sedikit tentang potensi

April 25th, 2007 by dzihnifiruz

Saturday 11:09 pm

Beberapa
hari yang lalu, aku sempet berkunjung ke blogs2 sahabat…selintas ku
baca isinya, wah..ternyata bagus2…isinya buat aku jadi
termotivasi..kalo yah nulis tuh jangan sekedar curhat basa basi..tapi
yang bisa bikin diri ini semakin belajar, tulisan yang membuat jiwa
menjadi bangkit (berat sekali konteksnya—belum kapasitasku)…yah
sebenernya sih dari dulu ingin banget nulis sesuatu tentang apa yg
telah diperoleh, entah itu ttg agama, kehidupan, atau yang
lain-lain…tapi pas difikir lagi…ketika aku nulis tentang itu, apa
aku bisa mempertanggungjawabkannya? apa yang ditulis sesuai dengan yang
diamalkan? itu sih pertanyaan yang saling tarik menarik. Akhirnya aku
hanya menulis segala sesuatu yang ringan aja…(tapi jangan salah loh
lint…apa yang aku tulis pun juga pasti harus dipertanggungjawabkan
kelak…dari yang terkecil sampai terbesar)

Aku
percaya bahwa setiap orang punya potensi masing2…ada yang pinter
nulis novel, ada yang pinter di jurnalis, bahkan yang pinter di bidang
lain…Apalagi pas aku denger kabar sahabat2, Segala Puji Bagi
Allah…ternyata banyak yang diberi kelebihan ilmu..dari berbagai
bidang. Terkadang sih sering merenungi diri…ketika kita diberi
kemudahan untuk melakukan sesuatu, kenapa kita tidak berbuat yang
terbaik?.. misalnya, seorang IT..jadilah ‘IT’ers terbaik di bidangnya,
Seorang Guru, jadilah guru yang terbaik..kebetulan tadi siang aku
nonton salah satu program di Metro TV..yang isinya tentang perkembangan
IT dengan sponsor dari PT.Telkom..ternyata ada profile Budi Raharjo nya
juga…yah aku sih sebenernya bukan ingin membicarakan beliaunya..tapi
apa yang menjadi motto hidupnya yang membuatku termotivasi…Apa yang
kita dalami, yah dalami itu..jika kita menjadi seorang petinju..jadilah
petinju yang terbaik…yah kalimat sederhana yang bikin aku
terngiang-ngiang…

Yang
menjadi persoalan, terkadang kita sendiri pun tidak mengetahui potensi
apa yang kita miliki. Bahkan aku sendiri masih bertanya-tanya tentang
potensi apa yang kumiliki, karena bisa jadi potensi itulah salah satu
elemen dari banyak elemen yang memudahkan kita dalam pencapaian misi
hidup kita (walau membicarakan misi hidup bukan kapasitasku juga) yang
jika itu terlaksana akan menjadi amal shaleh kita jika kita
melakukannya dengan baik dan atas dasar tautan dariNya.

Ketika
mendengar suatu kalimat dari seseorang bahwa potensi itu seperti energi
minimal kita, tapi dengan energi minimal itu akan menghasilkan sesuatu
yang maksimal (bukan berarti kerja sedikit ingin untung besar–komersil
banget kalo gt)…maksudnya..misalnya ketika seseorang mengikuti kursus
memasak dengan kursus menyanyi..ternyata orang tersebut dengan beberapa
kali pertemuan bisa menghasilkan masakan yang lezat, bahkan ketika
menciptakan suatu resep masakan,,makanan yang dibuatnya itu sangat
lezat bagi orang lain yang mencicipinya,,berbeda ketika dia ingin pula
kursus menyanyi…setelah mengikuti latihan vokal berkali-kali sampai
ke aturan2 strukturnya, ternyata suaranya ga bikin orang lain merinding
(emang hantu!…) maksudnya suaranya itu kayak air terjun.

Dari
dua contoh persoalan kursus yang diikuti orang tersebut, dia diberi
kemudahan dalam memasak,alhasil masakannya akan enak dibanding dengan
suaranya dalam bernyanyi.. begitu pun dengan kita..ketika kita diberi
berbagai pilihan, terkadang kita bisa merasakan di mana segi kenyamanan
kita dalam melakukan sesuatu…mungkin itulah yang akan memudahkan kita
untuk mengetahui potensi kita..contoh lain pernah suatu saat aku sedang
menghadapi sebuah ujian..ketika menghadapi ujian tentang mengarang, aku
bisa menghabiskan kertas sampai beberapa halaman, dengan tenang dan
santai tanpa keringat yang bercucuran, bahkan temanku melihatku dengan
geleng-geleng kepala..karena bagi temanku mengarang merupakan pelajaran
yang paling menakutkan baginya, sehingga dia stuck dibagian
mengarang..berbeda dengan ketika aku diberi ujian tentang sintak-sintak
pemrograman,, satu lembar kertas pun aku selesaikan dengan mengeluarkan
energi untuk berfikir..keringet bercucuran..dan bikin kepala
berat..alias pelajaran yang tidak enak bagiku, berbeda ketika aku
melihat temanku dengan santainya meminta kertas yang kedua untuk
mengisi jawaban sintak tersebut.

Nah itulah yang menandakan bahwa potensi si A mungkin bisa berbeda dengan si B,,Perlu kita ingat, tak ada potensi yang lebih unggul..maksudku
misalnya potensi yang dimiliki A lebih baik dibandingkan potensi yang
dimiliki B. Anehnya, dengan potensi yang dimiliki masing2 orang, kenapa
setiap orang merasa ada kebanggaan dengan apa yang dia miliki yah?
Jangankan orang..aku aja deh..misalnya gini, aku misalnya pinter
jahit…ternyata jahitanku bagus n rapi..orang-orang banyak yang memuji
keahlianku dalam menjahit…tiba-tiba dengan pujian langganan aku
itulah yang membuat kepalaku jadi besar ( nah loh…ALIEN donk…bukan
OLINT…hush!)…bukan kepala jadi besar, tapi jadi besar kepala alias
ada muncul rasa kebanggaan dalam hati…wah ternyata aku tuh pinter
jahit yah (dengan mata ke atas dan penuh senyum kesombongan trus di
atas kepala ada awan..awannya berkabut lagi, udah berkabut trus mendung
n mo turun hujan
)…tapi yang lebih halusnya sih cuman ngomong di
dalam hati…biar orang lain gak tau…biar orang lain bilang aku
rendah hati…

Kufikir,
seorang IT terbaik pun masih membutuhkan penjahit untuk bajunya, bahkan
seorang penjahit pun masih membutuhkan mesin jahit untuk
jahitannya..dan mesin jahit sendiri bukan bikinan si penjahit..tapi
seorang pembuat mesin jahit yang bisa membuatnya…semua ada yang ahli
di bidangnya masing-masing. kalo diambil perbandingan seperti rantai
makanan, tapi tidak melihat perbedaan kasta.

Trus
kenapa kita merasa bangga dengan kelebihan yang kita miliki
dibandingkan dengan orang lain? Padahal orang lain pun mempunyai
kelebihan yang ternyata kita tak punya akan hal itu.

Tapi
itulah yang terkadang membuat kita sendiri seolah2 lupa akan potensi
atau bakat yang diberikanNya kepada kita…Potensi itu, bukan kita yang
menciptakan, kita hanya bisa mengasahnya lewat usaha kita, tapi malah
kita sering terjebak…bukannya mengasah bakat, malah cenderung
mengasah rasa bangga, ujub, n sombong dalam diri..tapi pinternya
terkadang kita bisa menutupi itu..

manusia terlahir untuk apa dia diciptakan dan di mana dia dimudahkan

Nb: Tulisan pengingat diri…kalo ternyata diri ini masih banyak sayyiahnya

Kesalahan seutuhnya milik olint…Kebenaran milik Allah

Aku mohon ampun…

Allahualam b.s

Wasalam 

Dzihni firuz

Buat U, Cinta Ke Allah?

April 25th, 2007 by dzihnifiruz

Assalamualaikum Wr. Wb

 

 

Baru aja ada sebuah sms dari seorang temen yang isinya:

 

O
sori nih ggu sbh2.mo tny, gmn crnya biar qt tu cinta sm Allah?apa
rsnya? Gmn ciri2nya kalo qt udh cinta/mulei cinta ke Allah? Pasti susah
kan o numbuhin cinta kayak ke orang?

Ini Tulisannya:

Untuk UXX:

 

‘Sebab
akibat’..Ada makhluk pasti ada yang Menciptakan…Ada Pembuat pasti ada
hasil karyanya..Itulah kita..dengan keberadaan kita di dunia ini salah
satu makhluk dari jenis makhluk lainnya, pasti ada Yang Menciptakan
kita. Kita yang terlahir ke dunia, tiada lain bukan sekedar tanpa
tujuan. Segala sesuatu yang dihadirkan Allah ke dalam kehidupan kita
pun tak ada kata sia-sia bagiNya..pasti ada maksud tertentu..

