Assalamualaikum Wr. Wb
Baru aja ada sebuah sms dari seorang temen yang isinya:
O
sori nih ggu sbh2.mo tny, gmn crnya biar qt tu cinta sm Allah?apa
rsnya? Gmn ciri2nya kalo qt udh cinta/mulei cinta ke Allah? Pasti susah
kan o numbuhin cinta kayak ke orang?
Ini Tulisannya:
Untuk UXX:
‘Sebab
akibat’..Ada makhluk pasti ada yang Menciptakan…Ada Pembuat pasti ada
hasil karyanya..Itulah kita..dengan keberadaan kita di dunia ini salah
satu makhluk dari jenis makhluk lainnya, pasti ada Yang Menciptakan
kita. Kita yang terlahir ke dunia, tiada lain bukan sekedar tanpa
tujuan. Segala sesuatu yang dihadirkan Allah ke dalam kehidupan kita
pun tak ada kata sia-sia bagiNya..pasti ada maksud tertentu..
Dan
tujuan penciptaan manusia pun bukan sekedar numpang lewat, bukan
sekedar ngegunain fasilitas yang tersedia di bumi, bukan sekedar
berbuat sesuai yang kita mau.
Ada sebuah hadist Qudsi:
“Aku
adalah Kanzun Mahfiy (Khasanah yang tersembunyi). Aku cinta untuk
dikenal, karena itu aku ciptakan makhluk agar Aku diketahui”
Mengapa Allah ingin dikenal?
Keinginan
Allah ingin dikenali, bukan sebagai kekurangan bahwa Allah itu butuh,
tetapi karena Allah sangat ingin ada yang merasakan kasih sayangNya.
Mengapa?
- Agar makhluk merasakan rahmat dan Khasanahnya
- Allah butuh cermin untuk mengenalkan Dia, untuk bisa memproyeksikan siapa Allah. Dan kebetulan amanat itu diberikan kpd manusia, seperti dalam Al-quran:“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan
gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” Qs: Al-Ahzab 34:72
- karena karakter utama Allah adalah ArRahman ArRahiim,
karena Maha Pengasih dan Maha Penyayang itulah dari sekian asma Allah
yang merupakan karakter utama Allah (yang kita baca dalam kalimat
basmallah), dari sekian asma Allah kenapa basmallah misalnya bukan
BismillaahilAzizulHakiim (- Dengan menyebut Asma Allah yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana-).karena balik lagi ke point 3 (karakter utama Allah adalah ArRahman ArRahiim)
· Maha Pengasih,
seperti analogi ketika kita menaburkan makanan ke suatu kolam ikan,
kita pasti gak memilih makanan itu untuk ikan apa? Misalnya kalo tuh
makanan bakalan ditaburin khusus untuk ikan lele ”Le… ini parap buat kamu, si ikan mas ga boleh makan nih parap(-istilah makanan ikan) loh”,
dengan pemberian makanan ke kolam itu, kita gak pernah milih makanan
itu khusus untuk lele aja, sedangkan ikan mas, keyeup, cacing, kepiting
yang ada di kolam ga boleh makan..Ga mungkin kan?…itu analogi
aja..begitu pun Allah, ketika Allah memberikan nikmat, Allah tak pernah
membedakan mana orang muslim, bukan muslim, tukang becak, pedagang,
mana mahasiswa, mana bukan mahasiswa, dll…itu Yang Maha Pengasih dari
Allah, ‘tanpa pilih kasih’.
· Maha
Penyayang, dari sekian nikmat atau segala yang Allah berikan, pasti ada
manusia yang menyambutNya dengan rasa kebersyukurannya, ada yang dengan
usaha Pencarian akan Allah, Butuh Allah, Rasa kebergantungan akan
Allah..Nah usaha dan kebutuhan yang besar untuk mencari Allah itulah,
yang bakal Allah Perhatiin..’Allah tak pernah Menghiraukan kita, kalo kita bener-bener tulus ingin mencariNya’. Dan Maha Penyayang itulah yang Allah khususkan bagi orang-orang yang Allah pilih..(istilahnya diseleksi lagi)
Bagaimana Cara Allah Menyayangi Kita?
