenarnya…dan dia melihat nur dengan wajah
yang penuh tanya dan khawatir…melihat ekspresi vika, nur pun bertanya
dan heran ”kenapa vik?”…vika bertanya ”Nur ga apa-apa?..nur kenapa
tadi? Sesak nafas?”…nur pun meyakinkan bahwa nur semenjak vika sholat
tidak merasakan apa2…tak ada suara yang terdengar…dan setelah
mereka berdua berbicara, akhirnya nur pun menceritakan kejadian waktu
subuh…
Pengalaman Ira dikamar belakang:
Pagi
ketika packing menuju gedung pernikahan t aci, ayahnya ira sedang
berada di luar untuk memanaskan mobil, tinggal ira yang terakhir
membereskan kamar dan mengunci pintu ,tanpa menyadari sebelumnya, ira
mendengar bahwa di sebelah kamar belakang ada suara seseorang yang
sedang membuka pintu kamar,,,,selidik punya selidik, ketika ira keluar
dan melihat keadaan sekitar, ternyata di ruangan itu tak ada satu orang
pun….Jadi??!!! siapa atuh yang gratak grutuk di sebelah??–(kucing
kalee…’meeong’..positif thinking aja ^_^-red)
Wah..itu
baru sehari nginep…entah kalo 2 atau 3 hari nginep…kayaknya
tempatnya cocok untuk syuting ”Dunia lain versi wisma guru di Tasik”
deh…
Kesimpulannya:
ternyata
makhluk non fisik/imateri itu ada di ruangan itu…terlebih ruangan
yang sudah lama tak ada yang menghuninya…kita pun akhirnya tak segan
berbicara tentang topik itu di kamar tersebut….
Ngomongin
soal makhluk2 kayak gituan (hantu, kunti, genderowo, tuyul, casper,
pocong, pocong 2–emangnya film ;p– ,n apa pun istilahnya),, terkadang
kita selalu menyangka bahwa mereka itu berada di dunia lain sesuai
dengan acara di televisi yang berjudul ’dunia lain’…padahal aslinya
keberadaan mereka itu sama dengan kita yaitu berada di alam dunia/ alam
mulk ini,,,satu alam tapi yang membedakannya itu mereka berwujud
nonfisik / i-materi, sedangkan kita berwujud fisik dan bermateri..cuman
ada manusia yang diberi Izin oleh Allah untuk bisa merasakan bahkan
bisa melihat keberadaan mereka..
berani coba??-(apa sih??!-red)
Allahualam bis shawab..
wasalam
dzihni firuz