 

 

Dan
tujuan penciptaan manusia pun bukan sekedar numpang lewat, bukan
sekedar ngegunain fasilitas yang tersedia di bumi, bukan sekedar
berbuat sesuai yang kita mau.

 

 

Ada sebuah hadist Qudsi:

 

“Aku
adalah Kanzun Mahfiy (Khasanah yang tersembunyi). Aku cinta untuk
dikenal, karena itu aku ciptakan makhluk agar Aku diketahui”

 

 

Mengapa Allah ingin dikenal?

 

Keinginan
Allah ingin dikenali, bukan sebagai kekurangan bahwa Allah itu butuh,
tetapi karena Allah sangat ingin ada yang merasakan kasih sayangNya.
Mengapa?

 

  1. Agar makhluk merasakan rahmat dan Khasanahnya
  2. Allah butuh cermin untuk mengenalkan Dia, untuk bisa memproyeksikan siapa Allah. Dan kebetulan amanat itu diberikan kpd manusia, seperti dalam Al-quran:Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan
    gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
    khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
    Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”
    Qs: Al-Ahzab 34:72
  3. karena karakter utama Allah adalah ArRahman ArRahiim,
    karena Maha Pengasih dan Maha Penyayang itulah dari sekian asma Allah
    yang merupakan karakter utama Allah (yang kita baca dalam kalimat
    basmallah), dari sekian asma Allah kenapa basmallah misalnya bukan
    BismillaahilAzizulHakiim (-
    Dengan menyebut Asma Allah yang maha  Perkasa lagi Maha Bijaksana-).karena balik lagi ke point 3 (karakter utama   Allah adalah ArRahman ArRahiim)

         

· Maha Pengasih,
seperti analogi ketika kita menaburkan makanan ke suatu kolam ikan,
kita pasti gak memilih makanan itu untuk ikan apa? Misalnya kalo tuh
makanan bakalan ditaburin khusus untuk ikan lele ”Le… ini parap buat kamu, si ikan mas ga boleh makan nih parap(-istilah makanan ikan) loh”,
dengan pemberian makanan ke kolam itu, kita gak pernah milih makanan
itu khusus untuk lele aja, sedangkan ikan mas, keyeup, cacing, kepiting
yang ada di kolam ga boleh makan..Ga mungkin kan?…itu analogi
aja..begitu pun Allah, ketika Allah memberikan nikmat, Allah tak pernah
membedakan mana orang muslim, bukan muslim, tukang becak, pedagang,
mana mahasiswa, mana bukan mahasiswa, dll…itu Yang Maha Pengasih dari
Allah, ‘tanpa pilih kasih’.

 

· Maha
Penyayang, dari sekian nikmat atau segala yang Allah berikan, pasti ada
manusia yang menyambutNya dengan rasa kebersyukurannya, ada yang dengan
usaha Pencarian akan Allah, Butuh Allah, Rasa kebergantungan akan
Allah..Nah usaha dan kebutuhan yang besar untuk mencari Allah itulah,
yang bakal Allah Perhatiin..’Allah tak pernah Menghiraukan kita, kalo kita bener-bener tulus ingin mencariNya’. Dan Maha Penyayang itulah yang Allah khususkan bagi orang-orang yang Allah pilih..(istilahnya diseleksi lagi)

 

 

Bagaimana Cara Allah Menyayangi Kita?

 

Kebanyakan
orang beranggapan bahwa tanda Allah sayang sama kita itu kalo Allah
sudah memberikan rezeki yang banyak, harta yang melimpah, keluarga yang
bahagia, atau Allah memberikan limpahan kesenangan kepada kita. Jadi
misalnya ketika kita dapet uang atau rezeki, kita langsung beranggapan
‘wah Allah tuh sayang sama kita’..trus kalo kita gak dapet uang berarti
Allah gak sayang sama kita (contoh kecil).

 

 

Justru tanpa kita sadari, bahwa tanda Allah menyayangi kita adalah dengan menghadirkan ujian dalam kehidupan kita. Loh ko bisa? Katanya sayang, kenapa lewat ujian?..karena
ujian lah yang merupakan alat pancing kepada kita agar manusia bisa
menggunakan Aqlnya, ujianlah yang cenderung menggiring manusia untuk
mencari jawaban bahwa pada intinya manusia itu membutuhkan DIA. Dengan
adanya ujian itulah yang membuat kita bisa belajar.

 

 

Coba
kita bayangin, cenderung kita inget ke Allah kalo kita lagi kepepet,
bener ga? Kebanyakan orang inget Allah ketika ada ujian, dalam hal
harta maupun kekeringan jiwa. Sedangkan kebanyakan kita terlena dan
lupa ketika kita diberikan kesenangan ataupun urusan yang sangat
memikat hati kita.Nah itulah kenapa ujian itu hadir.

 

 

Sok
geura misalnya kalo kita menghadapi SPMB…tahajud, dhuha, dan shalat
kita jadi rajin kalo kita butuh, doa nya jadi khusyu, minta ini atau
itu (banyak mintanya) tapi kalo ga ada maksud terkadang shalat pun
hanya sekedar kewajiban (bukan kebutuhan).

 

 

Dalam Qs Al-‘Ankabuut 29:2:

 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

 


Ketika ujian hadir ke dalam kehidupan kita, cenderung kita diajak untuk bisa lebih berfikir..”kenapa aku diuji yah?
nah justru itu tuh yang menjadi pertanyaan awal kenapa kita diberi
ujian seperti itu, pasti ada maksud tertentu yang Allah berikan.

 

 

Misalnya
si A sering kecurian barang, tiap beli barang baru ko selalu hilang
melulu..Nah pasti ada pelajaran yang bisa diambil agar kita lebih
bercermin. Sebelum nyalahin si pencuri, tanya dulu ama diri sendiri..”apa yang salah dengan diri ini?”..bisa
jadi banyak alternatif alesan yang terjadi kan..misalnya: Apa mungkin
uang yang dipake untuk membeli barang merupakan uang yang diperoleh
dengan cara yang tidak halal? Atau apa mungkin saya sering ceroboh
menyimpan barang di mana aja? Atau mungkin bisa jadi saya beli barang
karena ingin sekedar dibilang “WAH” sama orang lain?…banyak sekali
yang menjadi alesannya..Dan Allah mengajari kita lewat itu..biar kita
bisa bercermin, memperbaiki diri.

 

 

Tapi kebanyakan manusia itu pun sering mengeluh, “Kenapa sih Allah ngasih ujian kayak gini ke aku?”..Astagfirullaahaladzim..sering
terlintas kata-kata keluhan yang terbesit dalam hati dan terucap lewat
kata. Perlu kita ketahui bahwa mengeluh adalah menghapus citra ArRahman
ArRahiim Allah, itu suatu tanda kalo kita sudah protes kepada Allah..berani sekali yah..Allah ko diprotes. “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(94:5,6) dan “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”(2:286)

 

 

Dengan
dihadirkannya ujian, supaya kita bisa merenung, belajar, dan mengambil
pengetahuan. Biasanya ujian akan berlalu kalo kitanya sudah berbuah
pengetahuan, tapi ujian bakalan terus menerus dateng ke kita dalem
topik yang sama kalo kita belum tahu. Nah gitu juga kalo dah
berpengetahuan, maka bisa jadi Allah juga memberikan ujian tahap
berikutnya. Kalo kita bisa selesai n lulus ujian, kita tunggu aja ujian
berikutnya. Karena SD ke SMP sampai perguruan Tinggi pun ga luput dari
ujian. Kalo mau naik kelas yah belajar menghadapi ujian.

 

 

Terus berusaha ngejawab pertanyaan dari U:

 

gmn crnya biar qt tu cinta sm Allah?

 

Banyak cara juga sih U, minimal :

 

  • Dengan keinginan kita untuk mencari Apa      sih yang disukai Allah? Trus apa yang dibenci Allah? yang disuka kita pelajari dan      kita ikutin, yang gak disukaiNya kita usaha tinggalin..

   

Sama seperti ketika kita suka sama lawan jenis..apa coba yang kita usahain? Pasti kita belajar perhatiin hobbynya apa, kegemarannya apa, trus dia ga suka sama apa…pasti ada kan rasa ingin tahu kita, biar kita bisa pdkt alias ‘pendekatan’. Begitu pun ke Allah.