Kebanyakan
orang beranggapan bahwa tanda Allah sayang sama kita itu kalo Allah
sudah memberikan rezeki yang banyak, harta yang melimpah, keluarga yang
bahagia, atau Allah memberikan limpahan kesenangan kepada kita. Jadi
misalnya ketika kita dapet uang atau rezeki, kita langsung beranggapan
‘wah Allah tuh sayang sama kita’..trus kalo kita gak dapet uang berarti
Allah gak sayang sama kita (contoh kecil).
Justru tanpa kita sadari, bahwa tanda Allah menyayangi kita adalah dengan menghadirkan ujian dalam kehidupan kita. Loh ko bisa? Katanya sayang, kenapa lewat ujian?..karena
ujian lah yang merupakan alat pancing kepada kita agar manusia bisa
menggunakan Aqlnya, ujianlah yang cenderung menggiring manusia untuk
mencari jawaban bahwa pada intinya manusia itu membutuhkan DIA. Dengan
adanya ujian itulah yang membuat kita bisa belajar.
Coba
kita bayangin, cenderung kita inget ke Allah kalo kita lagi kepepet,
bener ga? Kebanyakan orang inget Allah ketika ada ujian, dalam hal
harta maupun kekeringan jiwa. Sedangkan kebanyakan kita terlena dan
lupa ketika kita diberikan kesenangan ataupun urusan yang sangat
memikat hati kita.Nah itulah kenapa ujian itu hadir.
Sok
geura misalnya kalo kita menghadapi SPMB…tahajud, dhuha, dan shalat
kita jadi rajin kalo kita butuh, doa nya jadi khusyu, minta ini atau
itu (banyak mintanya) tapi kalo ga ada maksud terkadang shalat pun
hanya sekedar kewajiban (bukan kebutuhan).
Dalam Qs Al-‘Ankabuut 29:2:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Ketika ujian hadir ke dalam kehidupan kita, cenderung kita diajak untuk bisa lebih berfikir..”kenapa aku diuji yah?”
nah justru itu tuh yang menjadi pertanyaan awal kenapa kita diberi
ujian seperti itu, pasti ada maksud tertentu yang Allah berikan.
Misalnya
si A sering kecurian barang, tiap beli barang baru ko selalu hilang
melulu..Nah pasti ada pelajaran yang bisa diambil agar kita lebih
bercermin. Sebelum nyalahin si pencuri, tanya dulu ama diri sendiri..”apa yang salah dengan diri ini?”..bisa
jadi banyak alternatif alesan yang terjadi kan..misalnya: Apa mungkin
uang yang dipake untuk membeli barang merupakan uang yang diperoleh
dengan cara yang tidak halal? Atau apa mungkin saya sering ceroboh
menyimpan barang di mana aja? Atau mungkin bisa jadi saya beli barang
karena ingin sekedar dibilang “WAH” sama orang lain?…banyak sekali
yang menjadi alesannya..Dan Allah mengajari kita lewat itu..biar kita
bisa bercermin, memperbaiki diri.
Tapi kebanyakan manusia itu pun sering mengeluh, “Kenapa sih Allah ngasih ujian kayak gini ke aku?”..Astagfirullaahaladzim..sering
terlintas kata-kata keluhan yang terbesit dalam hati dan terucap lewat
kata. Perlu kita ketahui bahwa mengeluh adalah menghapus citra ArRahman
ArRahiim Allah, itu suatu tanda kalo kita sudah protes kepada Allah..berani sekali yah..Allah ko diprotes. “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(94:5,6) dan “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(2:286)
Dengan
dihadirkannya ujian, supaya kita bisa merenung, belajar, dan mengambil
pengetahuan. Biasanya ujian akan berlalu kalo kitanya sudah berbuah
pengetahuan, tapi ujian bakalan terus menerus dateng ke kita dalem
topik yang sama kalo kita belum tahu. Nah gitu juga kalo dah
berpengetahuan, maka bisa jadi Allah juga memberikan ujian tahap
berikutnya. Kalo kita bisa selesai n lulus ujian, kita tunggu aja ujian
berikutnya. Karena SD ke SMP sampai perguruan Tinggi pun ga luput dari
ujian. Kalo mau naik kelas yah belajar menghadapi ujian.