 

 

  • Biasanya
    kita simpatik sama kelakuan seseorang, loh ko dia baik yah, ko dia suka
    nolong yah, ramah, santun, trus suka dermawan..Nah begitu pun ketika
    kita bisa ngerasain kasih sayang n nikmat yang      udah diberi kan Allah.
    Ternyata Allah Maha Pemurah yah, Allah Maha Penolong yah, dll..kita
    bisa ngerasain kan semua yang telah Allah hadirkan, setiap oksigen yang
    kita hirup itu gratis gak bayar, kedip mata yang kalo ga berkedip
    bakalan bikin mata sakit dan kering, diberi mata bisa menikmati
    keindahan alam, pendengaran bisa ngedengerin sesuatu yg indah n merdu,
    dikasih lidah biar ngerasain lezatnya makanan, setiap jantung yang
    berdetak pun gratis ga bayar. Beda kan kalo dah sakit jantung, pengen
    nyembuhin lewat operasi aja harus bayar kan ke dokter.. Allah mah ga minta bayaran..

 

 

  • Belajar membaca Ayat-ayat Nya (insaniyah, kauliyah,      kauniyah), baik ayat-ayat AlQuran, di dalam diri kita atau sekitar kita.

 

   

“ Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)  Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Qs Fushshilat 41:53)

 

 

Al-Quran merupakan surat cintaNya yang disampaikan kepada umat manusia
melalui Rasulullah saw. Kalo ingin berusaha mengenalNya,
mencintaiNya,,yah baca surat cintaNya..Karena Seseorang yang belajar memaknai Al-Quran itu seolah-olah sedang di tes buta mata hatinya.

 

 

selain bertaubat, beriman dan beramal shaleh,,minimal itu tuh, masih banyak lagi caranya..

 

 

apa rsnya?

 

Yah
balik lagi sih U, ketika kita mulai suka sama seseorang pasti kita
mulai inget n selalu mikirin tentang dia. Seneng kalo berada di
dekatnya. Trus kalo mengenalnya mulai tumbuh rasa cinta, dengan cinta
itu kita bisa nerima apa adanya, ga nuntut yang macem2..

 

 

Gitu
juga kalo kita udah mulai suka atau belajar cinta sama Allah.ketika
kita cinta rasanya ingin selalu inget terus akan DIA, ingin selalu
didekatNya, ingin terus diperhatikan olehNya, ga protes dalam
menghadapi ujian dariNya, tapi malah menerima ujian dan ketentuan
dariNya dengan lapang dada, ga nuntut yang macem2 ke Allah, ga banyak
mengeluh.

 

 

 

Gmn ciri2nya kalo qt udh cinta/mulei cinta ke Allah?

 

Ada
sebuah kalimat “Man ‘Araafa Nafsahu faqad ‘araafa Rabbahu”..barang
siapa yang mengenal nafsnya (jiwanya) maka akan mengenal Tuhannya..

 

Kunci kita mengenal Allah adalah belajar memahami jiwa kita.(butuh pemahaman yang dalam tentang jiwa)

 

 

Ketika seorang mulai cinta ke Allah, bahkan Allah cinta akan hamba tersebut maka:

 

Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi
petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir
sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.
”(10:9)

 

 

Dan
kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang
yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat
memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang
beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah
diri (kepada Kami)
.”(30:53)

 

 

Dan masih banyak ayat lain (cari di index Al-Quran tentang petunjuk, lumayan banyak U..)

 

 

Biasanya Allah akan memberi petunjuk kepada org2 yg beriman n beramal shaleh.

 

 

Takwa yang menghasilkan buah, buah takwa itu berupa khasanah, berpengaruh dengan akhlak kita.

 

 

(soal ini olint belum bisa sharing banyak, masih sangat terbatas)

 

 

 

Pasti susah kan o numbuhin cinta kayak ke orang?

 

Susah
sekali loh U, mencintai seseorang itu lebih mudah. Karena bisa melihat
objeknya secara langsung. Bisa melihat fisiknya, dll. Sedangkan Allah
itu gak bisa kita lihat, bahkan nabi Musa pun ketika ingin melihat
Allah dalam Qs 7:143

 

 

“Dan
tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah
Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya,
berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu
sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka
jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat
melihat-Ku
." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu,
dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka
setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."

 

 

Seorang
nabi Musa pun sampai pingsan akan keagungan dan kebesaran Allah ketika
beliau ingin melihat Dzat Allah. Dan itu pun menunjukkan bahwa kita
tidak boleh mentafakuri DzatNya, kaya bertanya-tanya “Allah itu seperti
siapa yah?”, karena kita tidak bisa menyentuhNya.

 

 

Kita hanya bisa merasakan keberadaan DIA lewat ciptaanNya, shifatNya, dll.

 

 

Tapi kenapa kita diberi rasa suka, simpatik, atau senang terhadap lawan jenis?
karena itu juga merupakan tanda kalo kita juga bisa belajar untuk
mencintai Allah..tetapi rasa suka kita terhadap makhluk itu cenderung
terbatas U. Bahkan cintanya makhluk itu sangat perhitungan. Kita bisa
baik sama orang, kalo misalnya dia kekasih kita. Kalo dia sahabat kita,
baru kita juga bisa baik ke dia. Beda sama Maha Pengasih Allah,
walaupun kitanya lalai, sering maksiat, banyak dosa, banyak mengeluh,
ngerasa manusia paling malang nasibnya,dll. Tapi kita masih tetep
dikasih nikmat, makanan, pakaian, keluarga, dll.

 

 

Rasa
cinta kita terhadap makhluk pun terkadang ada batas waktunya juga.
Ketika suatu saat orang yang kita sukai ternyata menyakiti kita dan
membuat kita kecewa, perlahan-lahan rasa cinta itu semakin berkurang.
Berbeda dengan ketika kita sudah cinta atau Mahabatullah.

 

 

Jadi
belajar mencintai makhluk yaitu dengan sifat pemurah, penolong, dll..
akan bermuara juga hakikatnya seperti belajar untuk mencintai Allah..

 

 

*****************************

 

Yang
olint analogikan itu bukan berarti olint menyamakan sikap kita terhadap
Allah disamakan dengan makhlukNya ya. Bukan itu..karena pada intinya
kehidupan ini memang sejatinya adalah pencarian Allah..manusia itu
hanyalah sebagai manifestasi dari ciptaanNya aja.

 

 

Semoga gak puas, tapi kekurangan dan kelemahan semua berasal dari olint pribadi dan kebenaran yang nyata hanya milik Allah…

 

Olint mohon ampun…

 

 

PS:

 

U,
kalo gak ngerti maafin yah…itu sebatas yang Olint tau..pasti banyak
kurangnya..n dengan nulis ini bukan berarti Olint udah ngerasa seperti
itu..olint masih banyak banget aib n dosa nya ko..jadi kita sama2
belajar memahami skenarioNya…

 

 

Semoga kita selalu betaubat kepada Nya…

 

rindu akan pertemuan denganNya..

 

 

Wassalam

dzihni firuz

Pohon Duren Vs Pohon Nangka

October 30th, 2006 by dzihnifiruz

Alkisah ada sebatang pohon duren  n pohon nangka (sebatang duren  + sebatang nangka = dua batang
pohon)—(pake alkisah segala…yah biarin atuh, biar ghayya ceritanya)…Dua pohon itu tuh sama2 saling ego, gak mau
kalah, narsis abis n pede lah….kalo ketemu suka ngajak debat…(eit tunggu dulu
lint…emang pohon bisa ngomong??? Trus pohon bisa ketemuan?? …dimana2 juga dari
dulu pohon mah diem aja…gak pernah jalan2…–eh protes lagi….kan namanya juga
alkisah…pura2nya bisa ngomong lah…udah Jepp…jangan protes lagi…)

Sekarang serius pengen cerita :

Pohon duren bilang :

Eh Nang!! (panggilan buat nangka)…dimana-mana
aku itu dicari orang, udah wanginya khas, dagingnya manis, harganya
bonafit…bisa dibikin dodol duren,apalagi coba yang kurang dari aku??

Si
Nangka ga mau kalah:

Apa?? Ga salah denger nih?…kulitmu aja lebih
tajem dibanding kulitku…cucuknya aja bisa bikin luka orang…liat kulitku donk
Dur (panggilan buat Duren)…kulitku seenggaknya kecil2, ga bikin luka…apalagi
dagingku…bisa jadi bahan cendol, es teller, es campur…bahkan kamu tau
Dur…Cendol Elizabeth yang terkenal sekarang kan karena ada aku nya juga…coba
kalo kamu jadi campuran cendol…duh gimana rasanya tuh…

Pohon duren:

Eh kamu ga sopan yah ma aku Nang!!…batangmu
dibanding batangku juga tinggian siapa hayyo!…buahmu gampang dicuri org, dengan
mudahnya mereka tinggal manjat pohonmu dikit…yah gak ada tantangannya lah…Coba
pohonku…Udah tinggi, orang2 mana berani mau mengambil buahku, kecuali kalo aku sudah
matang baru aku ngerelain diri buat ngejatuhin buahku…

Pohon
Nangka:

Dur…emang kefikir ga sih ma kamu…sampai saat
ini, ada gak pewangi ruangan yang bahannya dari dirimu?? Belum ada kan?

 

Pohon
Duren:

Nang!!…kamu ko ngomong kaya gitu kaya yg kamu
sendiri dipake aja…sampai saat ini aku juga belum denger ada pewangi ruangan
aroma nangka…

Di dalam perdebatan sengit ini datang
sebatang pohon Apel….

Pohon
apel bilang:

Selamat pagi teman2ku…(dengan wajah riang
apel menyapa (“,) )…sepertinya lagi pada akur gini yah…memang kalo soulmate itu
bagai pinang dibelah dua….aku jadi ingin bergabung dengan kalian…

Pohon
Duren:

Hei Pel!!!(panggilan untuk apel..—kasian
banget panggilannya–) Lihat lah yang jelas kita itu lagi apa??! Wajah cemberut
begini kamu bilang kita sedang akur?? …

Pohon
APel:

Maafkan aku….tadi hanya menyindir saja…kalau
boleh aku tau apa yang terjadi dengan kalian?

Pohon
nangka:

Begini Pel…aku ingin Tanya, dibanding aku
dengan dia (nunjuk ke duren)…Kamu lebih Pilih yang mana? Siapa yang berkualitas diantara
kami? Aku atau Duren?

Pohon
Apel:

Kalian kayak anak kecil ih…memangnya kalo
sudah dibilang salah satu dari kalian yang lebih berkualitas, ada
manfaatnya??…Eh tau gak Dur….Nang,,,,,,, Aku dan kalian itu tak ada
apa2nya…kita ini hanya makhluk ciptaan…setiap kita pasti ada kekurangan atau
kelebihan…dan menurutku kalian itu mirip loh…

Pohon
nangka:

Pel…kamu jangan bercanda!!…mirip dari
Hongkong??….

Pohon
Apel:

Eh…gak ada salahnya kan…kalau kalian bersatu n saling mengisi
kekurangan justru itu yang memberi kekuatan….kita kan sama2 buah2an…kita berbuah kan untuk kepentingan orang banyak…ada orang
yang suka Duren tapi ada juga orang yang tidak menyukai mu
Dur…karena mungkin wangi mu…tapi aku tak bermaksud apa2 ko..bahkan aku pun tak
punya duri…tapi kita sendiri mempunyai fungsinya masing2…Jadi kenapa kita harus
mencari siapa yang menang n siapa yang kalah? Bagiku…bukan itu yang patut kita
perdebatkan…tapi justru kita harus berlomba2 agar bisa berbuah dengan baik
untuk menghasilkan buah yang lezat dan manis agar orang2 bisa memanfaatkan buah
kita….

Pohon
Duren:

Omonganmu ada benarnya juga Pel…memang
sih…aku dan nangka memang makhluk ciptaan Tuhan…tapi aku ingin membuktikan
kalau aku juga pohon yang bermutu…

Pohon
Apel:

Dur…Kembali pada omonganku tadi…kita itu
punya fungsi masing2…kita semua bisa dikatakan bermutu juga kita bisa
menghasilkan buah yang lezat, tidak membedakan kamu dengan nangka, begitu pun
aku…sudahlah…kita semua sama2 berbuah,,,tak perlu mencari kekurangan dan
mencari siapa yang paling baik diantara kita…toh Tuhan yang Lebih Tahu…dan
Berhak Menentukan siapa yang terbaik diantara kita….

Akhirnya…perdebatan itu pun mencair,,,Durenn Nangka pun akhirnya berpelukan…(kayak
teletubbies aja)…n mereka (apel,duren, n nangka) sama2 meminta maaf…

 
(Yah….Ko endingnya gak rame gini sih!!…yah
seenggaknya ada jotos2an gitu kek…biar rame n ada klimaksnya….—Ye ini kan cuman cerita,,kalo mo ada jotos2an mah
nonton sinetron aja atuh…jangan baca cerita kayak gini…hehe becanda
denk—ngomong sendiri,,jawab sendiri—..)

 

Wasalam

Dzihnifiruz

Diary….Ternyata Curhat Itu…..

October 28th, 2006 by dzihnifiruz

AssWw…
Minggu2 ini, rumah jd rame…banyak tamu yang dateng, baik dr kalangan kerabat ortu maupun temen2ku…gak nyangka…yang bikin kaget tuh temen smu dateng…n bikin gempor…hehe Mr.BXXX n Mr AXXX temen SMU n sempet main band perpisahan dulu…bener2 kalo udah reunian suka inget masa lalu…tp yang bisa diambil saat ini ternyata dari obrolan kita memang jadi berubah…yang olint liat dulu prioritas kita pasti kalo gak maen, ngumpul bareng temen2 di base camp or maen band di studio…tp pas sekarang yang diomongin kalo gak tentang kerjaan atau kapan lulus…nikah,kabar2 temen yang dah punya momongan, n blablabla…bener2 berubah…sore mereka dateng dan adzan magrib n isya pun mereka langsung beranjak ke masjid buat sholat berjamaah…perubahan yang segala puji untuk Allah…emang berubah…tp masa lalu pun kita kenang…membicarakan masa lalu yang hehehe…bodor-bodor…dan bikin urat kepala jadi gak tegang…abis maskot kelasnya yang dateng…Mr. B yang bodornya masih belum berubah…Mr A yang Cool tapi konyol….ckckck…tp seneng juga,,beberapa taun ga ketemu akhirnya ketemu juga…

Yah sebenernya sih bukan ngomongin topik ini sih…
cuman yang bener-bener gak nyangka misalnya kayak gini nih…suatu saat olint baca buku2 diary (alias buku2 curhat2 jaman dulu dari smu sampe ke jaman d3 dulu)…Pas baca sekarang2…Ya ampun…bener2 isinya tuh pengen ketawa sih,konyol abis….dari aib sampai terang2an ada juga yang terdokumentasikan..yah gak usah diomongin topik curhatannya…tapi ambil positifnya aja deh…kalo ternyata nulis2 di buku diary alias cucurhatan di buku ternyata bisa jadi bahan  evaluasi kita loh….kita bisa flash back ke masa lalu…n liat dari hari ke hari ternyata cerita hidup itu cukup unik…dan kalau cerita harian kita di buat beberapa tahun n kalo dibukuin bisa jadi berapa jilid…ternyata bener2 olint ngerasa disitu  ada pola kehidupan kita…Asli!!( menurut argumen olint n pendapat beberapa orang)…Uniknya ternyata Allah memberi kita suatu persoalan, di buku curhat itu ada pola pikir n tanggepan kita…semakin berjalan waktu ternyata pola pikir itu perlahan-lahan berubah….n begitu Kuasanya Allah menarik kita ke persoalan lain…tempat lain,,,dikenalkan dengan orang baru, orang lama menghilang, berubah dan terus berubah,,,GREAT!! bener-bener indah rencana Allah…

Yah mungkin itu bisa menjadi jalan hidup…ntah Allah Menakdirkan kita  seperti apa…Yah bukan berarti buku Diary itu misalnya yang dibicarain ttg masalah percintaan melulu karena kita takut inget2 masa lalu ya udah deh bukunya dibungkus pake kertas koran, dibuntel kain, diangkut ke tong sampah, disiram minyak tanah, n dibakar…maksud olint…ambil deh positifnya….buku Diary itu ternyata bisa jadi bahan perenungan "oh ternyata kita tuh dulu kaya gitu."…ada masa2 transisi Allah kasih persoalan ke kita…dan kita pun bisa berubah…dan sungguh luar biasa, dengan catatan2 lalu yang menceritakan tentang perjalanan keseharian kita dalam menjalani kehidupan ini…Ga ada salahnya nulis apa yang kita alami saat ini…dan kalo udah terkumpul banyak,,,malah jadi cerita yang unik…hari ini kita menulis…kita gak akan bakal tahu hari esok…tapi kalo kita balik ke cerita lalu…bener2 ada pola yang sangat indah…

Gak berlaku untuk kaum perempuan aja ko (yah emang kalo rata2 perempuan paling suka nulis2 di diary…ga ada salahnya kaum pria pun menulis juga…-ga dibilang banci ko–…kalo dibilang org lain kayak banci…ya udah bilang aja.."minus berapa matanya mas??" hehe…ga sih…biarin aja orla bilang apa…yg pasti kita seperti ini adanya…

Tapi kalo kita ga bisa nulis diary, yah udah rekam aja di tape recorder keseharian kita seperti apa…(alah…abis modal atuh nenk…harga kaset, batere, dkk nya gimana?? hehe…ga lah yang pasti gimana caranya kita bisa dokumentasiin apa yang kita rasa,dengar,lihat, blablabla)….kadang olint justru kefikiran,, mungkin malaikat penjaga kita catatannya lebih detil dibanding kita sendiri…yah  gak salahnya kita nulis perbuatan kita sendiri….soalnya kalo mau nanya periode misalnya tahun 2004 bulan desember tanggal 12,,,kita kan belum bisa nanya ke malaikat….minimal kita punya catatan kalo dulu tuh kita buat dosa apa…

Allahualam bis shawab
Semoga bermanfaat…

Wasalam
Dihnifiruz

Dinding yang Berlumut….