Terus berusaha ngejawab pertanyaan dari U:
gmn crnya biar qt tu cinta sm Allah?
Banyak cara juga sih U, minimal :
- Dengan keinginan kita untuk mencari Apa sih yang disukai Allah? Trus apa yang dibenci Allah? yang disuka kita pelajari dan kita ikutin, yang gak disukaiNya kita usaha tinggalin..
Sama seperti ketika kita suka sama lawan jenis..apa coba yang kita usahain? Pasti kita belajar perhatiin hobbynya apa, kegemarannya apa, trus dia ga suka sama apa…pasti ada kan rasa ingin tahu kita, biar kita bisa pdkt alias ‘pendekatan’. Begitu pun ke Allah.
- Biasanya
kita simpatik sama kelakuan seseorang, loh ko dia baik yah, ko dia suka
nolong yah, ramah, santun, trus suka dermawan..Nah begitu pun ketika
kita bisa ngerasain kasih sayang n nikmat yang udah diberi kan Allah.
Ternyata Allah Maha Pemurah yah, Allah Maha Penolong yah, dll..kita
bisa ngerasain kan semua yang telah Allah hadirkan, setiap oksigen yang
kita hirup itu gratis gak bayar, kedip mata yang kalo ga berkedip
bakalan bikin mata sakit dan kering, diberi mata bisa menikmati
keindahan alam, pendengaran bisa ngedengerin sesuatu yg indah n merdu,
dikasih lidah biar ngerasain lezatnya makanan, setiap jantung yang
berdetak pun gratis ga bayar. Beda kan kalo dah sakit jantung, pengen
nyembuhin lewat operasi aja harus bayar kan ke dokter.. Allah mah ga minta bayaran..
- Belajar membaca Ayat-ayat Nya (insaniyah, kauliyah, kauniyah), baik ayat-ayat AlQuran, di dalam diri kita atau sekitar kita.
“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Qs Fushshilat 41:53)
Al-Quran merupakan surat cintaNya yang disampaikan kepada umat manusia
melalui Rasulullah saw. Kalo ingin berusaha mengenalNya,
mencintaiNya,,yah baca surat cintaNya..Karena Seseorang yang belajar memaknai Al-Quran itu seolah-olah sedang di tes buta mata hatinya.
selain bertaubat, beriman dan beramal shaleh,,minimal itu tuh, masih banyak lagi caranya..
apa rsnya?
Yah
balik lagi sih U, ketika kita mulai suka sama seseorang pasti kita
mulai inget n selalu mikirin tentang dia. Seneng kalo berada di
dekatnya. Trus kalo mengenalnya mulai tumbuh rasa cinta, dengan cinta
itu kita bisa nerima apa adanya, ga nuntut yang macem2..
Gitu
juga kalo kita udah mulai suka atau belajar cinta sama Allah.ketika
kita cinta rasanya ingin selalu inget terus akan DIA, ingin selalu
didekatNya, ingin terus diperhatikan olehNya, ga protes dalam
menghadapi ujian dariNya, tapi malah menerima ujian dan ketentuan
dariNya dengan lapang dada, ga nuntut yang macem2 ke Allah, ga banyak
mengeluh.
Gmn ciri2nya kalo qt udh cinta/mulei cinta ke Allah?
Ada
sebuah kalimat “Man ‘Araafa Nafsahu faqad ‘araafa Rabbahu”..barang
siapa yang mengenal nafsnya (jiwanya) maka akan mengenal Tuhannya..