October 27th, 2006 by dzihnifiruz

AssWw…

Beberapa
minggu ini aku tak lagi mengetik sesuatu…namun pagi ini aku
meniatkan diri untuk itu.

Bulan
yang sangat berbeda, kesempatan yang tak pernah kuperoleh sebelumnya
Memang aku kini semakin yakin,,bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan
kita itu adalah atas izinNya…semua hanya bisa memuji apa yang ada
dalam topengku…tapi tak seorang pun mengetahui apa yang berada
dibalik ini..Sungguh pengalaman yang tak akan aku lupakan…Carilah
orang yang mengetahui diri kita melebihi kita sendiri…

Dinding
yang Berlumut….

Sudah
21 tahun aku tinggal di daerah perkotaan, suatu komplek perumahan
yang cukup membuatku nyaman untuk aku tinggal-i… dikota ini lebih
maju, teknologi lebih mutakhir,bangunan kota pun berjejer di
mana-mana, mall-mall, tempat perbelanjaan, sehingga apa yang aku
butuhkan aku tinggal pergi ke tempat itu. Aku cenderung menyukainya,
karena fasilitas yang aku inginkan selalu tersedia…bisa dikatakan
aku lebih mengenal daerah perkotaan. Aku sama sekali tak mengenal
bagaimana suasana pedesaan yang apa kata buku yang kubaca,
menceritakan suasana yang tenang dan masih natural,,karena aku
sendiri sudah dicekoki semua yang berbau kota…


Kata
kakekku dulu sewaktu aku kecil, rumahku sangat bersih, cat temboknya
masih terlihat putih dan cerah, hingga semakin berjalan waktu dinding
tembok dihalaman rumah selalu kena hujan lama-lama tembok itu semakin
berlumut. Aku tak pernah menghiraukan sama sekali. Setiap aku pulang
ke rumah dari aktivitas2 perkotaanku, aku hanya menjumpai tembok itu
mulai ditumbuhi lumut..Sebenarnya aku menyadarinya namun sama sekali
aku tak menghiraukannya, tak ada inisiatif untuk membersihkan tembok
itu. Bagiku ini bukan suatu masalah yang serius…

Suatu
tahun, sekitar tahun 2003, teman-temanku berkunjung ke
rumahku..Mereka bilang rumahku cukup enak untuk menjadi tempat
tinggal, hanya saja mereka memberi saran kepadaku kalau halaman
rumahnya coba ditanami oleh rumput dan hiasan2 bunga agar terlihat
lebih hidup. Dan aku pun mengikuti saran dari mereka..Aku mulai
menanami rumput ke tanah yang masih kosong oleh sesuatu yang berwarna
hijau, dan pot2 bunga..Menurutku saran mereka adalah suatu ide yang
bagus. Dan tiap sore aku selalu menyiraminya…

Tahun-tahun
semakin berlalu, ketika orang2 berkunjung ke rumahku, mereka hanya
memuji akan halaman rumah yang telah ditumbuhi oleh bunga2 yang
berwarna-warni…bahkan aku pun semakin terbuai dan lebih bersemangat
untuk semakin memperindah halaman rumahku..Namun dalam hatiku
sepertinya hal itu tak perlu lagi, karena secara kasat mata halaman
rumahku sudah cukup enak dipandang,,setiap malam aku duduk di koridor
teras rumahku. Aku memandangi halaman yang diterangi oleh lampu
taman, sehingga terlihat indah dalam pandangan…Aku berkata dalam
hati “ternyata indah juga jika dihiasi dengan tumbuh2an”…aku
berfikir sepertinya ada yang kurang dari sekitar namun aku tak
menemukan solusi.

Hingga
keesokan haripun tiba, Seorang bapak tua datang mengunjungi rumahku,
aku tak mengenali beliau sebelumnya, hanya saja wajah sang bapak tua
terasa tak asing bagiku..Ketika ku duduk di koridor teras
rumah…Beliau hanya mampir dan berkata padaku

Bapak
tua
:
Assalamualaikum Dek,,,halaman rumahnya indah
sekali,,,,

Aku : Waalaikumsalam
wr wb,
Terimakasih pa…Silakan masuk (–dan
bapak tua pun masuk n duduk–) pa…menurut
saya malah sepertinya ada yang kurang pa…justru ada yang perlu saya perbaiki, tapi saya tak tau apa itu

Bapak
tua
  : Boleh bapak kasih saran dek?
Aku : dengan
senang hati pak..apa itu?

Bapak
tua
: Adek lihat…halaman ini sangat indah, rumput tekinya
hijau dan segar, terasa bau tanah yang selalu disiram..pot bunganya
berjejer dengan warna bunga yang bermacam2, ditambah sebuah
lampu taman  yang sederhana namun pas untuk disimpan di sana…

Aku 
 : Ya
pak…setiap hari memang saya menyempatkan diri untuk menyiramnya.

Bapak
tua
: Apakah adek lihat?…dinding itu?? (–bapak
tua pun menunjuk kepada dinding yang berada di daerah samping
koridor–)menurut
bapak dinding itu berlumut…dan sangat lembab..adek tau? Lumut itu jika dibiarkan akan merusak pori2 dinding, bahkan bisa merembes ke dalamnya…kalau adek biarkan selama bertahun-tahun..mungkin
dinding itu akan rapuh dan rusak.

Aku
  : Ehmm…benar
juga pak…ga enak dipandang,,,tapi kenapa saya tak penah menyadarinya yah pak…jadi apa yang harus saya perbuat?

Bapak
tua
 : bersihkan dinding itu dari lumut…kerik dan amplas
sampai halus, kalau bisa adek cat agar bersih,,sehingga jika
dinding itu bersih, bapak yakin, insya Allah rayap atau binatang
lain pun tak akan merusaknya.asal adek bisa menjaganya..

Aku : ehm…pa
terimakasih sarannya…sungguh sangat bermanfaat bagi saya…bertahun2 saya mencoba memperindah taman ini, namun karena
izin Allah telah mempertemukan saya dengan bapak…saya tersadari
oleh kalimat bapak…saya pun harus membersihkan dinding ini dari
lumut yang menutupinya…terimakasih pa :)

Dan
perbincangan pun berakhir,,Bapak tua pun pamit dan pergi entah
kemana…
Dialog
yang cukup singkat, namun atas izin Allah aku dipertemukan oleh bapak
tua itu…

Terimakasih
Ya Allah, atas kesempatan yang Allah berikan padaku…

Semua
melihat indah dengan kasat mata…tapi hanya orang yang DikehendakiNya yang dapat
melihat dengan penglihatan yang sesungguhnya…

 

Wasalam

dzihnifiruz

 

Jiwa-Jiwa Mahsyar

September 22nd, 2006 by dzihnifiruz

Isrofil baru saja meniup sangkakala atas idzin-Nya namun suaranya
masih saja menggelegar dan menggetarkan setiap jiwa-jiwa yang mulai mendengar
dari tidurnya yang panjang. “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan
bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar)
berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Qs. Ibraahim(14):48)

Jiwa-jiwa mahsyar berpandangan, terpaku ketakutan.Menelan ludah yang tak berkesudahan.
  Berjalan seakan kehilangan ingatan. Tak terbayang kengerian diantara panasnya
  sengatan mentari yang jaraknya hanya sejengkal di atas ubun-ubun sendiri. Duhai
  Rabbi, inikah tempat yang kau janjikan ? tempat dimana engkau cabut syaraf
  malu dan iba kami. Ketika kami mengasihani diri sendiri diantara butiran-butiran
  keringat yang menenggelamkan tubuh kami. Mengapa ada diantara kami yang kau
  berikan payung penahan teriknya mentari sementara kami kau acuhkan ?

Jiwa-jiwa mahsyar membelalak tercekam. Ketika Tuhannya memberikan Al Qur’an
  di tangan kirinya. Wahai alangkah baik kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku
  ini. Dimana hartaku kini ? Dimana pangkat dan kekuasaanku ? Ah, belenggu di
  tangan dan leherku ini terasa mencekat. Tercekik. Sekiranya hidup hanyalah
  kehidupan kita di dunia saja dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Haus.
  Kering. Mengapa darah dan nanah yang engkau hidangkan ya Rabbi ?

Jiwa-jiwa mahsyar menatap kosong penuh kepucatan. Benarkah hari ini benar-benar
  terjadi ? benarkah kita telah dibangkitkan padahal dahulunya kita adalah tubuh
  yang telah hancur termakan tanah ? Ah, seandainya saja kudengarkan baik-baik
  sebait ayat yang dibacakan seorang teman sewaktu di dunia, “Betulkah
  apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi
  hidup kembali”…..

“Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Rabbnya
  (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: ‘Bukankah
  (kebangkitan) itu benar ‘Mereka menjawab: ‘Sungguh benar, demi Rabb kami’.
  Berfirman Allah: ‘Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari
  (nya).”