Kunci kita mengenal Allah adalah belajar memahami jiwa kita.(butuh pemahaman yang dalam tentang jiwa)
Ketika seorang mulai cinta ke Allah, bahkan Allah cinta akan hamba tersebut maka:
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi
petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir
sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.”(10:9)
“Dan
kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang
yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat
memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang
beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah
diri (kepada Kami).”(30:53)
Dan masih banyak ayat lain (cari di index Al-Quran tentang petunjuk, lumayan banyak U..)
Biasanya Allah akan memberi petunjuk kepada org2 yg beriman n beramal shaleh.
Takwa yang menghasilkan buah, buah takwa itu berupa khasanah, berpengaruh dengan akhlak kita.
(soal ini olint belum bisa sharing banyak, masih sangat terbatas)
Pasti susah kan o numbuhin cinta kayak ke orang?
Susah
sekali loh U, mencintai seseorang itu lebih mudah. Karena bisa melihat
objeknya secara langsung. Bisa melihat fisiknya, dll. Sedangkan Allah
itu gak bisa kita lihat, bahkan nabi Musa pun ketika ingin melihat
Allah dalam Qs 7:143
“Dan
tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah
Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya,
berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu
sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka
jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat
melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu,
dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka
setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Seorang
nabi Musa pun sampai pingsan akan keagungan dan kebesaran Allah ketika
beliau ingin melihat Dzat Allah. Dan itu pun menunjukkan bahwa kita
tidak boleh mentafakuri DzatNya, kaya bertanya-tanya “Allah itu seperti
siapa yah?”, karena kita tidak bisa menyentuhNya.
Kita hanya bisa merasakan keberadaan DIA lewat ciptaanNya, shifatNya, dll.
Tapi kenapa kita diberi rasa suka, simpatik, atau senang terhadap lawan jenis?
karena itu juga merupakan tanda kalo kita juga bisa belajar untuk
mencintai Allah..tetapi rasa suka kita terhadap makhluk itu cenderung
terbatas U. Bahkan cintanya makhluk itu sangat perhitungan. Kita bisa
baik sama orang, kalo misalnya dia kekasih kita. Kalo dia sahabat kita,
baru kita juga bisa baik ke dia. Beda sama Maha Pengasih Allah,
walaupun kitanya lalai, sering maksiat, banyak dosa, banyak mengeluh,
ngerasa manusia paling malang nasibnya,dll. Tapi kita masih tetep
dikasih nikmat, makanan, pakaian, keluarga, dll.
Rasa
cinta kita terhadap makhluk pun terkadang ada batas waktunya juga.
Ketika suatu saat orang yang kita sukai ternyata menyakiti kita dan
membuat kita kecewa, perlahan-lahan rasa cinta itu semakin berkurang.
Berbeda dengan ketika kita sudah cinta atau Mahabatullah.
Jadi
belajar mencintai makhluk yaitu dengan sifat pemurah, penolong, dll..
akan bermuara juga hakikatnya seperti belajar untuk mencintai Allah..
*****************************
Yang
olint analogikan itu bukan berarti olint menyamakan sikap kita terhadap
Allah disamakan dengan makhlukNya ya. Bukan itu..karena pada intinya
kehidupan ini memang sejatinya adalah pencarian Allah..manusia itu
hanyalah sebagai manifestasi dari ciptaanNya aja.
Semoga gak puas, tapi kekurangan dan kelemahan semua berasal dari olint pribadi dan kebenaran yang nyata hanya milik Allah…
Olint mohon ampun…
PS:
U,
kalo gak ngerti maafin yah…itu sebatas yang Olint tau..pasti banyak
kurangnya..n dengan nulis ini bukan berarti Olint udah ngerasa seperti
itu..olint masih banyak banget aib n dosa nya ko..jadi kita sama2
belajar memahami skenarioNya…
Semoga kita selalu betaubat kepada Nya…
rindu akan pertemuan denganNya..
Wassalam
dzihni firuz