Jiwa-jiwa mahsyar menangis tersedu sedan. Ia meratap, terguguk, pilu, menyayat
  hati. Alam masyhar terang namun terasa gelap. Luasnya seluas mata memandang
  namun serasa sesak, menghimpit paru-paru berjejak asap jahannam dunia. Mengapa
  bentuk tubuhku tidak seperti tubuhku selama di dunia ? dan mengapa aku berbaris
  tidak pada barisan manusia-manusia berwajah cahaya ?

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: ‘Wahai
  Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: ‘Pada saat sangkakala
  ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris.’ (QS An-Naba’:18)’

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata.
  Lalu menjawab: ‘Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat
  besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris.’

Barisan pertama, digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan
  mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:
  ‘Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya,
  maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kedua, digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari
  sisi Yang Maha Pengasih: ‘Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan
  sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan ketiga, mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan
  ular dan kala jengking. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat,
  maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keempat, digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran
  keluar dari mulut mereka. ‘Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual
  beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kelima, digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika
  itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman
  di Padang Mahsyar. ‘Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka
  takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT,
  maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keenam, digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus
  dari badan. ‘Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya
  dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan ketujuh, digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut
  mereka mengalir keluar nanah dan darah. ‘Mereka itu adalah orang yang enggan
  memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali
  mereka adalah neraka…’

Barisan kedelapan, digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala
  ke bawah dan kaki ke atas. ‘Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah
  balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesembilan, digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata
  biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ‘Mereka itu adalah
  orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah
  balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesepuluh, digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh
  dengan penyakit sopak dan kusta. ‘Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang
  tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan kesebelas, digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala,
  gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai
  ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar
  beraneka kotoran. ‘Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya
  dan tempat kembali mereka adalah neraka…’

Barisan keduabelas, mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar
  laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah
  suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: ‘Mereka adalah orang
  yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka,
  mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka
  sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga,
  mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…’

Jiwa-jiwa mahsyar mencakar wajahnya. Meratap menyesali kesia-sian hidup sebelumnya.
  Berharap waktu kan berbalik walau sedetik dan menjadikannya menjadi orang yang
  paling bertakwa. Atau bahkan menjadikannya seekor binatang atau makhluk lainnya.
  Tak ada pertanggung jawaban dan tak kan ada penyesalan.

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba
  terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah
  kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah
  orang-orang yang zalim. (Qs. 21:97)

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang
  dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya
  dan orang kafir berkata: ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah’.
  (Qs. 78:40)

Jiwa-jiwa mahsyar tersenyum penuh kemenangan. Menggenggam Al Qur’an
  di tangan kanan. Bertelekan permadani dan intan berlian. Meminum minuman yang
  menyegarkan dibawah naungan payung yang meneduhkan. Tak ada kesusahan dan kerisauan.
  Yang ada hanyalah keselamatan yang telah Allah janjikan.

Hadith Qudsi: “Pada hari Kiamat Allah berfirman: ‘Pada hari ini
  orang-orang yang berkumpul (di padang mahsyar) akan mengetahui siapa yang termasuk
  keluarga utama.’ Para sahabat bertanya: ‘Siapakah ahli (keluarga)
  utama itu, Ya Rasulullah?’ Nabi SAW menjawab: Mereka itu ialah keluarga-keluarga
  majlis zikir di masjid-masjid” (Hadith Riwayat Ahmad dari Abu Sa’id
  Al Khudri).

Wallohu a’alam.

Sumber :
Alhikmah.Com - Penulis: Abu Saifulhaq Asaduddin
http://www.hajiumroh.com/content.php?id_menu=220&id_submenu=60

 

Testimonial untuk sahabat

September 21st, 2006 by dzihnifiruz

Assalamualaikum mb..

Ko pa bales-bales blog yah…serasa email yang di posting…pas bacanya O ngeluarin air mata, sedih juga…akhirnya cerita yang rencana kita bikin, mba duluan yg buat(walau di blog)…kalo untuk dibikin sinetron sepertinya jadi best seller, tapi best seller buat kita berdua kali yah…he2..laku buat kita aja mb…orang lain mana ngerti…pas nonton mereka pada komen “sinetron apaan tuh??”…dilakonin ama dua anak manusia yang polos n konyol…hehe…tapi Subhanallah, bener2 Allah menciptakan watak orang yang unik-unik, berbeda satu dengan yang lainnya…dan kebetulan kita dipertemukan…O bersyukur dengan hadirnya teman yang Allah pertemukan ke O…

 

Mungkin emang bener…kalo setiap kejadian yang kita alami, gak bakalan mampu memuat beratus2 halaman tulisan yang kita buat, setidaknya O pengen mendokumentasikan apa yang telah terjadi selama empat tahun pertemanan kita…walau O bukan seorang notulen yang paling baik dalam mencatat kejadian secara detil…

 

Ini bukan surat Cinta antara dua insan yang sedang dimadu asmara (hehe…geli bacanya…) tapi ini sebuah tulisan sebagai ungkapan pribadi untuk sahabatnya.. semoga karena Allah… 

 

Di luar kita, memang rencana Allah itu indah mba…kadang kita melihatnya sebagai benang kusut dari pandangan kita sebagai manusia biasa…tapi di balik itu Who knows…apa yang yang akan terjadi dengan kita akan kehidupan2 selanjutnya…

 

Pertama kali ngeliat waktu kita sekelas pergi ke lembang, dengan wajah yang apa adanya dan ekspresi yang tak dapat ditutup2i…O liat mb sepertinya lagi gak nyaman…disitu O mulai nilik2….”oh itu teman sekelasku yang baru”…(dalem hati…sepertinya mb lg ada masalah) O ga mau nanya yg mcm2 karena kita belum kenal sama sekali, hanya basa basi hambar dengan kata2 seperti orang bertemu untuk pertama kali…

 

Selanjutnya ntah knp kita bisa kenalan dikampus karena ternyata kita sama2 punya teman yg inisialnya “Y”…dari cerita “Y”..obrolan kita bisa nyambung…semester awal yang diisi dengan hura2, keceng mengeceng, main bareng, cari tempat makan, nongkrong bareng di pinggir jalan (kadang kefikiran…mau2nya yah kita nongkrong di jalan yang kalo dulu banyak bus lewat…n knal potnya ngeluarin asep yang bikin NGEBUL….—yah itulah bedak gratisan buat muka kita)…

 

Dimulai dengan perkenalan grup yang kerennya dibilang genk or gap bareng sebanyak 6 orang…pendeklarasian seperti itu yg kita sendiri belum bisa menebak untuk apa manfaatnya…saat itu kita hanya berfikir…punya GAP bareng bikin kebersamaan dalam pertemanan lebih indah n rame (istilahnya—Ga ada lo ga rame—)…

 

Waktu terus berjalan, seiring dengan persoalan yg kita hadepin…anehnya O ngerasa knp O ama mb bs sering bareng…ngerasa aman kalo cerita, ngerasa sepemikiran n senasib…lama kelamaan pemikiran itu kita sadari..dan berusaha untuk berubah…

 

Dari keceng mengeceng, jadian ama lawan jenis yang berakhir tragis n udah di setting kalo pacaran bikin kita panas dingin n demam, pegangan tangan aja dah mikir berapa kali…mau ini salah mau itu salah…sampe ketawa waktu ngedenger mb juga kabur gara2 si doski (-alah-) maen kerumah…hehe… (gpp yah…nulis apa adanya)…-semoga aja itu cuman pas jadian—kalo udah kejenjang yang serius, jangan sampe kali yah…

 

Lama-lama kita ngerasa stuck dengan ini semua…ngerasa masalah yang hadir ga jauh2 dari masalah2 kebutuhan hawa nafsu n syahwatiah kita tentang lawan jenis…Akhirnya waktu itu datang…mb ikut DKM yang awalnya O ngerasa bhw mba dah jalan duluan untuk ke arah itu…beberapa waktu mb dengan wajah tanpa ekspresi menawarkan..”Lint DKM ada keputrian tuh…bisa masak2…Olint pasti suka kan ?”…jujur mb…waktu denger dulu…O
ngerasa kalo ada angin seger yang dateng ke O, walaupun O ngerasa…O
belum pantes untuk ikutan kegiatan2 rohis seperti itu…masih dengan
penampilan yang kayanya belum pantes aja…

 

Lama-lama…akhirnya dengan perasaan “Ga enakan”..(tapi sekarang lg berusaha untuk berkata jujur dengan hati)..akhirnya O masuk juga…dan disana hari2 kita mulai bareng, mulai kegiatan bareng, kalo ada rapat…yah rapat bareng..bla.bla..bla…

 

Inget waktu ospek bareng yang waktu jurit malem kita pernah satu kelompok n akhirnya O sempet nangis gak kuat ama jailan kakak kelas yang semuanya seperti meneriakkan “AYO GOYANG DOMPRET”—alah dalam hati O berkata “TIDAAAK!!!”…disidang ama mereka akhirnya ngebuat O ga nyelesain sampe garis finish..aku lebih memilih menangis GOGOAKKAN (-majas hiperbola-) dibandingkan dengan goyangan yang bikin pingsan kayak gitu…tapi akhirnya mba bisa lebih tegar ngehadepin kakak angkatan dibanding O…

 

Inget Ngospek maba,,,n ceritanya kita jadi panitia(cenah)…karena kita sama2 koordinator(Acara n Medik), kita ngerasa seneng aja dapet HATONG satu2…seenggaknya bisa cucurhatan lewat HATONG…hehe…jadi pengen ketawa..waktu kita cerita2 lewat hatong…panitia lain pada protes..yang akhirnya Mr.“J” negur kita ”HATONG BUKAN UNTUK MAIN2,,apalagi buat CURHAT!!”…hehe..bodor…..ngeliat mb..udah dalam posisi yang bener2 wajah tanpa ekspresi (jadi inget komik kungfu komang-)…waktu itu O teh khawatir ama mb cuman ngerasa aja gimana rasanya beban tugas yang mesti dikerjain, apalagi berhari2 dengan wajah2 kita yang kucel2 n gak pernah mandi selama beberapa hari…tapi dari  sana kita jadi punya slogan baru “NTAR
JUGA BERLALU”..slogan yang bikin kita lebih semangat…apalagi pas
laporan pertanggung jawaban panitia ospek ke alumni..(-semacem sidang
paripurna-)..yang bikin kita junk head abis-abisan…

 

Inget kemana-mana sering bareng, belanja bareng makan bareng…sampe kalo ngeliat makanan kita HOKCAY bareng deh…(syahwat banget…kuat ga bisa ngeliat laki2…tapi urusan makanan…alah itu muka sampe berpaling 90 derajat ke arah makanan..-yang kita bilang…kenapa kita mah malah bisa ngejaga pandangan ama laki2/ikhwan,,tapi ama makanan…eleuh meni susah, apalagi es campur oyen…ehmm)—astagfirullah

 

Sempet ngekost 1 bulan, yang disana kita belajar untuk memahami masing2 karakter…mba yang ga suka bawang, suka pengen jajan kalo pengen makan,O yang pinginnya masak biar hemat, kita sempet berantem gara2 bawang…apalagi mb saking pengen halusnya ngerendos bawang ampe bawangnya item kena warna COET n MUTU, trus bawangnya cuman dikit lagi…hehe—tapi bodor sih mb…,inget mang yoghurt yang di jl. Plered, inget juga jam 12 malem orang lain pada niup terompet pergantian tahun di jalan2, kita dengan hening n sunyi malah nyuci baju n selimut pa peres2 selimut sambil bisik2 n ketawa2 tanpa suara takut ngeganggu tetangga kostan..hehe, masih inget kita sekostan ama ikhwan yang sering bikin kita cengar cengir sendiri..hehe…subuh bangun…kita mah udah dibangunin ama suara murotal kaset beliau…kita cuman bisa berkomen ria…sambil tersenyum2(semoga Allah memberi kebaikan kepada beliau)–inget ama cici, nur, dewi,adik2 disana…hik…hik…-yang kalo mereka maen ke kamar suka ngabring…siang2 panas2an…sampe mba “V” n “I” atau mba “N” yang maen ke kostan kita gak kuat akan aromanya- astagfirullah…yah kita mah pasrah aja…sambil O cari inisiatif ambil Trika (pewangi n pelembut pakaian) buat nyemprot ruangan, biar ga ada omongan panjang tentang aroma ruangan–astagfirullah)…jam tiga pagi masih seger dengan diskusi2 yang gak abis fikir…mb yang suka ngejailin, mb punya ide tukeran baju waktu pergi ke kampus..hehe O mah hayu aja…sampe temen kelas nyadar n nyeletuk…”perasaan bajunya tukeran yah?” hehe…(bener2 gak abis fikir^_^)

 

Sampai kerja praktek (inget k fino, k swear, k gia), kita yang suka malu-malu kambing kalo ada computer yang aneh2 dikit kita cuman bisa papelong2…dengan mengernyitkan mata dan senyum2 tanda cengo…ka fino yang mirip Miki AFI or Indra Bekti yang always sabar ama ke’cengo’an kita (ga tau lemot…ga tau apa…ka fino nerangin…angger kita mah tetep masih cengo tanda gak ngerti)…inget iindiaan n ujan2an bareng(-dulu kita anti bawa payung-), beli chiki bareng….inget ngerjain TA bareng…yang satu mikirin coding…yang satu design mulu…codingnya belakangan..hehe…Tugas Akhir yang bikin kita down n ketawa yang ga puguh…(sindrom TA)…akhirnya kita diingatkan kembali ama slogan ospek kita “ENTAR JUGA BERLALU”…

 

Inget juga kalo gak salah waktu kita dikantin abah…makan gorengan, trus ketemu teteh “S”, waktu teteh ngomong …trus kita ngomong “IYA TEH” tanda ngerti sambil senyum,,…pas teteh “S” pergi…kita sama2 bilang “Teteh ngomong apaan lint?”…eh dikira Olint mb ngerti apa yang teteh omongin…hehe dasar

 

Akhirnya waktu memang berlalu…n kita lulus n wisuda bareng…mb melanjutkan kehidupan mb…mb kerja…. n O nerusin kuliah2 lagi…ngerasa kita masih muda…padahal tanpa kita sadari, kita sedang mengalami saat transisi…

 

Makasih Ya Allah….Allah telah memberikan aku sahabat, sahabat yang menemani, mendengar, mengkritik, memberi masukkan, dan sahabat dalam mengisi perjalanan pencarianku…

 

Mba…makasih udah mengisi hari2 kita dengan diskusi tentang hidup, agama, tentang permasalahan, tentang hal apapun…dari  sana kita bisa belajar…n bukan belajar mengubah
penampilan luar, tapi kita semakin belajar untuk menata qalb ini…(yang
masih diisi oleh GONGGONGAN yang menggelapkannya)..ada senyuman,
candaan dalam kebersamaan kita,,,namun kadang kita menangis bersama…dan
mb tau?…semua percakapan kita,,ada Yang Maha Menatap….semoga kita
bisa menemukan apa yang kita cari…

 

Dan O sempet nangis pas ngebaca blog mb…Maafin O juga yang sering bikin mb kesel, sabar nunggu atas jam karet O,,,O mau jujur ama mb… dulu banget O sempet kesel waktu kita ngerendos bawang(itu aja kesel O n sampe jadi pertanyaan di benak O ’ko bisa sih sampe mba ga suka bawang’—tapi akhir2nya O juga sadar dari omongan mb sendiri ‘kenapa O suka sambel?’..yah berarti kt mesti menghargai masing2- tapi sekarang gak kesel lagi ko…beneran)… maafin O yah…yang suka bikin pertanyaan di benak mb…”O tuh maksudnya apa sih?”, yang kadang suka bikin orang nebak-nebak maksud O apa, maafin O yang waktu dulu banget di jengsu O pernah ngebentak mba waktu mb becanda(pengaruh diri O sendiri yang gak bisa nahan amarah waktu itu)…maafin O atas prasangka2 n Gibah yang kadang O sadar or ga sadar melakukannya)…maafin yah mb…atas semuanya…

 

Dan suatu waktu kita akan dimintai pertanggungjawaban kita kepadaNya…kalo O punya hutang tagih aja atuh yah, kalo O nyakitin mb, jangan dipendem…O ga mau ada seseorang yang terluka tanpa O sadari…O ga ingin juga dituntut suatu hari kelak,mending di dunia ini mb ngomongnya…

 

Dan dalam kedekatan kita…ada yang lebih dekat lagi, yaitu kematian…kalo olint lebih dulu menghadapi itu…O hanya butuh doa dan ikhlasnya…karena O masih seseorang yang gelap mb…kita ga tau jatah usia kita, ajal kita udah ditentukan…saling mendoakan yah mb…semoga ketika meninggal kita dalam keadaan Khusnul Khotimah…amiin

 

Semoga jalan apa pun yang kita tempuh, gak menghalangi kita untuk saling mengisi..tentunya mengisi hidup sebagai bekal perjalanan kita menujuNya….

 

 

 

Terimakasi Ya Allah…^_^

Makasih Mba…(“”,)

 

Wasalam

dzihnifiruz

 

Tugas Wajib

September 21st, 2006 by dzihnifiruz

Pernah kefikir ga lint (-justru lagi mikirin-), ketika kita lahir n menjadi bayi, kita dikasih makan n ASI, kita pernah mengalami fase balita, fase masuk sekolah pertama, semakin besar kita belajar menghadapi persoalan hidup, kuliah, udah kuliah cari kerja, trus dah cari kerja menikah, jadi istri, punya anak, jadi ibu, ngurus anak, pas ngurus anak besarin anak, anak dah besar mereka sekolah n menikah, waktu terus berjalan, ntar kita jadi tua, punya cucu, jadi nenek, lanjut usia, diurus anak, bla…bla…bla….itu kalo diantara kita mengalami fase seperti itu..mungkin ditengah-tengah kehidupan kita, salah satu dari kita ada yang menghadapi kematian dan belum mencapai fase kaya gitu.

Kadang diantara kita punya keinginan bahkan angan-angan…mencari kerja, mencari relasi, meningkatkan karir, mencari uang, istri cantik or suami cakep, jabatan, bahkan kedudukan, ingin beli rumah sendiri (bukan ngontrak), dah beli rumah ingin ngehias rumah dengan perabotan, udah kepenuhin itu, baru cari mobil, belum cukup mobil, beli motor, kalo uang banyak berfikir lagi buat belanja, shooping, ngurus diri (salon, meni pedi, facial)…ngejabanin factory outlet (FO) satu2, bahkan temen atow tetangga beli alat/perabotan baru… kita jadi ingin ikut2an dengan alasan takut ketinggalan or kalah saing dengan mereka padahal barang tersebut bukan barang yg kita butuhkan, bla..bla..bla

HP baru keluar…ingin beli yang baru,,,sebulan dua bulan bosen…kalo ada uang pengen upgrade n beli dengan keluaran yang lebih baru lagi…keluar ipod pengen beli, Ada sale besar-besaran…ingin beli n ngeborong baju, sepatu, sandal, tas….gak cukup satu sepatu…beli satu jenis dengan berbagai warna-warna untuk dicocokkan dengan pakaian biar disebut Mr/Mrs Matching…(–ya biarin atuh lint kalo ada uang mah–**hawa nafsu yang ngomong mah pasti ngebela buat menuhin keinginan itu semua**)

Sederetan peristiwa yang kita alami itu merupakan suatu fase kehidupan…tapi kefikiran gak sih? Sekali lagi…kefikir ga?, apa kita hidup hanya untuk mengalami fase seperti itu?.Apa kita diciptakan ke dunia ini hanya untuk mengisi hidup dengan keinginan-keinginan yang setelah terpenuhi mencari sederetan keinginan-keinginan lain…yang menandakan rasa ketidakpuasan…terbukti bahwa manusia itu tak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya…(–wajarlah lint…namanya manusia–**alah yg ngomong siapa tuh??** ih kadang didalam hati tuh suka ada pembelaan untuk memenuhi syahwat n hawa nafsu kita)…

Apa manusia lahir ke bumi ini hanya untuk itu??..siapa gitu Yang Menciptakan manusia? trus kenapa manusia diciptakan ke dunia ini? Apa untuk memenuhin keinginan manusia itu sendiri?? Kalo gitu enak banget jadi manusia, bisa berbuat sesuai keinginannya sendiri…mau ini, mau itu bebas…emang bumi diciptakan oleh manusia? Hutan-hutan yang ada tinggal ditebang buat dijual kayunya untuk kepentingan manusia, sungai-sungai yang jernih sekarang keruh, bau n banyak sampah karena manusia…kalo bumi ini memang milik manusia, kenapa kita sendiri ga bisa menjaganya? (minimal banget buang bungkus permen gak dimana2,gak diangkot…), kalo bumi ini milik manusia, kenapa kita ga mampu menghadapi bencana alam?…(-loh ko jadi luas gini topiknya-)

Yah intinya…dibalik penciptaan kita ke dunia ini….pasti ada sesuatu…kenapa kita diciptakan? Untuk apa kita diciptakan?…bukan hanya sekedar untuk memenuhi segala keinginan2 kita aja…tapi diluar itu ada Kehendak lain…Dia lah yang Maha Pencipta…lagian bumi ini milik Nya kan ?….trus yang jadi pertanyaan “Sudahkah kita memenuhi keinginan Sang Pencipta??” (minimal olint aja…udah belum lint???)….

Tugas yang nyata tuh (cari kehendak Sang Pencipta)….PR kehidupan yang wajib dikerjain!!…tapi balik lagi…Rahmat Nya yang bisa menolong olint…olint mah gak bisa apa2…makhluk yang gak berdaya sedikitpun…

Ya Allah….kuatkanlah aku akan ketetapan Mu…Lapangkanlah dadaku dan buatlah aku tersenyum dan bersyukur atas apa yang Allah hadirkan kepadaku…

Semoga kita selamat sampai tujuan…..

Allahualam bis shawab…

Wasalam

Dzihnifiruz

Aku Dimakamkan Hari Ini

September 19th, 2006 by dzihnifiruz

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apakah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan …

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka …

begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu …

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan …

(Sumber: CD Secercah Cahaya—Tausyiah dan Renungan)

Seribu Topeng

September 19th, 2006 by dzihnifiruz

            Jangan terpedaya oleh saya. Jangan terpedaya oleh topeng yang saya pakai. Saya memakai seribu topeng. Topeng yang saya takut untuk menanggalkannya. Topeng yang tak satupun mencerminkan wajah saya yang sebenarnya. Kepura-puraan adalah satu seni yang sudah sehati dengan diri saya, tetapi janganlah terpedaya.

            Saya memberi kesan bahwa kedudukan saya dalam keadaan selamat. Semua yang bersama saya bercahaya dan tenteram baik lahir maupun batin. Rahasia adalah nama saya dan ketenangan adalah permainan saya. Air semuanya tenang dan saya merasa berkuasa dan tidak memerlukan bantuan siapapun. Tapi jangan percaya itu, tolong… jangan!

            Penampilan luar saya kelihatan halus, tapi itu adalah topeng saya, topeng yang selalu berubah dan menutupi wajah saya yang sebenarnya. Di bawah topeng itu ialah ketidakpuasan hati, ketidaktenteraman, dan kegelisahan. Yang dibalik topeng itu adalah diri saya yang sebenarnya, yang dalam kebingungan, ketakutan, dan kesunyian. Tapi saya sembunyikan di diri saya. Saya tidak mau siapapun mengetahuinya. Saya panik memikirkan kelemahan saya akan terbongkar. Itulah sebabnya saya secara gila menciptakan topeng untuk berlindung, satu pencarian yang rumit untuk membantu saya berpura-pura dan berlindung dari pandangan mereka yang dapat mengenal saya. Tapi pandangan seperti itu sebenarnya adalah pandangan penyelamat saya. Itulah satu-satunya yang dapat membebaskan saya daripada saya yang terpenjara oleh dinding penjara buatan sendiri, dari dinding pemisah yang bersusah payah saya bina. Tapi saya tidak menyatakan perkara ini kepada kamu, saya tak berani, saya takut.

            Saya takut pada pandangan kamu yang tidak diikuti dengan kasih sayang dan penerimaan. Saya takut kamu memperkecilkan saya. Kamu akan menertawakan saya dan ketawa kamu akan membunuh saya. Saya takut bahwa jauh dalam diri saya, saya bukan apa-apa, saya tak berguna dan kamu akan melihatnya dan menolak saya. Oleh karena itu, saya akan bergelimang dengan permainan kesukaan saya, kepura-puraan, dan berputus asa. Dengan kepastian palsu diluar dan seorang kanak-kanak menggigil di dalamnya.

            Saya sangat ingin menjadi manusia tulen, bersahaja, dan diri sendiri, tapi kamu harus menolong saya. Bantulah saya dengan mengulurkan kedua belah tangan kamu. Walaupun itulah yang terakhir yang saya ingin dan perlukan. Setiap kamu bersikap baik, lembut, dan memberikan dorongan. Setiap kali kamu mencoba memahami saya karena kamu benar-benar memperhatikan diri saya, hati saya mulai tumbuhkan sayap. Sayap yang sangat kecil dan lemah. Tapi benar-benar sayap. Dengan kepekaan dan simpati kamu dan upaya kamu untuk memahami saya, saya dapat melakukannya, saya dapat memperbaiki. Kamu menghidupkan kembali jiwa saya yang telah lama terkubur. Memang tidak mudah bagi kamu untuk melakukannya.

            Keyakinan yang lama pada sesuatu yang tak berarti, berupaya membina dinding yang teguh. Tetapi kasih sayang lebih teguh daripada dinding, dan disitulah harapan saya. Tolong jangan robohkan dinding itu dengan tangan yang kukuh, tapi dengan tangan yang lembut karena didalamnya ada seorang kanak-kanak yang sensitif dan saya adalah seorang kanak-kanak.

            Siapa saya, kamu mungkin heran? Saya adalah orang yang betul-betul kamu kenal. Saya adalah setiap laki-laki, setiap wanita, setiap kanak-kanak, setiap yang kamu temui.***

 

(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.5/September 2001)